Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jelang Kedatangan Erdogan, Amerika Perintahkan Keluarga Diplomat dan Militer Tinggalkan Turki Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Maret 2016 19:05 7:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Maret 2016 19:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Departemen Luar Negeri dan Pertahanan Amerika Serikat hari Selasa (29/3/2016) memerintahkan agar keluarga para diplomat dan personel militer meninggalkan wilayah selatan Turki, karena meningkatnya ancaman terorisme di negara itu.

Dilansir Associated Press, kedua departemen itu mengatakan orang-orang yang berada dalam tanggungan staf yang bekerja di Konsulat Amerika Serikat di Adana, di pangkalan udara Incirlik serta dua lokasi lainnya harus segera pergi. Pemberitahuan “perintah pergi” itu artinya relokasi keluarga diplomat dan personel militer akan ditanggung oleh pemerintah.

Sekretaris pers Pentagon Peter Cook mengatakan tidak ada ancaman spesifik yang memicu dikeluarkannya perintah tersebut. Namun, Cook mengatakan hal itu diambil sebagai tindakan hati-hati demi keselamatan keluarga di daerah tersebut. Cook mengaku tidak tahu kapan batas akhir keluarga-keluarga itu harus pergi, tetapi mengatakan “ini akan dilakukan secepatnya.”

Perintah tersebut dikeluarkan mejelang kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke negeri Paman Sam.

Baca berita sebelumnya, Ankara: Pekan Depan Presiden ke Amerika untuk Menarik Investasi $1 Miliar

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam sebuah pernyataannya, pusat komando militer Amerika untuk wilayah Eropa mengatakan bahwa langkah itu diambil guna memastikan keselamatan keluarga para staf karena situasi keamanan yang mengkhawatirkan di kawasan itu belakangan ini.

Perintah pergi itu berlaku untuk Konsulat AS di Adana, keluarga militer AS di Incirlik, Ismir dan Mugla, serta keluarga pegawai sipil AS di Ismir dan Mugla.

Cook mengatakan perintah pergi itu tidak berlaku bagi 100 keluarga diplomat dan militer yang berada di Istanbul dan Ankara.

Incirlik adalah pangkalan udara penting bagi pasukan koalisi pimpinan AS dalam perang melawan kelompok ISIS. Pangkalan tersebut dipakai sebagai basis pesawat-pesawat tempur dan drone milik Amerika dan koalisi, serta tempat pesawat pengisi bahan bakar.

Pusat komando pasukan darat NATO berada di Ismir. Di Mugla ada pangkalan militer Turki, di mana sejumlah pasukan AS juga ditempatkan di sana untuk latihan dan misi lainnya.

Pentagon mengatakan perintah pergi itu berlaku untuk sekitar 680 keluarga dan kira-kira 270 ekor hewan peliharaan.

Hari Senin (28/3/2016) Menlu AS John Kerry bertemu dengan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. Juru bicara Deplu AS John Kirby mengatakan keduanya membicarakan soal tindakan pengamanan yang akan diambil di perbatasan Turki-Suriah yang mendapatkan gangguan dari jaringan teroris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Jadikan Ahlul Qur`an Sebagai Pemegang Urusan!”
Tulisan selanjutnya Istri yang Menyejukkan Mata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Setelah Palestina, Kini Suriah Jadi Sasaran Pencurian Tanah Pemukim Yahudi ‘Israel’

Berita
31 Juli 2026 11:49
Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow
Iran Bantah Serang Pelabuhan Damietta Mesir, Menyinyalir Israel Lakukan False Flag
Trump Ancam Gempur Iran Lebih Dahsyat, Teheran: Peti Mati Sudah Jadi
Hadiri Saudi Education Expo 2026, UBN Dukung Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Arab Saudi

Terbaru

  • Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
  • Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
  • Perang dengan Iran Kuras Persediaan Rudal Amerika Serikat
  • Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
  • Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat
  • Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia
  • Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara
  • Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
  • Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
  • Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?