Hidayatullah.com–Selain aktif sebagai pengajar di UIM dan muqri’ halaqoh al-Quran bersanad di Masjid Nabawi, Syeikh Ayyub juga aktif berdakwah di luar Arab Saudi.
Brazil dan Inggris adalah negeri barat juga tersentuh langsung dakwahnya. Pemerhati bahasa Arab ini juga aktif mengisi daurah pembelajaran bahasa Arab di sejumlah negara seperti Malaysia, Pakistan, Turki dan Senegal.
Alim yang teduh, murah senyum dan suka menyalami orang lain adalah kepribadian Syeikh Ayyub yang hidayatullah.com kenal selama di Madinah. Sering media ini melihat beliau menyalami jamaah Umrah yang duduk di sekitar halaqoh beliau di Masjid Nabawi, meski tak satu pun dari jamaah mengenalnya.
Sabtu pagi 9 Rajab 1437 H (16/4/2016) kemarin, Syeikh Muhammad Ayyub mengehembuskan nafas terakhirnya di kota Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, jenazahnya disholatkan ribuan kaum muslimin setelah sholat Dhuhur yang dipimpin langsung oleh imam besar Masjid Nabawi Syeikh Ali Hudzaifi.
Baca: Innalillah, Imam Masjid Nabawi Syeikh Ayyub Meninggal Dunia
Dari Masjid Nabawi, lautan manusia mengantar jenazah beliau menuju pemakaman Baqi’, tempat dikebumikannya para sahabat Nabi dan orang-orang sholeh.
Semangat hidup berquran, menuntut ilmu, kesabaran tinggi dan tidak pernah putus asa dalam berdoa adalah pelajaran penting yang beliau berikan pada kaum muslimin.
“Satu-satunya harapan saya adalah Allah memberikan kemuliaan-Nya dengan kembalinya saya memimpin sholat di Masjid Nabawi, sebelum saya menghadap Allah (wafat),” kata Syeikh Ayyub saat diwawancarai stasiun televisi al-Ma’ali.
Selamat jalan, Syeikh Ayyub. Allah yang Maha mendengar telah mengijabah doa tulusmu. Hidayatullah.com dan kaum muslimin menjadi makmum penikmat tilawahmu saat sholat Tarawih Ramadhan lalu di masjid Nabi. Semoga Allah mengampuni segala dosamu, mangasihimu dengan rahmat-Nya, menjadikan kuburmu taman surga, mengumpulkan kita semua di dalam Jannatul Firdaus tertinggi. Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un.*/Muhammad Dinul Haq (Madinah)