Hidayatullah.com-Hari Jumat (15/04/2016) adalah hari yang paling di tunggu oleh para pelajar Akademi Benaa Ulama Internasional di Istanbul.
Sudah menjadi tradisi bahwa khatib yang akan mengisi ceramah Jumat merupakan ulama-ulama besar dari berbagai negara.
Banyak tokoh tokoh besar dunia Islam yang terjadwal sebagai khatib, sebut saja Dr.Muhammad Musa Syarif (Arab Saudi), Dr. Djamal Abdussatar (Mesir), Dr. Ujail An-nasymi (Kuwait), dan masih banyak lagi.
Alhamdulillah pada Jumat ini, bertepatan 15 April 2016, Akademi Benaa Ulama kedatangan seorang alim asal negara Sudan. Adalah Dr.Abdul Hayy Yusuf, ulama yang sangat masyhur di negara yang terkenal dengan Sungai Nil itu.
Syeikh Hayy Yusuf tercatat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Ulama Sudan, Ketua Majma’ Fiqh Sudan dan Ketua Bidang Wawasan Keislaman Universitas Khourtoum.
Sampai sekarang aktif dalam berbagai seminar keislaman di berbagai Negara.
Kunjungannya ke kota tua dua benua dalam rangka menjadi tamu kehormatan muktamar pemuda dan pemikiran, Multaqaa Syabab Istanbul yang berlangsung tanggal 12-17 April 2016 diprakarsai oleh Yayasan Al-Bayan.
Di sela sela padatnya acara, Syeikh Hayy Yusuf menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi ke kampus Akademi Benaa Ulama.
Tanpa membuang kesempatan, pihak akademi memintanya menjadi khatib sekaligus imam.
Dalam khotbah Jumat berjudul “optimisme” itu, ia menyihir jamaah dengan bahasa yang indah dan gaya penyampaian yang memukau.
Setelah menyelesaikan sholat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan acara santap siang bersamanya.
Ada peristiwa menarik ketika Sang Syaikh yang sangat terkenal di Dunia Arab ini datang terlambat sehingga kehabisan tempat duduk. Maklum ruangan dapur umum akademi yang terbatas, namun tanpa sungkan duduk berdesakan dengan para santri.
Setelah santap siang, acara lanjutan adalah tatap muka dan tanya jawab dengan para mahasiswa.Banyak nasehat nasehat emas yang beliau berikan, sebagai bekal untuk thalibul iIlmi.
“Ikhlas kepada Allah wahai anakku, dan hendaknya setiap kalian bertanya kepada dirinya, mengapa dan untuk apa ia tinggalkan kampung dan keluarganya?” demikian pesan doktor lulusan Universitas Khourtoum ini terasa menghujam di telinga para santri.
Syeikh Hayy Yusuf memberi indikasi keikhlasan yaitu Alqabuul (diterimanya oleh umat Islam). Syeikh Hayy juga menceritakan tentang Imam Nawawi –rahimahullah – dan karangan spektakulernya Riyadhussolihin. Juga Imam Malik –rahimahullah– dengan karyanya Al-muwatho’.
“Banyak setelah mereka ulama -ulama yang mengarang kitab dengan judul yang sama namun tidak diketahui kemana rimbanya,” lanjutnya.
Di akhir pertemuan, Syeikh Hayy Yusuf memberi pesan kepada seluruh pelajar untuk memberi perhatian lebih kepada ilmu sejarah Islam, terkhusus Sirah Nabawiyah.
“Jadikan ilmu-ilmu ini darah dan daging kalian, bacalah di pagi maupun petang, karena sesungguhnya ilmu ini adalah sumber kebahagian dunia dan akhirat kalian! ” pesannya sambil menyalami para santri.*/kiriman Muzhirul Haq (Turki)