Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Israel Kembali Penjarakan Syeih Raed Salah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Mei 2016 08:23 8:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Mei 2016 08:23
Bagikan
Syeikh Raed Salah (Raid Shalah) menunjukkan senyumnya Syeikh Raed meski divonis selama 9 bulan oleh Zionis
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Ahad (08/05/2016) Ketua Harakah Islam di Palestina yang terjajah Syeikh Raed Salah (Raid Shalah) memulai masa tahanannya yang sudah belasan kali dipenjara penjajah Zionis Israel.

Syeikh Raed divonis selama 9 bulan atas atas khutbahnya di Wadi al-Joz di Yerusalem Timur bulan Pebruari tahun 2007.

Pemimpin Gerakan Islam Palestina 1948 dianggap bersalah  karena selama ini vokal membongkar dan menyiarkan berbagai rencana jahat penjajah Zionis Israel terhadap Masjidil Aqsha.

Usai putusan pengadilan, Syeikh Salah meninggalkan kampung halamannya Umm al-Fahm di wilayah Wadi Ara dalam sebuah konvoi dan tiba di Penjara Kedar Ohalei dekat Beersheba.

Dikutip   Anadolu Agency tak lama sebelum penahanannya, Salah – yang merupakan ikon perlawanan Palestina – menyuarakan penentangannya.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

“Penjara tidak akan mengubah keyakinan lama saya dan keyakinan mutlak bahwa pertahanan Yerusalem (al-Quds) dan Masjid Al-Aqsa adalah hak prerogatif bagi umat Islam di seluruh dunia,” katanya.

Ia bahkan meminta semua umat Islam mendatangi Masjid Al-Aqsha untuk membuat kehadiran mereka di sana merasa setiap hari, ujarnya dikutip Kantor Berita Palestina (WAFA).

“Mereka [Israel] ingin menjaga saya keluar dari Yerusalem dan jauh dari Masjid Al-Aqsha dengan mengunci saya, tapi saya akan terus berada di jalan ini sampai kejatuhan Israel dan pendudukan ini,” tambah Salah.

Salah mengatakan dirinya tidak takut penjara dan ia yakin dirinya akan muncul lebih kuat dari sebelumnya. Ia  menambahkan,  setiap hukuman penjara yang ia terimanya sebagai penganiayaan politik.

Baca juga

Syeikh Raid Shalah: “Dengan Nyawa dan Darah, Kami Merdekakan Al-Aqsha”

Syekh Raid Shalah: “Hanya Dua Pilihan, Hidup Mulia Atau Mati Syahid!”

Pada bulan Maret 2014, Pengadilan Israel memutuskan bersalah  dengan tuduhan “hasutan” dan menjatuhkan hukuman delapan bulan penjara padanyaa.

Oktober lalu, sebuah pengadilan distrik Israel memvonisnya penjara 11 bulan – keputusan ini membuat pengacaranya mengajukan banding.

Pada tanggal 18 April lalu,Pengadilan Tinggi di kota Al-Quds yang terjajah atau Yerusalem menolak permohonan bandingnya  namun mengurangi masa hukuman 11 bulan menjadi sembilan bulan.

Syeikh Raed Salah adalah tokoh Palestina yang lahir di wilayah Palestina yang terjajah 10 tahun sesudah diproklamasikan berdirinya negara palsu Israel di atas tanah suci Palestina Mei 1948.

Sepanjang hayatnya,  ulama yang dijuluki sebagai “Syeikhul Aqsha ini melawan penjajahan tanpa senjata. Ia terus menyebarluaskan foto-foto perusakan penjajah zionis terhadap Masjidil Aqsha, mendata dan menyebarluaskan informasi mengenai desa dan kota Palestina yang diratakan dengan tanah oleh penjajah sejak tahun 1948.

Syeikh Raed juga membangkitkan kembali gerakan belajar bahasa Arab fushah (bahasa resmi yang merujuk tata bahasanya ke Al-Quran) ke generasi muda Palestina. Sesuatu yang dicegah secara sistemik oleh penjajah zionis.

Akibat berbagai gerakannya itu, Syeikh Raed berkali-kali disekap di penjara zionis.

“Gerakan Islam berakar dalam hati nurani rakyat Palestina, tidak dapat dihentikan oleh keputusan rasis,” tambahnya.

Raed percaya bahwa kebijakan Zionis-Israel ditujukan untuk mempermalukan orang-orang Palestina dan memaksa mereka untuk menerima penaklukan mereka dengan negara Yahudi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al QudsisraelMasjidil AqshapalestinaRaed SalahSyeikh Raid ShalahZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dalam Melahirkan Generasi Cinta Ilmu, Mental Guru jadi Penentu
Tulisan selanjutnya 13 Anggota Elit Garda Revolusi Iran Dikabarkan Tewas di Aleppo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?