Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

9 Tahun Berkarir, Kini Aku Bahagia jadi Ibu Rumah Tangga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Juni 2016 10:08 10:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juni 2016 10:00
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

SEBAGAI orang yang lahir di sebuah kota kecil di Jawa Barat, aku termasuk orang yang punya obsesi tinggi untuk masa depan. Hal itu mendorong tekad belajarku cukup tinggi, hingga akhirnya aku bisa duduk kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung yang menjadikanku layak menjadi seorang guru matematika.

Begitu menyandang sarjana pendidikan, aku pun berupaya sekuat tenaga, kesana kemari mencari pekerjaan, sampai akhirnya aku bisa diterima di sebuah sekolah negeri di Jakarta. Kala itu, senang sekali rasa hati, mengingat dalam usia muda aku sudah bisa bekerja, mengamalkan ilmu dan membantu kehidupan keluarga. Apalagi, ujroh yang aku terima tiga kali lipat dibanding dengan teman-teman yang mengajar di asalku.

Namun, sebagai Muslimah, aku berupaya sekuat tenaga memegang prinsip bahwa soal rizki adalah bagian dari ketetapan-Nya. Selama sembilan tahun bekerja menjadi guru, aku belum pernah berubah status dari guru honorer menjadi PNS. Bukan tidak ada tawaran, tetapi, menurutku menjadi PNS dengan cara yang salah akan membuat hidupku jauh dari berkah. Padahal, kalau aku mau, kedua orang tuaku berstatus sebagai PNS di pemda kelahiranku, tetapi, apalah arti dunia dibanding harus mengorbankan kejujuran.

Singkat cerita, aku pun menikah dan kini telah dianugerahi dua orang putri. Kelahiran putri pertama berjalan normal, dalam artian aku tetap bisa berkarir dengan profesiku. Namun, keadaan mulai berubah, kala lahir putri keduaku. Empat tahun berjalan, aku pun menyerah, karena putri keduaku begitu aktif dan menuntutku harus betul-betul esktra dalam menjaganya. Akhirnya, aku pun pasrah kepada Allah, demi masa depan anakku, aku rela berhenti menekuni karir yang sekian lama kuperjuangkan.

Putri keduaku memiliki sifat yang tidak sama dengan kakaknya, ia selalu seolah ingin mengatur dan tidak mau lepas dariku sebagai ibunya. Setiap kali mau berangkat, putri keduaku selalu ribut karena minta ini, minta itu dan intinya dia tidak mau kulepaskan. Pada akhirnya, setelah bermusyawarah dengan suami, mungkin ini adalah tanda dari Allah bahwa aku mesti merawat dia secara utuh.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Pada awalnya aku stress, meningat setiap hari biasa beraktivitas, kemudian menjadi aktif hanya di rumah saja. Hal ini benar-benar sangat sulit bagiku.

Untuk mengatasi rasa stres, aku pun meminta suami membelikan peralatan kue, akhirnya dalam senggang waktu mengasuh anak, aku habiskan energi dan waktuku untuk membuat kue.

Tetapi, Alhamdulillah, setelah enam bulan berjalan aku mulai nyaman dan bangga menjadi ibu rumah tangga bagi keluargaku. Ibu yang 24 jam siap sedia dan setia mengasuh anak-anakku. Ada sebuah perasaan lega, yang andai ini dirasakan oleh mereka yang asyik dan terobsesi dengan karir, kebahagiaan ini benar-benar tidak akan mereka rasakan, padahal di sinilah kunci kebahagiaan seorang wanita yang sekaligus seorang ibu, yakni mengasuh anak-anak mereka sendiri di rumah.

Hanya saja, memang berat di awal, tetapi kita harus punya prinsip. Menurutku dari setiap masalah yang kita terima, yakinlah Allah Subhanahu Wata’ala selalu punya rencana yang lebih indah buat kita. Apalagi kala syariat-Nya mengharuskan wanita mengabdi kepada-Nya dengan mengurus keluarga, tentu sangt membahagiaakan di sana.*/ Seperti diceritakan oleh Jane kepada hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakkarisrumah tanggasuamiwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Teladan Salaf dalam Berinteraksi dengan Ramadhan
Tulisan selanjutnya 206 Juta Dolar Digelontorkan untuk Promosi Kebencian terhadap Muslim AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?