Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

206 Juta Dolar Digelontorkan untuk Promosi Kebencian terhadap Muslim AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Juni 2016 10:23 10:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juni 2016 10:15
Bagikan
Hasutan untuk membenci Muslim Amerika dan Islam telah menjadi bisnis jutaan dolar, berdasarkan laporan yang dirilis pada Senin.
Bagikan

Hidayatullah.com–Dewan Hubungan Amerika Islam dan Universitas California Berkeley melaporkan 74 kelompok yang berkontribusi pada islamophobia di AS. Hasutan untuk membenci Muslim Amerika dan Islam telah menjadi bisnis jutaan dolar, berdasarkan laporan yang dirilis pada Senin.

Dirilis oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) dan Pusat Ras dan Gender Universitas California Berkeley, laporan itu menyebut 74 kelompok yang mereka katakan berkontribusi dalam menyebarkan Islamophobia di AS. 33 kelompok diantaranya mempunyai tujuan utama “untuk menyebarkan prasangka, atau kebencian terhadap Islam dan Muslim”.

Kelompok inti, diantaranya Abstraction Fund, Clarion Project,David Horowitz Freedom Center, Middle East Forum, American Freedom Law Center,Center for Security Policy,Investigative Project on Terrorism, Jihad Watchand Act! for America, telah mendapat dana hampir sebesar 206 juta dollar antara tahun 2008 dan 2013, laporan itu mengatakan.

Corey Saylor, penulis laporan itu dan direktur departemen monitor dan perlawanan Islamophobia CAIR, mengatakan: “Kebencian yang kelompok-kelompok ini danai dan sebarkan memiliki konsekuensi yang nyata seperti serangan-serangan terhadap masjid di seluruh negara dan hukum baru yang mendiskriminasikan Muslim di Amerika.”

Saylor menambahkan bahwa Center for Security Policy dan Act! For America mempunyai dampak yang paling besar, karena mereka mencoba untuk mendorong retorika anti-Muslim mereka melampaui yang terdahulu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dua kelompok di daftar yaitu Center for Security Policy dan David Horowitz Freedom Center, telah memberi hadiah pengakuan pada Jeff Sessions, seorang senator AS dari Alabama yang menjabat sebagai komite penasihat keamanan nasional Trump dan kemungkinan dipilih menjadi wakil presiden oleh Trump.

Pada Senin, berita utama di website David Horowitz Freedom Center ialah “Muslim diberi hak istimewa membunuh 49 orang di Orlando”, merujuk ke penembakan massal pada 12 Juni di sebuah klub malam LGBT Orlando oleh Omar Mateen, seorang Muslim Amerika dari Port St Lucie, Florida.

Dua penasihat kebijakan luar negeri Trump lainnya memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok yang disebutkan dalam laporan CAIR-UCB tersebut. Center for Security Policy menulis Joseph Schmitz sebagai rekan senior; Walid Phares dilaporkan bekerja di jajaran Act! for America.

The Guardian menghubungi Brigitte Gabriel, pendiri Act! for America, dan Center for Security Policy, yang dipimpin okeh Frank Gaffney, yang pernah menjadi penasihat keamanan nasional Ted Cruz selama kampanye kepresidenan senator Texas itu. Kedua kelompok tersebut belom merespon ketika diminta konfirmasi.

Kantor Senat Sessions dan kantor kampanye Trump juga tidak berkomentar mengenai hal itu.

Act! for America Education menjalankan Proyek Thin Blue Line, database informasi yang dilindungi dengan password mengenai komunitas Muslim di AS. Berdasarkan website kelompok itu, proyek tersebut “memberikan edukasi dan konten informasi mengenai persoalan yang berhubungan dengan keamanan nasional dan terorisme serta bagaimana panggilan Jihad mempercepat asal tumbuhnya terorisme”.

Pada sebuah artikel yang diterbitkan pada 2 Juni, Stephen Piggott dari Southern Poverty Law Center menulis bahwa komponen utama Proyek Thin Blue Line ialah “Peta Penunjuk Lokasi Radikalisasi … yang menbuat daftar alamat setiap Asosiasi Pelajar Muslim (MSA) di negara itu serta jumlah masjid dan institusi Islam – semua didaftarkan sebagai ancaman keamanan nasional”.

Laporan CAIR-UCB itu juga melacak proposal hukum anti-Islam, yang mereka katakan telah menjadi hukum resmi di 10 negara bagian, dan tercatat 78 insiden pada tahun 2015 di mana masjid menjadi target seranga. Saylor mengatakan hal ini merupakan jumlah serangan pada masjid tertinggi dalam setahun sejak CAIR memulai pencatatan pada 2009.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CAIRDewan Hubungan Amerika-IslamislamophobiaMuslim AmerikaPromosi Kebencian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 9 Tahun Berkarir, Kini Aku Bahagia jadi Ibu Rumah Tangga
Tulisan selanjutnya mossad bunuh diri Gangguan Bipolar Picu Bunuh Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?