Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Tiga Wanita Berperan Besar dalam Hijrah Nabi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2023 16:34 4:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2023 16:45
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Selain para sahabat Nabi, ada juga para sahabiyah (sahabat perempuan) pemberani yang memiliki peran besar selama proseh hijrah dari Makkah menuju Madinah

Hidayatullah.com | “ADAKAH wanita muslimah punya peran dalam peristiwa Hijrah dalam Islam?” Pertanyaan itu terkadang berputar-putar di ruang pikiran.

Asal tahu saja, setiap awal Muharram tiba atau lebih dikenal dengan perayaan hijrah, kita begitu identik dengan kisah hijrah Nabi Muhammad ﷺ bersama seorang sahabat laki-laki.

Semua yang diceritakan memang berani melakukan hijrah yang begitu besar demi Islam. Ketahuilah bahwa ternyata selain laki-laki, ada juga sahabat perempuan yang pemberani dan sholehah selama hijrah.

Tak terbayangkan betapa kuatnya kekuatan mereka meninggalkan Makkah menuju Madinah demi keyakinan masing-masing.

Baca Juga

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari
Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat
Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI
Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Ada tiga sosok wanita hijrah yang hebat. Mari kenali mereka:

1. Asma’ binti Abu Bakar RA

Beliau adalah anak dari Saidina Abu Bakar, salah seorang sahabat yang melakukan perjalanan ke Madinah penuh dengan ranjau.

Bayangkan ketika wanita hebat yang dikenal dengan julukan Zat an-Nitaqayn (yang memakai ikat pinggang) meninggalkan Makkah, beliau membawakan makanan dan perbekalan untuk Nabi ﷺ dan ayahnya yang bersembunyi di Gua Tsur.

Saat itu Abu Jahal dan kroninya sedang memburu Nabi ﷺ untuk membunuhnya.  Betapa bahaya dan bahayanya perjalanan yang Asma tempuh.

Sendirian merenungkan kegelapan malam, mendaki bukit dengan benjolan tajam, apalagi saat itu dia sedang hamil! Namun, Asma’ yang berhati mulia itu rela mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Abu Jahal menduga Asma’ terlibat dalam penyembunyian Nabi Muhammad ﷺ. Kemudian, laki-laki itu mendekati Asma’ dan memaksanya untuk memberitahukan keberadaannya.

Namun, Asma’ hanya diam saja. Sadar perbuatannya itu tidak membuat putri Khalifah Islam pertama itu takut, Abu Jahal kemudian menampar Asma’ dengan keras hingga kalung yang dikenakannya terlepas.

Asma’ dengan selamat melahirkan bayinya yang merupakan anak pertama dari komunitas Muslim di Madinah begitu sampai di kota tersebut.

2. Ummu Salamah RA.

Banyak orang mengenalnya sebagai salah satu istri Nabi ﷺ. Ummul Mu’minin menikah dengan Baginda Nabi Muhammad ﷺ pada tahun keempat Hijrah.

Sebelum hijrah ke Madinah, Beliau terlebih dahulu hijrah bersama mendiang suaminya dari Makkah ke Abyssinia (Ethiopia) demi agama.

Bagi Ummu Salamah, hijrah ke Ethiopia berarti meninggalkan rumah dan seluruh keluarga. Melepaskan tradisi turun temurun dan kehormatan untuk sesuatu yang baru, semua demi mengejar ridha dan pahala AAllah SWT.

Beliau pernah kembali ke rumahnya di Makkah, tetapi memutuskan untuk berhijrah lagi. Kali ini, keluarga mereka pergi ke Madinah.

Sayangnya, beliau dan suami serta anak-anaknya dipisahkan karena tentangan keluarga. Selang beberapa waktu, Ummu Salamah dibebaskan dari keluarganya.

Beliau melanjutkan niatnya untuk hijrah ke Madinah. Bermodalkan hanya mengandalkan Allah SWT, Ummu Salamah rela berpergian bersama anaknya meski menghadapi berbagai resiko.

Di tengah perjalanan, wanita pemberani itu bertemu dengan ‘Utsman bin Talhah ‘Abdari. Akhirnya hijrahnya didampingi oleh ‘Utsman dengan penuh hormat hingga sampai di tujuannya.

3. Aisyah RA.

Beliau adalah anak pertama yang lahir di komunitas Muslim di Makkah. Itulah sebabnya beliau masih muda ketika hijrah ke Madinah.

Meski demikian, tidak menghalangi istri Nabi ﷺ ini untuk berhijrah.

Ketika Nabi Muhammad ﷺ memilih ayahnya, Abu Bakar RA untuk menemaninya di Gua Tsur, Aisyah dipercaya untuk membawakan dua ekor unta untuk Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar tiga malam kemudian.

Setelah perjalanan berakhir, rupanya bahaya yang mereka hadapi tidak berhenti sampai di situ. Setibanya di Madinah, Abu Bakar dan Bilal jatuh sakit.

Bahkan, konon air di Madinah berbau busuk sehingga Aisyah bertemu dengan Nabi ﷺ dan berdoa agar Madinah mencintai mereka seperti mereka mencintai Makkah dan masih banyak lagi.

Memang benar, hijrah menuntut pengorbanan yang tidak terbagi. Mungkin semua ujian itu untuk mensucikan diri kita dari dosa-dosa masa lalu agar proses peralihan itu stabil dan berjalan dengan sempurna.

Mari kita sama-sama mengambil pelajaran dari hijrahnya Nabi ﷺ dan para sahabatnya pada tahun 622 M untuk menyebarkan Islam, selain menanggalkan ancaman bangsa Arab Quraisy yang berimbas pada penyebaran agama suci ini.*/ Nurulfatiha Muah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinehijrahSahabat Nabisahabiyahwanita muslimah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diberitakan jadi Beking Ponpes Al Zaytun, Mantan Kabakin, Hendropriyono Akhirnya Bicara 
Tulisan selanjutnya 31 Peserta Ikuti Sertifikasi Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal yang Diselenggarakan Pusat Halal Unair dan Juleha Jatim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Pustaka

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka

4 Mei 2026 11:13
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Pustaka

Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah

22 April 2026 22:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?