Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Ramadhan Berlalu, Kembali ke Masa Depan

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 April 2025 14:51 2:51 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 April 2025 15:26
Bagikan
Bagikan

Manusia yang beriman percaya bahwa batas masa depannya adalah akhirat. Inilah oleh-oleh pendidikan Ramadhan

Oleh: Uus Sugema

Hidayatullah.com | BULAN Ramadhan telah berlalu. Tidak terasa, bulan yang penuh berkah, rahmat dan maghfiroh itu telah meninggalkan kita.

Rasanya baru kemarin pula kita sama-sama mengikuti tarawih pertama berjamaah di masjid.  Pintu-pintu neraka kini dibuka kembali dan setan-setan pun dilepaskan dari belenggu-belenggunya.

Sejalan dengan itu kemuliaan-kemuliaan amal yang berlipat ganda dicabut kembali. Pahala Umroh yang tadinya disetarakan dengan Haji dikembalikan sebagaimana mestinya.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Pahala shalat rawatib tidak lagi seperti sholat fardlu. Pahala shadaqoh tidak lagi disamakan dengan zakat. Dan pahala fardlu tak lagi berlipat tujuh puluh.

Seiring dengan gema takbir Idul Fitri, dosa orang-orang yang beriman atas kemurahan Allah dikembalikan bersih dari dosa. Seperti bayi yang baru lahir.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

فَمَنْ صَامَهُ وَاَقَامَهُ اِ يْمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلِدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa berpuasa dan beribadah malam karena iman dan mengharap akan Allah, niscaya ia keluar dari dosanya seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah).

Dari sinilah, barangkali kita sering mendengar diantara kita  saling mengucapkan:

مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِيْن وَٱلْمَقْبُولِينَ

“Semoga kita termasuk orang-orang yang dikembalikan oleh Allah (‘pada posisi nol’), orang-orang yang beruntung, dan orang-orang yang diterima amal ibadahnya”.

Syawal: Peningkatan dan Muhasabah

Sekarang kita sudah berada di bulan Syawal, Pada bulan ini kita disunahkan mengerjakan Shaum 6 hari, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ اَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَذلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka itulah puasa sepanjang masa.” (HR. Muslim dari Abu Ayyub).

Syaikh Hasbi Ash Shiddiqy dalam bukunya “Pedoman Puasa” mengatakan bahwa diantara faedah mengerjakan puasa sunah selama 6 hari di bulan syawal adalah seperti puasa sepanjang masa, menyempurnakan kekurangan puasa Ramadhan.

Semoga kita tidak melewatkan kesempatan tsb dan juga kesempatan-kesempatan lainnya berupa shaum-shaum sunnah yang dianjurkan kepada kita, semata-mata untuk lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya (Taqorrub ilallah) dan bukti aktualisasi hasil riyadlah Ramadhan sehingga semangat ibadah juga perjuangan semakin meningkat.

Tidak ada salahnya bila kita tandai kalender hijriyah kita pada hari-hari  Senin, Kamis, tanggal 14-15-16 (hari putih), 1 s/d 8 Dzulhijjah, 9 Dzulhijjah (hari Arafah), 9 Muharram (hari Tasu’a), 10 Muharram (hari Asyura) agar hari-hari tersebut tidak berlalu dalam sepi, tanpa catatan Malaikat mulia yang kelak akan menjadi surat-surat yang berharga di negeri akhirat.

Hari akhirat adalah suatu kepastian yang bakal terjadi. Itulah negeri yang menjadi batas pengembaraan manusia. Walaupun batas itu nampaknya tiada bertepi.

Manusia yang beriman saja yang percaya bahwa batas masa depannya adalah sampai akhirat. Oleh karena itu, mereka tidak membatasi cita-cita dan harapannya sebatas menjadi dokter atau ahli komputer, orator atau auditor, insinyur atau direktur, jenderal atau admiral, juga pejabat atau konglomerat.

Itu bukan cita-citanya, akan tetapi hanya sekedar wasilah atau tempat kerja buat mempertahankan hidupnya.

Sebab pikirannya menerawang jauh menembus langit menerobos ruang dan waktu hingga ke masa depan yang pualing jauh sekali, yakni negeri akhirat.

Demikianlah memang yang diperintahkan Allah سبحانه وتعالى dalam QS. Al Qashash 77:

وابتغ فيمآ ء ا تك الله الدار الأ خرة ،  ولا تنس نصيبك من الدنيا

“Dan carilah pada apa yang akan dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.”

Orang-orang beriman yang telah menggantungkan cita-citanya di atas langit yang terjauh, tidak akan mudah terpesona oleh tipuan dunia. Bukan berarti ia membenci dan meninggalkan dunia. Ia sadar bahwa kakinya berpijak di bumi.

Bahkan ia sangat sadar sekali bahwa bumilah yang menjadi ajang perjuangannya guna mencapai cita-citanya.

Dengan kesadaran bahwa hidup yang sesungguhnya itu di akhirat, maka kehidupan dunia, sebagaimana dinyatakan Rasul ﷺ adalah sebagai   مزرعة الأخرة   (ﷺah atau ladang akhirat), tempat menanam kebaikan untuk dituai hasilnya nanti di akhirat.

Jelas sekali bahwa ada keterkaitan yang sangat erat antara bagaimana cara atau corak kita menjalani hidup di dunia saat ini dengan kehidupan kita di akhirat nanti. 

Pertanyaannya, cara hidup di dunia seperti apa yang bisa menjamin kebaikan hidup di akhirat kelak? 

Tentu saja cara hidup yang sesuai dengan yang telah digariskan oleh Sang Pencipta dunia maupun akhirat dan yang telah dicontohkan utusanNya yakni Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Tegasnya, cara hidup sesuai dengan syariat-Nya.

Dengan demikian bagi seorang muslim, syariat memiliki posisi yang sangat sentral. Ia menjadi panduan dalam berbuat serta tolok ukur dalam menilai baik dan buruk.

Pada sisi lain Allah سبحانه وتعالى mengingatkan, kesadaran bahwa orientasi perjalanan hidup seorang muslim adalah akhirat tidaklah berarti boleh mengabaikan usaha untuk meraih dunia.

Memang, kehidupan yang hakiki adalah di akhirat nanti, tapi hidup yang riil adalah di dunia sekarang ini, sehingga kehidupan dunia tetap harus dijalani dengan sebaik-baiknya.

Aturan hidup Allah سبحانه وتعالى Sang Pencipta Dunia ini mendorong manusia untuk meningkatkan kualitas kepribadian, pengetahuan dan keahlian mereka secara terus menerus guna meraih keberhasilan di segala bidang.

Baik aspek material, mental maupun spiritual, dalam konteks kehidupan individual maupun komunal. Keberadaan Risalah Islam yang diturunkan Allah justru memang untuk mengatur hidup manusia di dunia, bukan di akhirat.

Dan keagungan risalah Islam akan tampak dari tegaknya peradaban unggul yang dibangun oleh manusia-manusia muslim dengan landasan ajaran Islam itu.

Salah besar bila ada seorang muslim menjauhi dunia, yang disebut uzlah, withdrawl (menarik diri) atau apapun istilahnya dengan alasan untuk meraih akhirat.

Sikap eskapis (melarikan diri) seperti itu sama sekali tidak dibenarkan. Itu hanya dalih saja untuk menutupi semacam keputusasaan jiwa yang gagal dalam menghadapi tantangan kehidupan dunia.

Juga sangat berbahaya karena kontra produktif terhadap semangat mewujudkan keunggulan Islam di semua segi.  Tanpa disadari, sikap-sikap seperti itu turut memberi andil dalam kemunduran peradaban Islam.

Dalam iklim kompetisi, sikap seperti itu juga tidak mendorong semangat meraih keunggulan. Akibatnya, umat Islam akan terus terpinggirkan di semua lapangan kehidupan dan tertindas kelompok lain. Seperti yang saat ini terjadi. Wallahu a’lam.*

Komunitas Hijrah Jakarta Timur

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhirat. pendidikanBulan Ramadhanmanusia beriman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Anggota Parlemen Inggris Ditahan oleh Israel
Tulisan selanjutnya Jumlah Warga Palestina Syahid akibat Genosida ‘Israel’ mencapai 50.669

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?