Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Ahok dan Pengingkaran Keberagaman

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2016 09:02 9:02 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Oktober 2016 09:02
Bagikan
Demo Tolak Ahok
Bagikan

Oleh: Sumardi

PANCASILA lahir dari konsesus bersama,  atas maraknya diskusi dan debat soal ideologi Negara, antara para pendiri bangsa sejak awal mula kemerdekaan.

Keberagaman kita sebagai anak bangsa, kembali diperkuat dengan semboyan  Bhineka Tunggal Ika. Kita terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Dalam bentangan itu, ada banyak agama, suku dan budaya didalamnya. Hanya Pancasila yang menyatukan kita dalam bingkai NKRI. Dan Pancasila adalah panggung bersama untuk identitas yang berbeda – beda.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Karenanya, keberagaman ini mesti dijaga dan dipelihara. Jangan biarkan rumah kita terusik dengan kata – kata kasar yang memancing isu SARA.

Mengenai ucapan Ahok yang memancing reaksi ulama dan umat Islam, diskusinya sudah mulai menggeser dari substansi persoalan.

Muncul isu bahwa videonya harus di nonton full, jangan setengah – setengah. Mau di jungkir balik pun isi videonya tetap sama. Kemudian muncul lagi, ini soal interpertasi makna ayat yang berbeda – beda dari para ulama.

Lalu belakangam muncul isu bahwa MUI terlibat dalam politik praktis. Ini penggiringan opini untuk melemahkan posisi MUI sebagai majelis berkumpulnya ulama dan zua’ma.

MUI mempunyai kewajiban untuk menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi umatnya. Termasuk ketika ada ujaran kebencian dan penistaan ayat – ayat Al-Quran oleh Ahok.

Persoalan ini menjadi bias ketika timses Ahok menarik persoalan ini ke ranah politik. Padahal, secara empirik masalahnya adalah, umat Islam dan MUI tidak terima terkait ucapan Ahok. Karenanya kemudian, mereka melaporkanya ke aparat penegak hukum.

Dalam penafsiran itu boleh saja berbeda – beda cara pandangnya, tapi tidak menghilangkan substansinya makna dan kandungan ayat tersebut.

Semua orang hargai keberagaman pendapat itu. Dalam konteks penafsiran Al – Quran di Indonesia, yang memiliki otoritas penuh secara konstitusi dalam menafsirkan  Al – Quran adalah Kementrian Agama.

Yang dipersoalkan umat ulama dan umat Islam adalah, Kenapa Ahok terlampau jauh menghina Islam dan ayat – ayat Al – Quran.

Benah bahwa Agama adalah soal privasi. Tapi ketika ia di jelek – jelekan didepan publik, dan dilakukan oleh pejabat Negara, hati siapa yang tidak tersayat dan tersinggung.

Realitas ini mengusik rasa keberagaman kita sebagai anak bangsa, yang multi agama,  etnis, ras dan budaya.

Saya termasuk orang yang terbuka dalam melihat keberagaman orang dalam memberikan pendapat terkait suatu persoalan namun, ketika ada yang berpendapat

Persoalan yang muncul kemudian adalah, ketika ada pejabat negara yang melakukan kesalahan fatal, kemudian ia minta maaf, lalu persoalan selesai. Ini bahaya dalam kehidupan bernegara.

Melaporkan Ahok ke jalur hukum, saya kira pilihan yang cerdas untuk menghindari benturan sosial akibat ulah bicara Ahok.

Tinggal sekarang kita dorong, pantau perkembangan kasusnya di Mabes Polri. Kita juga desak agar aparat penegak hukum bisa menangani soal ini dengan transparan dan profesioanal. Jangan sampai ada invisible hand dalam kasus yang sarat senstif ini.*

 Penulis adalah Presidium Wilayah KA KAMMI NTT

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokahok menghina alquranBasuki Tjahaja PurnamakafirSurat al Maidah ayat 51
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kegembiraan Siswa Luqman Al Hakim Sambangi Panti BJ Habibie
Tulisan selanjutnya Orang Kafir Mengolok-Olok Al-Qur’an [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?