Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Trend Pemuda di Era Milenial

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2020 09:45 9:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2020 09:45
Bagikan
Bagikan

Oleh: Annisa Pratiwi

 

Hidayatullah.com | Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hamba-Nya nikmat masa muda untuk menyebarkan agama yang hak. Sholawat serta salam senantiasa tercurah limpahkan selalu kepada Nabi akhir zaman dengan semangat tingginya dalam berdakwah yang diutus rahmatan lil’alamiin Nabi Muhammad ﷺ

Masa muda adalah masa yang labil, terutama dalam hal asmara. Seperti yang kita ketahui pada era milenial ini, mayoritas dari para kalangan remaja sangat senang dengan hal yang baru atau yang biasa disebut dengan trend terkini. Dari hal itu pula yang membuat para remaja mudah tertarik atau mungkin mengikuti trend tersebut.

Salah satu contoh trend atau gaya hidup remaja masa kini adalah ‘pacaran’, mereka menganggap bahwa pacaran adalah gaya anak sekolah atau trend masa kini. Padahal Allah ta’alaa telah berkata dalam firman-Nya :

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”  (QS: Al-Isra:32)

Lalu Bagaimana Nasib Negeri Tercinta?

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia yang telah merdeka 74 tahun lalu. Sayangnya, sebagian dari generasi muda saat ini belum memaknai sepenuhnya arti merdeka tersebut yang menjadi penyebab utama merosotnya akidah Islam dalam kehidupan mereka.

Pemuda yang tangguh adalah pemuda yang memahami kemerdekaan bangsa ini dengan menjadi hamba Allah yang sebenar-benarnya serta mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa ini dengan menjadi Muslim sejati yang selalu taat pada perintah Allah ta’alaa; menjauhi larangan-Nya dan juga menghapuskan penjajahan gaya baru, tidak sembarang ikut-ikutan sesuatu yang tidak ada manfaatnya tanpa mengetahui dalil yang merujuk pada perbuatan tersebut (taqlid). Seorang pemuda yang tangguh harus bersungguh-sungguh dan berpegang teguh pada agamanya dengan memiliki akhlak mulia dan akidah Islam yang hak dalam memajukan bangsa dan negara.

Pemuda Muslim juga harus membela agama dan negaranya dengan berdakwah agar masyarakat dapat membedakan sesuatu yang hak dan sesuatu yang batil. Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kita sebuah doa untuk memohon petunjuk agar tidak mengikuti sesuatu yang tidak benar jalannya dan tidak ada ajarannya dari beliau —ﷺ.

ربنا أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجثنابه

“Wahai Tuhan kami, tunjukkanlah kepada kami yang benar adalah benar dan berikanlah kami kemudahan dalam mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami yang salah adalah salah dan berikanlah kami kemudahan dalam menjauhinya.”

Perlu kita ketahui, dalam berdakwah dibutuhkan kesabaran, karena tidak setiap orang mau menerima dakwah. Sebagian dari manusia mau menerima dakwah dan itu sedikit sekali, sebagian lain tidak mau menerima dakwah, sebagian lain ada yang diam dan tidak peduli pada dakwah, sebagian lain ada yang benci terhadap dakwah dan marah jika dinasehati.

فاصبر صبرا جمىلا

“Bersabarlah dengan sabar yang indah.” (QS: Al-Ma’aarij:5)

Bersabar dalam berdakwah, karena sabar merupakan suatu kebahagiaan dan sabar adalah jalan para Nabi. Seperti Nabi Yusuf ‘alaihissalaam telah bersabar menghadapi beratnya fitnah wanita, Nabi Musa ‘alaihissalaam telah bersabar dalam menghadapi pemimpin yang dzalim, Nabi Ayyub ‘alaihissalaam telah bersabar dalam  penyakitnya, Nabi Zakariyya ‘alaihissalaam telah bersabar menanti kehadiran buah hati, dan begitu pula dengan Nabi Muhammad ﷺ yang telah bersabar dalam dakwahnya. Semua hal butuh kesabaran.

Sabar itu indah. Barangsiapa yang meninggalkan sabar dia pasti sengsara. Hidup itu sudah sulit dan kesabaranlah yang membuatnya mudah. Semakin banyak kita sabar semakin tenang hati kita.

Dari sini kita dapat simpulkan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan generasi penerus yang kuat. Bukan hanya kuat fisik, tetapi juga kekuatan hati yang dipenuhi dengan iman Islam, ikhlas dan ihsan dalam setiap perbuatannya. Pemuda yang menang yang mampu menahan dirinya dari segala hawa nafsu. Pemuda sukses yang berani berhijrah dan berpindah dari masa kegelaan menuju masa yang terang benderang. Pemuda yang berhasil adalah ia yang istiqomah pada jalan yang ia pilih.

Seorang pemuda yang beriman tau kepada siapa ia harus mencintai, karena seseorang yang mencintai akan cenderung kepada orang yang dicintainya dan cenderung mencontohnya. Maka lihatlah siapa yang kita cintai? Apakah kita mengidolakan seseorang yang sama sekali tidak mengetahui kita? Sebagai umat Islam jangan sampai kita salah dalam mencintai. Sudah sepatutnya bagi kita para pemuda Muslim dan generasi penerus ini untuk mencintai Rasulullah ﷺ para sahabat, dan para thabi’in radiyallahu ‘anhum karena merekalah qudwah yang sesungguhnya.

Zaman sekarang kita harus mencintai ulama karena merekalah orang yang paling dekat dengan Allah. Jika kita belum bisa menjadi ulama belum bisa menjadi orang sholih minimalnya kita mencintai mereka yang berusaha memperjuangkan dan mempertahankan syari’at Allah ta’alaa.

Bangkitlah wahai pemuda Muslim generasi penerus bangsa. Tinggalkan semua hal yang tidak ada manfaatnya agar tak menyesal di masa yang akan datang. Berjuang sekuat tenaga bersama umat ini dalam mempelajari kalam Ilahi untuk menyebarkan agama yang hak. Kokohkan ukhuwah dalam hati dengan meninggikan kalimat tauhid.

لا اله الا الله

“Tiada Tuhan selain Allah”

Penyejuk Hati:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Allah telah berjanji kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal sholih, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang sebelum mereka berkuasa”. (QS: An-Nur: 55)

Mutiara Hadits:

“Seseorang itu beserta orang yang dicintainya.” (HR. Bukhari dan Muslim).*

 

Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah Sukabumi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cintamilenialPemuda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Pemerintahan Libya yang Diakui secara Internasional Ingin Masuki Sirte ‘dengan Damai’
Tulisan selanjutnya Partai Erdogan Menyatakan Turki akan Tetap menjadi Negara Demokrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?