Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Pemuda Indonesia dan Pengkaderan ala Rasulullah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Desember 2019 09:59 9:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Desember 2019 09:59
Bagikan
Bagikan

PEMUDA adalah pewaris perjuangan. Merawat pemuda adalah memelihara peradaban. Demikianlah faktanya. Bahwa, dalam sejarah peradaban Islam, peran pemuda sangat penting dalam mengawal perjuangan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena begitu pentingnya pemuda ini, maka maju mundurnya sebuah peradaban ada di pundak pemuda.

Pemuda itu spesial, maka itu harus diperhatikan, karena dalam diri mereka tersimpan gelora yang membara. Ada fase dimana dorongan untuk melakukan sesuatu itu sangat kuat. Dalam bersikap dan bertindak. Dan ini adalah karakter pemuda. Jika dikelola dengan baik maka karakter tersebut akan menstimulus nilai positif, namun jika tidak maka karakter tersebut akan melahirkan nilai negatif.

Nah, pada fase tersebut bimbingan para pendahulu sangat dibutuhkan berupa nasihat atau motivasi yang positif. Sebab dengan bekal itulah pemuda kemudian bisa mengetahui kemana langkah mereka harusnya berjalan.

Sebab inilah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan kepada umatnya agar berlaku baik terhadap pemuda, menjaga dan membimbing mereka ke arah yang lebih baik.

“Aku wasiatkan kepada kalian terhadap pemuda-pemuda (angkatan muda) supaya bersikap baik terhadap mereka. Sesungguhnya hati dan jiwa mereka sangat lembut. Maka sesungguhnya Tuhan mengutus aku membawa berita gembira dan membawa peringatan. Angkatan mudalah yang menyambut dan menyokongku, sedangkan angkatan tua menentang dan memusuhi aku. Lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam membaca ayat Allah Ta’ala yang berbunyi; “mungkin sudah terlalu lama waktu (hidup) yang mereka lewati sehingga hati mereka menjadi beku dan kasar”.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Baca: Ustadz Abdurrahman Imbau Pemuda Beridealisme Kuat Bangun Indonesia

Rasulullah tahu betul bagaimana kualitas semangat pemuda itu. makanya beliau mewasiatkan agar semangat tersebut disalurkan ke arah yang baik. Betul-betul dikader dengan serius dan dengan cara yang sungguh-sungguh, karena pemuda merupakan pewaris perjuangan yang akan tegak berdiri di garda terdepan untuk memperjuangkan martabat mereka.

Dan benar. Ketika wasiat Rasulullah tersebut diadopsi dan diterapkan dalam mengkader para pemuda, maka pemuda tersebut akan menjadi pribadi yang tangguh dan sulit ditaklukkan. Buktinya, bisa kita lihat dalam lembaran-lembaran sejarah. Ada banyak pemuda yang berhasil berjuang dalam mempertahankan bangsa dan agamanya sebab pola didikan yang dilakukan pendahulu mereka menggunakan konsep Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Dalam sejarah peradaban Islam, ada nama Muhammad Al Fatih. Pemuda yang memiliki optimisme tinggi. Diusianya yang sangat muda yaitu 21 tahun, Muhammad Al Fatih berhasil meruntuhkan imperium Romawi Timur, yang merupakan benteng yang sangat kokoh kala itu.

Ada juga nama seperti Usama bin Zaid (18 tahun) pernah memimpin ribuan pasukan dalam misi membasmi nabi palsu yang menyesatkan manusia. Pun, Muhammad bin al-Qasim (17) jenderal kekhalifaan Umayyah yang menaklukkan wilayah Sindh dan Multan. Dan masih banyak lagi.

Pun dalam sejarah bangsa Indonesia, nama Jenderal Soedirman adalah salah satunya. Merupakan pahlawan yang mengagumkan, di usianya yang terbilang muda yakni 27 tahun beliau sudah menjadi pemimpin perang untuk mengusir penjajah dan menjadi jenderal besar di usia 31 tahun.

Gelora semangat pemuda ini pulalah yang ditangkap Bung Karno. Sehingga dengan nada optimis, lantang berteriak, “Berikan saya sepuluh pemuda maka kami akan menaklukkan dunia.”

Sekali lagi, terbentuknya karakter hebat tersebut karena konsep pengkaderan yang digunakan adalah cara pengkaderan Nabi atau anjuran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam mencetak generasi pelanjut sehingga menghasilkan pemuda yang ideal.

Baca: Syabab Hidayatullah Jatim Adakan Jambore Bela Negara

Maka dari itu, jika kita ingin menciptakan generasi yang tangguh, unggul, dan berkarakter maka pola seperti yang Rasulullah wasiatkan sangat wajib untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita. Dan itu harus dipersiapkan dari sekarang. Sebab dalam diri Rasulullah ada suri teladan yang baik.

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraannya). Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan (tutur kata) yang benar.” (QS: An-Nisa/4:9)

Menjelang Munas ke-7 Syabab (Pemuda) Hidayatullah, saya berpesan kepada pengurus Syabab periode berikutnya, agar senantiasa memperhatikan pola gerakan Rasulullah yang sudah terbukti ini. Yaitu dengan meniru kemudian menyusun konsep pengkaderan yang seragam, bukan hanya diterapkan di satu wilayah saja, namun menyeluruh di Indonesia.

Sehingga generasi yang lahir dari pengkaderan tersebut memiliki tujuan yang sama. Pemuda yang dikader di Jawa (misalnya) harus sama motivasinya dengan pemuda yang dikader di Sulawesi. Karena konsep yang dipakai dalam membetuk mereka adala konsep yang seragam tadi.

Konsep pengkaderan itu penting, agar pemuda kita tidak lagi banyak mengekor pada kultur yang bisa merusak idealisme mereka yang telah dibentuk sejak masa santri. Maka dari itu, diperlukan wadah atau tempat bagi mereka agar tetap terjaga semangat juangnya dari kemungkinan pengaruh yang buruk.

Sebab siapa lagi yang akan memikirkan itu kalau bukan kita.*

Ridwan | Aktivis Pemuda Hidayatullah di Makassar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:generasiMunas Syabab HidayatullahPemudapengkaderanrasulullahSyabab Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bupati Bogor Mau Wilayah Puncak Bebas dari Praktik Kawin Kontrak-Prostitusi
Tulisan selanjutnya NU Tegaskan Tak Setuju Majelis Taklim Harus Terdaftar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?