Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Kekerasan dan Jaminan Negara Atas Keamanan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2022 15:24 3:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Oktober 2022 15:24
Bagikan
Bagikan

Negara memiliki andil dalam menjaga keamanan terhadap kekerasan yang makin marak agar tidak menimbulkan pertanyaan “di manakah peran negara dalam menjamin rasa aman?”

Oleh: Anisa Fitri Mustika Bela

Hidayatullah.com | ADA peningkatan kekerasan yang dialami anak Indonesia sepanjang Januari 2022. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (KemenPPPA) melaporkan 797 anak yang menjadi korban kekerasan seksual sepanjang Januari 2022.

Jumlah tersebut setara dengan 9,13 persen dari total anak korban kekerasan seksual pada tahun 2021 lalu yang mencapai 8.730.  Ribuan anak yang mestinya mendapatkan perlindungan dan jaminan keamanan justru mengalami nasib naas yang akan menimbulkan trauma bagi mereka hingga dewasa.

Keluarga merupakan struktur terkecil masyarakat memiliki peran yang salah satunya menjamin rasa aman. Sayangnya peran itu hilang tatkala tragedi orang tua membunuh anaknya, orang tua melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya, dan tragedi anak mengalami kekerasan dalam rumah tangga kerap terjadi.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Apabila mencari jaminan keamanan di lingkungan masyarakat yang juga memiliki peran menjamin rasa aman tidak dapat terwujudkan lantaran lebih banyak lagi tragedi kekerasan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Lembaga keamanan dan kemasyarakatan yang mestinya bertugas sebagai pemberi perlindungan dan jaminan keamanan justru tidak menanggapi kasus kekerasan yang menimpa korban apabila tidak ada kesaksian dari pihak lain.

Seolah terkesan “Kerjaan saya sudah banyak ngapain Saya mengurusi kasus yang belum jelas ada saksinya atau tidak”. Hal inilah yang membuat korban takut melaporkan kepada pihak lain. Apalagi media turut berperan membocorkan tragedi yang mereka alami yang membuat korban takut kekerasan yang menimpanya tersebar sebagai aib baginya.

Memang terkadang ada kejadian dimana masyarakat turut andil membantu korban apabila kekerasan tertangkap basah warga sekitar, walaupun berakhir dengan warga main hakim sendiri hingga menimbulkan permasalahan lainnya. Seolah warga tidak percaya dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Seperti yang terjadi pada saat seorang suami membunuh istrinya di Jalan Mandala By Pass yang kepergok warga dan langsung dihajar oleh warga sekitar yang lewat dan menyaksikan hingga mengalami luka berat. Baru setelah masalah membesar, personil Percut Sei Tuan langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pasangan suami istri serta membawanya ke rumah sakit Bhayangkara Medan. 

Dimanakah jaminan negara atas keamanan?

Negara sebagai struktur terbesar dalam masyarakat memiliki andil dalam menjaga keamanan. Tragedi kekerasan yang makin marak terjadi di semua kalangan baik anak-anak, remaja dan dewasa menimbulkan pertanyaan besar “dimanakah peran negara dalam menjamin rasa aman?”

Mengingat negara seharusnya berperan sebagai raa’in dan junnah bagi semua rakyatnya. Termasuk dalam membina masyarakat agar menjadi pribadi yang beriman dan berkepribadian Islam sehingga tidak akan berani melakukan kejahatan karena keimanannya yang meyakini bahwa Allah melihat segala hal yang terjadi termasuk tindakannya.

Menjadi masyarakat madani sebagaimana masyarakat yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ yang selalu melakukan ‘amar makruf nahi mungkar yakni nasehat-menasehati dalam kebaikan dan menjauhi kekufuran. Sehingga tercipta tatanan sosial yang meminimalisir tindak kekerasan.

Masyarakat madani yang disebut adalah masyarakat madinah setelah membaiat Rasulullah ﷺ sebagai nabi dan rasul serta pemimpin di tengah-tengah mereka. Yang diteruskan sepeninggal Rasulullah ﷺ oleh para sahabatnya yang memiliki keteguhan iman dan pemahaman yang menyeluruh terkait hukum syariat Islam, yakni para khulafaur rasyyidin. Dan terus berlanjut hingga kekhilafan yang terakhir yakni Khilafah Utsmaniyyah.

Masyarakat seperti itu tidak akan bisa terwujud dalam pusaran ideologi kapitalisme yang dengan paksa diterapkan di negeri-negeri kaum muslim termasuk Indonesia. Kapitalisme menjadikan manusia individualis dan abai terhadap sesamanya, tidak mau menasehati dan tidak mau dinasehati.

Bertindak mengikuti hawa nafsu dianggap suatu kebebasan dan bukan kesalahan walaupun tindakan sudah menyimpang bahkan menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.

Kapitalisme yang lahir dari rahim peradaban Barat setelah mereka mencampakkan Tuhan dengan menyamakannya sebagai pembuat jam yang mana seorang pembuat jam hanya menciptakan jam, tetapi setelah selesai dibuat maka tidak ada lagi campur tangan si pembuat jam.

Hingga banyak dari mereka berupaya menihilkan peran Tuhan dalam kehidupan. Padahal, si pembuat jam pasti membuat aturan cara pemakaian dan perawatan jam tersebut agar tidak mudah rusak dan mati.

Begitupun Tuhan telah menurunkan seperangkat aturan kepada manusia melalui perantara Malaikat Jibril kepada Rasulullah ﷺ yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah. Yang mana apabila manusia mau mengikuti dan menjalankannya maka kehidupannya di dunia dan akhirat akan selamat.

Keamanan akan terjamin dalam sebuah keluarga, masyarakat bahkan negara. sebagaimana terjaminnya keamanan pada masa pemerintahan Islam. Namun, bila tidak mau tunduk dan menjalankannya maka bersiaplah dengan kesengsaraan, kerusakan dan kejahatan yang muncul di darat dan di laut.

Biar sejarah yang berbicara bagaimana kokohnya keamanan dalam Daulah Islam yang menerapkan syariat Islam secara Kaffah. Pada tahun 837, al-Mu’tasim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi. Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri terlihatlah sebagian auratnya.

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah al-Mu’tasim Billah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu Kota Ammuriah (Turki). Seseorang meriwayatkan bahwa panjang barisan tentara ini tidak putus dari gerbang Istana Khalifah di Kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki), karena besarnya pasukan.

Catatan sejarah menyatakan bahwa ribuan tentara Muslim bergerak di bulan April 833 Masehi, dari Baghdad menuju Ammuriah. Kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama lima bulan hingga akhirnya takluk ditangan Khalifah Al-Mu’tasim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi. Pembelaan kepada muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Amuriah dari jajahan Romawi.Wallahu’alam bi shawwab.*

Alumni FIS, Universitas Negeri Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:artikel kekerasan dalam rumah tanggakasus kekerasan dalam rumah tanggakekerasan anakkekerasan fisik pada anak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Dubai Sita 436 Kilogram Narkoba
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah: Indonesia Bukan Milik Satu Golongan, tapi Untuk Semua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?