Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Posisi Insan Media Muslim dalam Kancah Perang Opini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2016 08:53 8:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2016 08:53
Bagikan
Bagikan

Oleh: Maya Ummu Azka

 

Diakui atau tidak, media telah menjadi alat kontrol masyarakat. Terlebih dalam era kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat. Berbagai arus informasi mengepung dari segala penjuru, kapanpun dan di manapun.

Apa yang dipropagandakan secara masif oleh media, itulah yang akan menjadi opini umum di masyarakat. Sesuatu yang remeh bisa jadi besar ketika media mengangkat dan membesarkannya. Salah satu contoh adalah bagaimana Presiden AS, Barrack Obama memanfaatkan media sebagai ajang mendongkrak popularitas. Bahkan tak dapat dipungkiri kemenangannya merupakan buah keberhasilan kampanye melalui media. Kemudian langkah inipun digunakan oleh Tim Sukses Jokowi untuk memenangkan kursi orang nomer satu di Indonesia.

Dimana Posisi Media?

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Setia[ media pasti mengklaim netral, namun faktanya jelas terlihat adanya keberpihakan. Baik keberpihakan pada otoritas penguasa ataupun penyandang dana.

Naasnya, hingga kini Yahudi masih menjadi pemegang kekuasaan atas media massa, baik skala internasional maupun lokal. Ini sejalan dengan Protokol ke 12 Gerakan Zionis.

Theodore Hertzl (wartawan Yahudi), peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 pun mengatakan, “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia.”

Penguasaan Yahudi terhadap media massa bisa terlihat dari fakta banyaknya kantor-kantor berita yang dikuasai atau menjadi corong mereka. Misalnya: Reuters (Inggris) yang dibentuk Julius Powell (Yahudi), AFP (Prancis) dan AP (AS), ABC yang  Dirut Pelaksananya Leonard Goldenson dan Direktur Entertainmennya Stuart Bloomberg (Yahudi), CBS yang oleh didirikan William S. Paley (Yahudi Rusia), Fox News yang didirikan Rupert Murdoch (Yahudi Australia) pada 1996.

Termasuk pula media sosial Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckenberg, seorang Yahudi.

Peran Insan Media Muslim

Di Indonesia, apapun ide perjuangan penegakkan syariat senantiasa diterima kurang simpati oleh media massa mainstream.  Bahkan mereka senantiasa berusaha mengaburkan ide islam dan menebar opini negatif terhadapnya.

Media sebagai alat propaganda yang efektif diharapkan mampu memberikan pencerdasan politik di tengah masyarakat, bukan menjadi corong kepentingan rezim neolib, penjajah asing atau malah menebar gaya hidup yang merusak.

Keberadaan media di tengah kebobrokan sistemik saat ini sangat dibutuhkan untuk mengarahkan masyarakat pada Islam sebagai pegangan kebenaran. Jika opini Islam ini disebarkan secara masif pada akhirnya akan membangun kesadaran masyarakat.

Jihad Media

Memang benar, media besar dunia saat ini dikuasai Yahudi yang berideologi kapitalisme. Namun kita tidak boleh diam saja dan berputus asa. Justru kondisi ini harus dijadikan cambuk bagi para insan media muslim untuk berdakwah melalui media secara cerdas dengan lebih kencang.

Bukankah Allah Subhanahu Wata’ala telah berfirman

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٍ۬ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَيۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّڪُمۡ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمۡ لَا تَعۡلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعۡلَمُهُمۡ‌ۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَىۡءٍ۬ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ (٦٠)

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS al-Anfal [8]: 60).

Keimanan pada Allah menuntut insan media muslim  mengerahkan segenap daya dan kekuatan dalam menyuarakan kebenaran Islam di kancah perang opini ini. Keimanan  pula yang mendorongnya untuk mengoptimalkan peran media sebagai mikrofon untuk memperbesar gaung dakwah. Dan itu jua lah yang seharusnya membentengi insan media muslim dari iming-iming kenikmatan dunia yang akan menggerus idealisme mereka.

Untuk itu, insan media muslim harus senantiasa mengasah kepekaan berpikir serta membangun  kesadaran politiknya. Dalam artian memahami problematika masyarakat serta meyakini syari’ah dan khilafahlah solusi tuntas atas seluruh permasalahan itu. Dengan demikian, ujung-ujung pena mereka akan selalu siap menjadi amunisi yang senantiasa menyuarakan kebenaran dan mengungkapkan kebathilan. Allahu a’lam bi shawwab.*

Penulis peminat masalah sosial keagamaan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahjihad mediaMedia massaopiniperang opini
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis Desak Proses Hukum Pelaku Penganiayaan Jamaah Masjid Al Hasanah oleh Oknum TNI AU
Tulisan selanjutnya Foto Omran, Bocah Aleppo Korban Kekejaman di Suriah jadi Sorotan Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?