Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Benarkah Koalisi Parpol Islam (tak) Dikehendaki?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 April 2014 10:00 10:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 April 2014 09:50
Bagikan
Pertemuan tokoh di rumah Ida Hasyim Ning, istri pengusaha Padang Hasyim Ning di Jalan Cikini Raya 24
Bagikan

Oleh: Robigusta Suryanto

BEBERAPA hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 April 2014 di sebuah rumah bekas pengusaha asal Padang yang bernama Hasyim Ning di jalan Cikini 24, Jakarta Pusat sedang berkumpul sejumlah tokoh Islam dari ormas dan Parpol berbasiskan Islam.
Menurut panitia, setidaknya sekitar 20-an tokoh yang diundang, namun kenyataannya hanya beberapa saja yang memenuhi undangan tersebut. Menurut pantauan hidayatullah.com, di antara tokoh yang hadir, yakni Bachtiar Nasir (inisiator), K.H Cholil Ridwan (moderator), H Amidhan (MUI), Dr Amien Rais, Azwar Abu Bakar, Anis Matta, Fahri Hamzah, Emron Pangkapi, dan Dr Hidayat Nurwahid dan perwakilan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Acara yang diprakarsai oleh Tim Pelaksana Koalisi Politik Islam yang diketuai Bachtiar Nasir ini awalnya dinilai sebagai respons dan tindak-lanjut dari peraihan suara Parpol Islam signifikan cukup kuat.  Apalagi desakan umat Islam agar partai-partai Islam atau partai-partai berbasis Islam bersatu cukup tinggi. Perolehan partai Islam bahkan dinilai menjungkirbalikan lembaga-lembaga survey yang selama ini cukup ‘tak menghendaki’ partai Islam hidup.

Bachtiar Nasir mengatakan, keinginan koalisi parpol Islam didasari desakan dari arus bawah ormas-ormas Islam yang menginginkan parpol Islam bersatu untuk mengusung pasangan capres. Mengenai figur yang akan diusung, Bachtiar menyebutkan ada beberapa nama yang bisa menjadi tokoh sentral koalisi, antara lain Jusuf Kalla, Mahfud MD, Rhoma Irama, Ahmad Heryawan, Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid.

Langkah inisiator koalisi ini bukanlah pertama. Pertemuan Cikini sesungguhnya tindak lanjut dari  “Musyawarah Kepemimpinan Nasional”di AQL Islamic Center, jalan Tebet Utara 1 nomor 40, Jakarta Selatan, Senin (14/04/2014).

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Kala itu sejumlah tokoh umat hadir, di antaranya KH Cholil Ridwan (Ketua MUI), KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i (ulama Betawi), Muhammad al-Khathath (Sekjen Forum Umat Islam), Dr Adian Husaini (tokoh MIUMI), Zaitun Rasmin, LC (pimpinan umum Wahdah Islamiyah), Abu Jibril (Wakil Amir Majelis Mujahiddin), Habib Muchsin Al-Atas (Ketua Umum FPI), Muchdi Purwoprandjono (mantan Danjen Kopassus), dan MS Ka’ban (Ketua Umum Partai Bulan Bintang). Dua nama terakhir datang agak terlambat.

Sebelum masuk ruang ‘pertemuan Cikini’, Amien Rais mengatakan bahwa pertemuan ini untuk kepentingan seluruh masyarakat Indonesia. Kala itu, ia mengeluarkan istilah  ‘Poros Indonesia Raya’, poros yang lebih luas dari kalangan Islam, begitu ia menyebutkan.

“Kalangan nasionalis, jadikan ini sebagai presentatif. Hindu, Budha, Konghucu, dan Kristen silahkan masuk. Tetap acuannya Pancasila dan UUD 1945,” ucap Mantan Ketua MPR RI ini.

Ia berharap, jika parpol berbasis Islam ingin berkoalisi alangkah baiknya saling sepaham dan saling peka. “Saling bertransformasi. Saling setel,” tambahnya di saat usai acara.

Hal yang sama juga disampaikan  Sekretaris Majelis Penasehat Pusat PAN Azwar Abu Bakar. Ia menyampaikan jika untuk persatuan dan kesatuan bangsa tetaplah valid. Dengan adanya pertemuan ini, menurutnya yang lebih penting adalah persamaan visi dan misi lebih dulu. Dan jika memang adanya persamaan, koalisi akan terjadi. Di samping itu ia berpesan, jika terjadinya koalisi Parpol Islam dijamin tidak akan  adanya perlakuan eksklusif.

“Untuk persatuan itu selalu validitas, Satukan visi lebih dulu. Jika terjadi, koalisi ini tidak akan ada yang eksklusif,” ucap Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada awak media malam itu.*/bersambung menariknya Anis Matta…

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:koalisiMenuju Koalisi Partai Islampartai Islampersatuanporos tengahUkhuwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Saksi Tidak Menguasai Alat Bukti
Tulisan selanjutnya FORKAMI Menilai Kasus Adam vs Senkom Kasus Kecil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?