Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

PKI, Indonesia, dan China [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Januari 2017 05:09 5:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Januari 2017 16:40
Bagikan
Peta Jalan Sutera
Bagikan

Oleh: Beggy Rizkiyansyah

 

SAAT ini, hampir setiap hari kita menerima informasi soal Partai Komunis Indonesia (PKI) dan komunisme di media sosial. Bahaya PKI, menduga rezim pemerintah sekarang adalah PKI atau komunis. Benarkah demikian? Benarkah pemerintah sekarang adalah komunis? atau dipengaruhi PKI?

Mari kita coba melihat isu ini dengan fakta, bukan informasi yang disebut-sebut A1 atau sumber rahasia, atau semacamnya. Pemerintah saat ini, yang pasti bukan berideologi marxis-leninis. Bahkan ideologi ini secara resmi masih dilarang oleh undang-undang. Begitu pula sistem politiknya. Saat ini pemerintah terdiri dari koalisi berbagai partai, dari partai berideologi nasionalis sampai partai yang memiliki segmen pemilih muslim seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pemerintah saat ini bukan pula diktatur proletariat atau sistem satu partai. Lantas bagaimana dengan kebijakannya? Apakah kebijakan pemerintah seperti negara komunis?

Saat ini yang jelas faktor-faktor produksi dalam negeri tidak dikuasai oleh negara. Negara komunis adalah negara yang sentralistik. Faktor-faktor produksinya dikuasai oleh negara. Di Indonesia saat ini, justru kebalikannya, banyak dari faktor produksi termasuk sumber daya alam dikuasai atau dikelola oleh perusahaan multinasional asing. Properti atau tanah dikuasai oleh segelintir korporasi swasta. Bahkan belum lama ini, salah satu menteri mengatakan akan mengizinkan pihak asing untuk menguasai pulau-pulau di Indonesia. Belum lagi ide presiden untuk memberi kesempatan pada orang asing untuk menduduki posisi puncak di BUMN.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Pemerintah saat ini juga perlahan-lahan mencabut subsidi listrik bagi rakyat. Perlahan mengurangi persediaan BBM bersubsidi. Harga-harga tanah tak dikendalikan. Penentuan harga ditentukan oleh mekanisme pasar. Yang terasa justru saat ini pemerintah meneruskan kebijakan liberalisasi ekonomi. Ini jelas bukan ciri-ciri penganut atau terpengaruh komunisme. Lantas dimana komunisnya?

Sepanjang 1917-1971, Ideologi Komunis Telah Membantai 120 Juta Orang

Jika ada yang menyebut beberapa orang dalam lingkaran istana adalah aktivis ‘kiri.’ itu pun jadi pertanyaan? apakah aktivis ‘kiri’ itu berpengaruh? Atau dia malah terpengaruh arus besar di istana? Bukankah pada era Presiden Susilo B Yudhoyono kemarin ada juga mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dikenal ‘kiri’ yang jadi staf khusus? Kursi empuk seringkali membuat orang meninggalkan idealisme lamanya, nampaknya begitu pula yang terjadi saat ini.

Sikap pemerintah saat ini yang represif dan memojokkan umat Islam dan ulama disebut-sebut sebagai sikap rezim komunis. Perlu diketahui, sikap semacam ini bukan saja pernah terjadi pada saat PKI menempel pada rezim orde lama, tetapi dipraktekkan tak kalah keji saat rezim orde baru. Aktivis islam ditangkapi. Dihembuskan isu ‘komando jihad.’ Politik Islam dipinggirkan. Beragam peristiwa berdarah yang membuat umat Islam jadi korban, seperti misalnya Tragedi Tanjung Priok juga terjadi pada saat rezim orde baru.

Jika saat ini muncul beberapa foto orang-orang menggunakan baju bergambar palu arit, apa ini berarti orang-orang komunis sudah memenuhi Indonesia? Jika ada beberapa orang Indonesia mengaku bergabung dengan ISIS apa ini berarti ISIS sudah mempengaruhi pikiran umat Islam di Indonesia? tentu saja tidak.

Komunis Bangkit dalam Wajah Baru, Banyak Generasi Muda Tak Mengenalinya

Satu faktor lagi yang membuat orang mengaitkan pemerintah saat ini dengan komunis(me). Yaitu begitu condongnya pemerintah saat ini dengan Pemerintah China (RRC).

Tak bisa dipungkiri, Negara China (RRC) saat ini adalah salah satu negara dengan kekuatan ekonomi dan politik yang kuat. Bukan Indonesia saja yang saat ini dipengaruhi oleh China. Tetapi ada banyak negara lainnya seperti Sri Lanka, Kamboja, Zimbabwe, Angola dan lainnya. Hegemoni China ini perlu dipahami dengan melihat ekspansi mereka. Hegemoni China ini merupakan bagian dari ambisi global mereka terkait dengan proyek Jalur Sutra baru mereka menembus Eropa (http://www.spiegel.de/international/world/china-is-building-new-silk-road-to-central-asia-and-europe-a-1110148.html) dan Jalur Sutra Maritim (http://www.spiegel.de/international/world/china-increasing-overseas-ambitions-with-maritime-silk-road-a-1110735.html).

Dengan kekuatan uangnya, State Capitalism ala China dapat mempengaruhi negara-negara yang membutuhkan dana untuk proyek infrastruktur, termasuk Indonesia. Proyek-proyek ini pula yang membuat yang kita perlu khawatir agar hegemoni China (RRC) atas negara kita agar jangan sampai berakhir seperti Sri Lanka. Sri Lanka meminjam dana dari China untuk membangun salah satu bandara, namun akhirnya bandara ini gagal, dan menjadi salah satu bandara tersepi di dunia. Terjerat hutang, jalan keluarnya adalah perusahaan asal China mendapatkan penguasaan atas beberapa proyek di Sri Lanka (http://www.forbes.com/sites/wadeshepard/2016/07/31/china-to-sri-lanka-we-want-our-money-not-your-empty-airport/#489790bd1169).

Menariknya, utang besar Sri Lanka dari China juga untuk pembiayaan memerangi pemberontak Macan Tamil yang berpaham Maois. Negara Komunis China membiayai pemusnahan pemberontak yang berpaham Mao-is yang terinspirasi Mao Tse Tung, Bapak Komunis China. Jadi jika sebuah negara dicengkram oleh China lewat hutang bukan berarti negara tersebut akan di-komunis-kan. Alih-laih, negara yang terjerat hutang menjadi negara satelit demi memuluskan hegemoni dan ekspansi China.* (BERSAMBUNG)

Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ideologi marxis-leninisIndonesia dan ChinakomunismePartai Kebangkitan BangsaPartai Komunis IndonesiaPartai Rakyat DemokratikPKI dan IndonesiaPRD
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengawasan Syariah dan Keunggulan Bank Syariah
Tulisan selanjutnya Ini Penyebab Hoax Tetap Marak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT

Berita
18 Agustus 2026 12:20
‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam
Pejabat Senior Iran Sebut Isu Gaza Jadi Syarat Pembukaan Selat Hormuz
Tangkap Dua Pelaku Promosi Miras Pakai Ayat Al-Quran, Polisi: Masih Kami Periksa

Terbaru

  • Persatuan Ulama Muslim Internasional Sambut Pakta Pertahanan Mekkah, Serukan Aliansi Umat Islam
  • Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
  • 19 Kota di Dunia Gelar Aksi Demo, Desak Blokade Gaza Segera Dibuka
  • Data Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka-Luka
  • Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali
  • 7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
  • ‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?
  • Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
  • Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?