Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kita Masih Terjajah, Apa Yang Kita Lakukan?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Desember 2014 14:39 2:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Desember 2014 14:39
Bagikan
Ilustrasi: Teroris siapa yang mengebom Hiroshima?
Bagikan

Oleh: Akbar Novriansyah

PADA tahun 2004, publik dikejutkan dengan terbitnya buku berjudul, “Confession of an Economic Hit Man” yang ditulis oleh John Perkins, mantan agen NSA. Buku yang menguak deal-deal ekonomi merugikan, lobi-lobi, spionase, tindak-tanduk bawah tanah agen-agen “negara polisi dunia” terhadap beberapa peristiwa pembunuhan dan penggulingan kekuasaan sejumlah pemimpin negara berkembang. Termasuk beberapa peristiwa di Indonesia dibuka di buku ini.

Komentar apologetik muncul dari pemerintah yang diwakili oleh Sebastian Mallaby, anggota Dewan Hubungan Internasional (Council of Foreign Relations). Dia mengatakan, “Dia itu pengarang teori konspirasi, orang angkuh yang menjual cerita-cerita yang tidak masuk akal”. Ala kulli hal, bahasan-bahasan Perkins tentang peristiwa-peristiwa di Indonesia khususnya memang mengisyaratkan adanya campur tangan “asing”.

Tahun 2006, pakar politik kebangsaan Amerika, John Mearsheimer dan Stephen Walt menulis buku “The Israel Loby”. John Mearsheimer mengatakan “Amerika Serikat selalu mendukung Israel dengan beragam cara. Memberi mereka bantuan baik secara militer maupun ekonomi, yang dihitung kasar sebanyak 3 milyar dolar/tahun. Meskipun Israel menolak fakta bahwa ia adalah negara kaya yang paling banyak mendapat bantuan daripada negera lain di dunia”.

Richard Perle, mantan penasehat Presiden Bush berkomentar, “Para cendikiawan ini membuat tulisan yang menjijikkan, yaitu suatu dugaan bahwa orang-orang Jerusalem memasang kekang kuda pada institusi Pemerintah (Amerika Serikat, -pen). Tidak ada bukti akan hal itu, saya rasa mereka sedang mencari-cari cara untuk melindungi reputasi mereka dengan melakukan riset mendalam, yang sebenaranya mereka sendiri tidak bisa mempertahankannya”.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Enam tahun kemudian tepatnya tahun 2010, sebuah penerbitan Turki, Hakikat Kitabevi, meluncurkan buku berjudul “Confession of British Spy and British Enmity Againts Islam”. Dalam buku ini banyak diungkap strategi-strategi politik penggerogotan Khilafah Turki Utsmani, baik dari dalam maupun luar Turki. Tentu saja pihak-pihak yang disinggung dalam buku ini, banyak melakukan pembelaan dengan pernyataan-pernyataan apologetiknya.

Dapat disimpulkan sementara bahwa kebanyakan dari statemen-statemen apologetik pihak-pihak yang kontra ini cenderung emosional, irrasioanal, dan terkadang tidak ilmiah. Ibarat kata seperti marah spontan seorang maling dituduh maling.

Akhir-akhir ini banyak cendikiawan Amerika mengajak untuk membuka mata lebar-lebar akan kejahatan yang dilakukan negaranya sendiri. Satu contoh Graham E. Fuller, mantan wakil ketua RAND, yang dulunya sangat loyal kepada pemerintah. Dia menulis buku yang berjudul “A World Without Islam” (Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam).

Fuller banyak membuktikan dan bahkan menentang teori-teori Samuel P. Huntington, seniornya di RAND dulu. Seperti pula pendapat umum dunia barat tentang sudah tidak ada lagi yang namanya imprealisme (penjajahan) terhadap dunia ketiga. Dia berpendapat bahwa imprealisme dewasa ini berevolusi menjadi suatu bentuk hegemoni kuat.

Neo-imprealisme tetap kuat di Dunia Islam karena ada dua alasan. Pertama, karena banyak wilayah di Dunia Islam yang sangat penting secara geostrategi akan sumber-sumber energi dan rute transportasinya (pipa-pipa minyak dan jalur-jalur perdagangan laut di negara-negara muslim,-pen). Kedua, karena ia memang merupakan wilayah terakhir tempat masih banyak penguasa yang lemah dan gampang ditekan.

Meskipun bentuk-bentuk langsung penguasa asing telah lama hilang, mekanisme-mekanisme modern mencakup subsidi besar dari Amerika Serikat –terutama dalam kasus Mesir—menggunakan mekanisme pinjaman yang dikendalikan Amerika Serikat melalui Bank Dunia, penjualan peralatan militer, dukungan diplomatic, kehadiran pangkalan militer, campur tangan politik secara berkala, manipulasi kebijakan regional sebagai sarana untuk menekankan, ancaman-ancaman militer, dan hampir-hampir kebungkaman atas pelanggaran kebebasan sipil dan hak asasi manusia di negara-negara ini.

Semua kebijakan ini akhirnya bersifat kontraproduktif karena menimbulkan amarah di negeri-negeri bersangkutan, memperlemah harkat penguasa-penguasanya, dan merangsang pemberontakan-pemberontakan lokal.

Jenis campur tangan ekonomi-politik jangka panjang ini nampak suatu bentuk yang lebih kasar di Timur Tengah dari pada di hamper semua bagian lain dunia. Sejak awal “Perang Global Melawan Teror”, intervensi ini memperluas dan memperdalam akar-akarnya, sehingga mendidihnya emosi dan mempersulit penyelesaian.”

Kita masih terjajah baik secara pemikiran, politik, ekonomi dan kebudayaan. Mari kita bangkit semua potensi yang mampu kita lakukan. Wallahu a’lam bishowab.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikabaratislampolitikteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemkot Balikpapan Sepakat Tolak Imigran Syiah
Tulisan selanjutnya “Mitos Santa Claus dan Pelestarian Penjajahan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?