Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Antisipasi: Mencegah ‘Makar PKI’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 September 2017 16:06 4:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 September 2017 16:06
Bagikan
politbiro
"Dibuat berdasarkan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para pelaku penyiksaan..."
Bagikan

Oleh: AlfianTanjung

 

SEORANG tokoh tua Partai Komunis Indonesia (PKI) berkata,  “Jika saya mati, sudah tentu bukan berarti PKI mati bersama kematian saya, tidak sama sekali tidak, walaupun PKI sudah rusak berkeping-keping, saya tetap yakin ini hanya bersifat sementara dan dalam proses sejarah, nanti PKI akan tumbuh kembali, sebab PKI adalah anak zaman yang dilahirkan oleh zaman” (Sudisman, CC-PKI dalam sidang Mahmilub 1967, dalam buku Menangkal Kebangkitan PKI, Strategi Menjaga Keutuhan NKRI, Alfian Tanjung, Taruna Muslim Press, hal 25).

Pernyataan tokoh muda PKI, “Partai sudah berdiri, well 31 tahun terkubur, dibantai, dihina, dibunuh, dilarang, diawasi, dikhianati, sekarang dibangun kembali”. (Buku Harian Dita Indah Sari, 16 April 1996).

***

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Sejak dinyatakan bubar pada tahun 1966 dan diperkuat oleh UU no 27/1999, tidak ada alasan yang bisa dibenarkan eksisnya gerakan komunisme di Indonesia, baik PKI yang asli, termasuk dengan PKI berwajah lain. Dari dua pernyataan generasi pengurus PKI yakni Sudisman, sebagai pengganti DN Aidit dan Dita Indah Sari, kader PRD sebagai penjabat Publik.

Baca: Presiden Jokowi Terima Kunjungan Partai Komunis Tiongkok

Bisa kita pahami bahwa memang PKI terus bergerak, karena kader PKI, warga PKI dan simpatisan tidak menggenal bubar atau mati, yang mereka pahami adalah pasang naik dan pasang surut.

PKI dilahirkan 23 mei 1920 dan PKI memastikan eksis kembali pada HUT PKI ke -100 dalam bentuk PKI pada tahun 2020. Sejak pemilu 2004, kader PKI bergerak secara percaya diri, sejak MK mengamandemen pasal 60 g dan UU pemilu no. 12 tahun 2003.

Tiga Kelalaikan Kita

Gerakan berbau PKI dengan berbagai bentuk dan agenda mereka terjadi karena kelalaian kita. Hal ini harus segera diakhiri, kita harus mencegah, deteksi dini, amputasi dini dan perkokoh konstitusi.

Kelalaian pertama, pemerintah sejak reformasi 1998, Indonesia menjadi negara liberal tanpa filter, sehingga era reformasi menjadi momentum PKI untuk kembali. Pemerintah harus segera kembali pada konstitusi.

Kelalaian kedua, kelalaian kaum tua, yakni para “orang tua” termasuk yang mengalami keganasan PKI dengan tidak melakukan pewarisan wawasan sejarah, terutama kekejaman gerakan PKI. Termasuk kelalaian kaum tua adalah “membiarkan” gerakan PKI tumbuh kembali, baik karena kesenggajaan, keterlenaan atau ketidaksadaran juga karena keabaian.

Baca: PKI, Indonesia, dan China [1]

Kelalaian ketiga, kelalaian kaum muda diawali dengan pola sikap instan dan sikap EGP (emang gue pikirin/acuh tak acuh). Pola sikap kaum muda disatu sisi, sikap kaum tua disisi lain dan sikap pemerintah yang ada sangat memberi peluang dan ruang untuk gerombolan PKI untuk berjualan ideologi atheis dan anti Tuhan.

Seputar Langkah Eksis PKI

Berikut ini ada 10 tahapan eksisnya Partai Komunis Indonesia (PKI):

Langkah pertama, penataan gerakan dengan ladasan KOK (kritik auto kritik).

Langkah kedua, kemunculan kelompok-kelompok studi dari mahasiswa kiri pasca malari 1974.

Langkah ketiga, memunculkan isu-isu kerakyatan yang kemudian di provokasi dan di advokasi.

Langkah keempat, pemantapan idiologi perjuangan komunisme, kaderisasi, infiltrasi dan penguasaan sentra-sentra strategis.

Langkah kelima, kemunculan lembaga formal, dari LSM ormas, hingga partai.

Langkah keenam, penguasaan jaringan diberbagai aspek kehidupan masyarakat.

Langkah ketujuh, muncul secara terbuka, deklarasi Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan penerbitan buku-buku PKI.

Langkah kedelapan, amandemen UU pemilu no. 12 tahun 2003 pasal 60 g, yang memudahkan kader PKI masuk legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Langkah kesembilan, kemunculan kader-kader PKI diberbagai acara.

Langkah kesepuluh, situasi dan kondisi yang secara langsung atau tidak langsung menyuburkan berkembangnya paham idiologi komunis dikalangan masyarakat Indonesia.

Baca: Muncul Usulan Pemutaran Kembali Film G30S/PKI

Indikasi bangkitnya PKI cukup banyak, bahkan sangat banyak. Diantaranya:

  1. Ditiadakannya pemutaran film G30S-PKI diawal
  2. Dihilangkannya kata PKI dari G30S pada 2004.
  3. Gencarnya penerbitan berupa buku setelah terbitnya “Aku Bangga jadi anak PKI, 2002”, terbit buku “Anak PKI masuk parlemen, 2005”.
  4. HUT PKI secara terbuka pada tahun 2015.
  5. Simposium PKI di Jakarta 18-21 april 2016 di Aryaduta Jakarta.
  6. Masih banyak

Antisipasi: Kewajiban negara dan warganegara

Kudeta 1948 dan pemberontakan G30S-PKI 1965 merupakan fakta sejarah. Apakah kita akan membiarkan mereka melakukan untuk yang ke-3 kalinya?

Untuk itu negara secara konstitusi masih kokoh dengan Tap MPRS/XXV/1966 dan UU no. 27/1999 harus dipertahankan, disosialisasikan dan ditegakkan.

Sementara, warga negara yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa secara sadar harus menolak terhadap upaya-upaya menjadikan komunisme/atheis sebagai pandangan hidup bermasyarakat dan bernegara.*

Penulis adalah pegiat perlawanan terhadap gerakan Komunisme/PKI.  Artikel ini ditulis di penjara, refleksi dan antisipasi menjelang peringatan G30S-PKI 1965

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AlfianTanjungDita Indah SariDN AiditG30S-PKIPartai Komunis IndonesiaPartai Rakyat DemokratikPKIPRDSudisman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengacara: Alfian Tanjung Didakwa Ulang, Jelas-jelas Tak Ada Dasar Hukumnya
Tulisan selanjutnya Bank Islam Turki Kuveyt Sumbang $ 286.000 kepada Muslim Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?