Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Apakah Pers Islam Akan Hilang?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2021 14:24 2:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Desember 2021 11:20
Bagikan
Ilustrasi Pers dan Media Islam
Bagikan

oleh: Mahladi

Hidayatullah.com | SIANG pekan lalu, ada yang bertanya ke saya untuk tujuan penelitian S2. Katanya, “Bagaimana peluang pers Islam pada masa depan? Apakah akan hilang?”

Saya tak bisa langsung menjawab pertanyaan tersebut. Saat itu, saya tengah mengikuti rapat yang akan berakhir menjelang magrib. Baru pada malam hari, setibanya di kamar kerja, saya membalas pesan sang si penanya seperti ini:

“Kalau sampai menghilang, ya tidak. Sebab, pers Islam adalah pers yang mengusung ideologi, bukan semata bisnis. Pers dipakai sebagai alat dakwah dan alat perjuangan. Hanya saja wujudnya mungkin berubah, dari cetak menjadi online. Perubahan wujud ini bukan hanya dialami media Islam tapi juga seluruh media pada umumnya.”

Beberapa hari kemudian saya merenungi kembali jawaban tersebut. Apa sih yang dimaksud pers Islam? Apakah media pers yang dimiliki ormas Islam atau tokoh Islam? Apakah media pers yang menyajikan konten-konten Islami? Apa pula yang dimaksud konten Islami? Apakah konten yang berisi ayat al-Qur’an dan Hadits?

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Coba kita urai dulu satu persatu. Jika pers Islam adalah media yang banyak menyajikan konten-konten Islami, bagaimana bila ia masih menyajikan gambar ilustrasi wanita yang tidak berjilbab namun masih dianggap sopan menurut budaya Timur? Apakah ia tetap terkategori pers Islam?

Bagaimana pula dengan media-media besar yang belakangan banyak sekali menyajikan konten-konten kajian Islami, baik berupa doa, fiqih, muamalah, ibadah, hingga siroh (sejarah)? Detik.com, misalnya, banyak sekali mengupas kajian Islami. Bahkan, sekadar niat shalat dan doa masuk kamar mandi saja, dikupas oleh situs ini. Apakah dengan begitu Detik.com terkategori situs Islam?

Apa pula konten Islami? Apakah konten yang mengungkap fakta, bukan hoax, terkategori Islami meskipun tak ada ayat Qur’an dan hadits di dalamnya? Bukankah Islam juga sangat menganjurkan kejujuran dan membenci kebohongan (hoax)?

Bagaimana pula dengan konten-konten edukatif? Apakah tidak termasuk Islami padahal Islam sangat menganjurkan umatnya untuk belajar? Begitu juga konten-konten yang banyak mengungkap kejahatan korupsi dan kecurangan, apakah tidak terkategori Islami? Bukankah Islam mengutuk keras kejahatan-kejahatan seperti itu?

Apakah konten yang memuat sebagian fakta (bukan hoax) dan menyembunyikan sebagian fakta yang lain, terkategori Islami? Apakah konten yang berbasis fakta namun tak memiliki manfaat seperti ghibah terkategori Islami? Ini semua harus dirumuskan terlebih dahulu.

Saya sendiri menganggap media Islam harus mengandung 3 unsur sekaligus. Pertama, media yang dimiliki oleh orang Islam atau organisasi/kelompok Islam. Kedua, media yang seluruh isinya mengemban misi dakwah, mengajak kepada kebaikan (maruf) dan mencegah kemungkaran. Ketiga, media yang dikelola secara Islami dan para pengelolanya pun Islami.

Pertanyaannya, adakah media pers seperti itu? Dari dulu sampai sekarang, tidak banyak. Bahkan sedikit sekali. Tak banyak pula pemodal yang mau menghabiskan uangnya untuk membuat media seperti itu. Sebab, tak akan menguntungkan.

Namun, bukan berarti konten-konten Islami tak banyak beredar di media massa, termasuk pers. Konten-konten Islami justru sangat banyak tersebar di berbagai media besar. Bahkan, semua media, pasti memiliki konten Islami dengan kadar yang berbeda-beda.

Terlebih saat ini dunia telah sampai pada era media sosial. Pada era ini, media bukan lagi raja. Sebab, semua orang bisa membuat media publikasi dengan mudah. Justru saat ini kontenlah yang menjadi raja. Siapa yang pandai membuat konten, dia yang berpeluang mengendalikan opini.

Kembali kepada pertanyaan awal: Apakah kelak media pers Islam akan hilang? Tidak! Namun, jika mengacu pada tiga kriteria media Islam sebagaimana saya sebutkan di atas, maka jumlahnya akan sedikit sekali. Sangat jauh jika dibandingkan media yang tidak memenuhi kriteria di atas.

Tapi tak perlu bekecil hati. Sebab, konten Islami sangat banyak. Konten-konten tersebut tersebar di seluruh media, baik besar maupun kecil. Meskipun media-media tersebut tak sempurna menjalankan misi dakwah, namun tetap harus kita syukuri, karena mereka telah berbuat! Wallahu a’lam *
Penulis adalah wartawan dan pengurus MUI Pusat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Majelis Ulama IndonesiaMedia Islampers Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RUU Ibu kota negara Utang Negara Menumpuk, Anggota Pansus DPR Serukan Tunda Pembahasan RUU Ibu Kota Negara
Tulisan selanjutnya erdogan palestina Presiden Erdogan: “Tidak ada Perdamaian dan Stabilitas tanpa Kedaulatan Palestina”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?