Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Ahok, Kecelakaan Sejarah’ dan ‘Misrepresentasi’ Imej Tionghoa di Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2016 05:08 5:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2016 05:45
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady C. Effendy, MA

 

IBU Kota Jakarta sekarang ini sedang riuh rendah oleh fenomena seorang Basuki ‘Ahok’ Purnama yang kabar terakhirnya telah menistakan ayat Al Quran Surat Al Maidah 51 atau ‘paling ringan’ sudah merendahkan keagungan satu ayat suci didalam Kitab umat Islam.

Peristiwa ini agaknya merupakan puncak dari rangkaian ‘peremehan’ tatanan sosio-relijius yang sudah ada di tanah air. Mulai dari melarang takbiran keliling, menghancurkan masjid-masjid di Jakarta, meremehkan simbol-simbol Islam dan organisasi-organisasi Islam, serta serangkaian aksi-aksi yang tidak mungkin dilakukan terkecuali oleh seorang yang memang sengaja mencoba menghapus tradisi Islam di tanah air.

Ahok melancarkan berbagai aksi-aksinya dengan bungkus sekularisme, sementara disatu sisi melancarkan kebjiakan yang membela kultur dari agama yang dianutnya.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Pun sudah menjadi rahasia umum bahwa para pendukungnya berasal dari fundamentalis kristen. Berbagai aksi yang dilakukannya tidak ayal membuat seseorang dapat membaca bahwa petahana Gubernur jakarta ini sedang hendak melabrak tatanan sosial-keagamaan yang ada.  Prilaku kasar dan tidak beradab pun sudah sangat memprihatinkan. Budayawan dan tokoh Tionghoa, Jaya Suprana, pun tergerak untuk menuliskan surat terbuka menegur tingkah laku dan kekasaran Ahok terhadap masyarakat dinilai menciderai sopan santun yang berlaku di masyarkat Indonesia.

Begitu pula aktivis medsos Zeng Wei Jian yang tegas dan konsisten mengungkap kebobrokan politikus asal Bengkulu ini. Alhasil, Keberadaan seorang Basuki (Ahok) ini telah banyak merugikan citra dan imej warga Tionghoa di tanah air. Sebegitu buruknya tindak tanduk Ahok sehingga mantan jubir Gus Dur pun memperingatkan bahwa segala tindakannya dapat menimbulkan sikap anti-Tionghoa dan tidak mau memilih dikarenakan sikap elitist dan anti-rakyat ala Ahok.

Laksamana Zeng
Laksamana Zheng He dalam perjalanannya mengarungi samudera. [nationalgeographic.com]
Laksamana Zheng He dalam perjalanannya mengarungi samudera. Sumber: nationalgeographic.com

 Kembali ke kurun lampau sekitar enam abad lalu, sejarah persentuhan komunitas Tionghoa dan tanah air Indonesia diwarnai oleh sinergi dan keharmonisan ketika Laksamana Zheng He (1371 s/d 1435) meluncurkan ekspedisi untuk diplomasi dengan kerajaan-kerajaan yang ada di tanah air.

Sebegitu besarnya jasa Zheng He sampai-sampai ulama sekaliber Prof. Hamka menilainya sebagai seorang yang berjasa terhadap Islamisasi tanah air. Kapalnya yang membawa banyak diplomat dan awak kapal Muslim asal negeri China akhirnya dapat menyebarkan pemahaman tentang Islam kepada raja-raja kerajaan nusantara pada masa itu. Banyak diantara awak kapal ini yang kemudian menetap dan menikah dengan penduduk nusantara membangun komunitas Muslim tanah air. Dalam sebuah riwayat, pada tahun 1416, awak kapalnya yang Muslim bernama Ma Huan mengungkapkan bahwa mayoritas keturunan China yang tinggal di Jawa berasal dari China selatan, dan kebanyakan beragama Islam.

Namun sejarah dan citra yang positif ini seakan ternodai oleh ‘kecelakaan sejarah’ sekarang ini yaitu dengan keberadaan petahana gubernur yang sepertinya terlalu ‘kagetan’, ‘dadakan’, ‘emosional’ dan ‘overacting’ sehingga tidak menggubris kesopanan dan tatanan masyarakat yang seharusnya dijunjung tinggi. Figur model seperti ini pun sebenarnya tidaklah masuk dalam figur ideal seorang pemimpin dalam tradisi China kuno.

Falsafah kuno China mengapresiasi figur yang terpelajar, berilmu pengetahuan, sopan santun dan membela kepentingan rakyat. Namun kemunculan seorang Ahok asal Bengkulu yang menjadi wagub jakarta dan kemudian petahana Gubernur jakarta saat ini dapat dilihat sebagai fenomena ‘karbitan’ yang pada akhirnya merusak dirinya dan citra masyarakat Tionghoa tanah air. Kepentingan politis dan ekonomis segelintir pihak tampaknya telah mendorong kemunculan seorang oportunis seperti Ahok, namun celakanya ketidaksiapan dan mendadak tenarnya membuat dirinya melakukan kesalahan-kesalahan besar menindas rakyat dan yang terbesar melecehkan ayat suci Al Quran.

Terlepas dari berbagai keburukan ini, di lain sisi kemunculan seorang seperti Ahok juga mengajarkan ibroh yang menyadarkan kita bahwa berbagai upaya terus dilancarkan orang-orang yang berusaha mengikis Islam dan syiar tradisinya dari tanah air. Sebuah ironi, mengingat perjuangan membangun negeri ini justru dipersembahkan oleh darah-darah pejuang dan pahlawan yang Muslim.*

Penulis  pemerhati peradaban dan agama

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokchinaetnis chinaLaksamana Zheng Hethionghoa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahok dan Hilangnya Kepekaan Beragama
Tulisan selanjutnya Inilah 5 Keutamaan Manisnya Ukhuwah Islamiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?