Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

“Kicauan” Terbaru Salim A Fillah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2013 21:59 9:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2013 21:59
Bagikan
Bagikan

SALIM A Fillah meluncurkan buku barunya, “Menyimak Kicau Merajut Makna”. Buku ini merupakan kumpulan “kicauan” penulis muda berbakat itu di Twitter. Bukan sekedar kicauan tentunya, melainkan kicauan yang sarat dengan makna. Coba simak salah satu “kicauannya”:

Jawaban terindah pada pemfitnah: “Jika kau benar, semoga Allah mengampuniku. Jika kau keliru, semogga Allah mengampunimu.”

Jawaban terbaik pada penghina dan pencela kehormatan: “Yang kaukatakan tadi sebenarnya adalah pujian; sebab aslinya diriku lebih mengerikan.”

Jawaban teragung pada caci maki dan kebusukan: “Bahkan walau ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista.”

Terjawablah pujian: “Moga Allah ampuni aib yang tak kautahu; tak menghukumku sebab sanjungmu; dan jadikanku lebih baik dari semua itu.”

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Contoh ‘kicauan’ yang lain, “Aku takut atas amanah ini!” ujar Abdul Aziz setelah diangkat menjadi khalifah (presiden). “Yang kami takutkan justru kalau kamu tidak takut!” sahut Imam Asy Sya’bi.

Ada ratusan “kicauan” serupa. Bila kita sabar menyimaknya, akan menyegarkan jiwa yang dahaga.

Menurut Fanni Rahman, dari penerbit Pro U, Salim termasuk punulis yang punya karakter. Dia punya kemampuan menulis sama baiknya dengan bercerita. “Membaca tulisannya dia seperti mendengar orang bercerita,” katanya.

Di samping itu, masih kata Fanni, Salim kaya dengan kazanah ilmu keislamanan. Sehingga rujukan-rujukannya kuat.

Buku ini merupakan karya ke delapan dari penulis kelahiran Kulonprogo, Yogyakarta ini. Karyanya yang lain, di antaranya adalah Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan; Agar Bidadari Cemburu Padamu; Bahagianya Merayakan Cinta, Jalan Cinta Para Pejuang dan Dalam Dekapan Ukhuwah.

Bukunya Salim, kata Fanni yang selama ini menerbitkan karya-karyanya Salim, hampir semuanya best seller. Bahkan buku pertamanya, Nikmatnya Pacaran
Setelah Pernikahan, hingga kini naik cetak 18 kali.

Seraya bersyukur, Salim sendiri tetap rendah hati. Itu tercermin dari kata pengantar yang ia tulis pada buku Menyimak Kicau Merajut Makna. “Renungan (dalam buku) ini,” katanya, “lebih tepat ditelunjukkan pada diri (saya).” */Bambang S

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bukuKicauanSalim A Fillahtwitter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bermain di Bawah Dentuman Mortir dan Bom
Tulisan selanjutnya Nuruddin Zanki, Mujahid Penting Di Balik Panglima Shaladdin al Ayyubi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat

Berita
13 Juni 2026 13:44
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala

Terbaru

  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?