Hidayatullah.com—Orang beriman harus memiliki pola pikir surgawi. Pola pikir ini penting mengingat banyaknya pola pikir sesat yang dapat menjerumuskan konsep hidup manusia ke jalan yang salah dan mengarah ke neraka.
Adapun pola pikir surgawi yang dia maksud adalah sebuah cara berpikir dan melihat sesuatu sesuatu sesuai dengan cara pandang Al-Qur’an dan Sunnah.
“Orang yang menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai pola pikir serta acuan hidup maka akan selamat dan berujung kepada Surga,” demikian disampaikan Imam Nawawi, penulis buku Mindset Surga pada kajian malam Jum’at (20/10/2017) di Masjid Hidayatullah, Karang Bugis Balikpapan, Kalimantan Timur.
Imam mengambil contoh bagaimana manusia melihat sektor ekonomi. Tak sedikit manusia yang menggunakan cara berpikir kapitalistik dalam mendudukkan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, lanjutnya, konsep ekonomi kapitalistik bersumber dari pemikiran para ahli ekonomi barat yang sekular dan bertentangan dengan konsep ekonomi syariah Islam.
Islam sendiri memandang sektor ekonomi harus dengan kaca mata Al-Qur’an dan Sunnah. Semuanya telah dijabarkan secara detail dan jelas. Sebuah konsep ekonomi non-ribawi yangmenyejahterakan dan membahagiakan manusia dunia dan akhirat.
Sayangnya, dalam hal ini, tidak sedikit orang yang justru tertarik pada ekonomi kapitalistik daripada ekonomi syari’ah. Mirisnya, justru kebanyakan dari kalangan umat Islam sendiri.
Acara yang dimoderatori M Usamah, alumni PENS ITS ini ikut menghadirkan pembanding praktisi pendidikan asal Kalimantan Timur, Dr Abdurrohim. Dalam keterangan tertulisnya, ia mengatakan, buku Mindset Surga bisa menjadi oase di tengah kehidupan sehari-hari yg menggerus sensivitas terhadap hakikat kehidupan dan penciptaan.
Menurutnya, budaya hidup hedonisme dan materialisme, membuat sebagian masyarakat lupa dan abai tentang hakikat dan tujuan akhir dari semuanya, yaitu kampung akhirat.
“Tetapi dari semua itu, yang paling penting adalah dengan mindset surga kita mampu menghadirkan atmosfir surgawi dalam kehidupan keseharian di masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar,” kata doktor sejarah lulusan UIN SUKA Jogjakarta yang saat ini menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Balikpapan itu.
Abdurrahim memuji kreatifitas Imam Nawawi yang produktif menulis di berbagai media. Seperti diketahui, Imam saat ini adalah Sekjen Syabab Hidayatullah, organisasi kepemudaan di bawah organisasi masa Hidayatullah.
Tulisan-tulisan Imam telah menghiasi berbagai media masa, baik cetak mau pun online. Termasuk hidayatullah.com dan Majalah Suara Hidayatullah, Republika. Tradisi menulis ini sudah menghasilkan tiga buku .
Acara bedah buku ditutup dengan tanya jawab. Ada lima pertanyaan yang diajukan oleh para jemaah. Setiap penanya dapat hadiah satu buku karya kedua Imam yang berjudul, “Change Yourself to Change The World”.*/Saiful Anshor