Hidayatullah.com–Seorang dokter Palestina mengatakan sepasang bayi kembar Siam yang lahir di Rumah Sakit Shifa, di Kota Gaza, Sabtu (21/10/2017), dalam kondisi sehat, namun membutuhkan perawatan di luar negeri.
Dr. Allam Abu Hamda, seorang spesialis neonatal di rumah sakit tersebut mengatakan pada hari Senin bahwa kedua bayi perempuan tersebut dalam kondisi “stabil” dan dokter mulai memberi mereka susu, lapor The Associated Press seperti dikutip Al Arabiya Net, Senin (23/10/2017).
Kedua bayi itu lahir melalui operasi caesar setelah berada dalam kandungan secara penuh. Sebagian besar kasus bayi kembar Siam meninggal dalam waktu 24 jam setelah kelahiran, kata dokter tersebut.
Badan kedua bayi itu saling menempel di daerah perut dan panggul tapi mereka memiliki kepala dan paru-paru yang terpisah. Rumah sakit-rumah sakit di Palestina kekurangan peralatan dan keAhlus an untuk memisahkan mereka.
Baca: Lebih 500 Anak Gugur, Allah Ganti 5300 Bayi Lahir di Gaza
Dia mengatakan bahwa para dokter tengah mengupayakan untuk mengirim mereka ke rumah sakit yang canggih di AS atau Arab Saudi untuk menentukan apakah mereka dapat dipisahkan.
Di tengah minimnya fasilitas rumah sakit akibat blokade, kelahiran bayi kembar Siam di Jalur Gaza adalah kasus yang langka.*/Abd Mustofa