Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Menelusuri Jejak Islam di China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Desember 2018 15:05 3:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Desember 2018 15:05
Bagikan
Petugas keamanan Uighur berpatroli di dekat Masjid Id Kah di Kashgar di wilayah Xinjiang, China
Bagikan

MUNGKIN di antara pembaca ada yang ingat sosok legendaris muslim yang pernah berlabuh di nusantara, yaitu: Laksamana Cheng Ho (1371-1433). Beliau adalah seorang pelaut dan penjelajah Tiongkok muslim terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433. Nah, kisah beliau yang cukup terkenal adalah sebagian kecil dari sejarah Islam di China.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak jejak Islam di China, maka disarankan membaca buku “Islam in China: Mengenal Islam di Negeri Leluhur”. Buku ini merupakan terjemah dari “Islam in China”.

Buku ini menjadi menarik untuk dibaca bukan saja karena penyajiaannya yang cukup proporsional mengenai jejak Islam di negeri Tirai Bambu. Lebih dari itu, buku ini ditulis langsung oleh penulis asal China: Mi Shoujian dan You Jia.

Di samping itu, pembaca akan mengetahui secara ringkas bagaimana sejarah muslim Uighur yang sekarang sedang hangat-hangatnya. Dulunya tempat tinggal mereka disebut Turkistan Timur yang kemudian setelah dicaplok Rezim Komunis China diganti menjadi Xinjiang.

Dengan membaca buku ini, seakan pembaca diajak ikut menapaktilasi Islam di negeri China, perkembangannya dan persinggungannya dengan kondisi sosial dan budaya sekarang.

Baca Juga

Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad
Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027

Buku ini terdiri dari lima bab.Pada bab ke-1, buku ini membahas penyebaran dan pengembangan Islam di China. Sidang pembaca akan dibawa dengan sajian ringkas terkait masuknya Islam ke China, penyebarluasan Islam di Cina, system kehidupan keagamaan Islam dan Perkembangan Masjid di China serta pemusatan dan penyebaran Islam di wilayah pedalaman China.

Sementara itu, bab ke-2 membahas tentang nasionalisasi Islam di China. Dengan menelaah bab ini, pembaca akan mengetahui secara ringkas mengenai sepuluh kelompok minoritas (di antaranya Uighur) dan dua system yang diterapkan oleh Pemerintah China, kelahiran dan partum buhan sekte, pendidikan, masjid dan inisiasi nasionalisasi Islam di China.

Sedangkan bab ke-3 mengupas tentang Islam dalam Periode Republik China. Selanjutnya, Islam pada awal periode China baru dan Islam di China pada era baru.

Pada pertengahan abad ke-7, Islam sudah dikenalkan ke China. Setelah dikembangkan selama 1300 tahun, Islam telah mencapai lebih dari 20 juta pengikut di China.

Ada yang unik dalam penyebutan umat Islam pada periode sejarah China. Pada masa Dinasti Tang (618-1949) Islam disebut “Dashi Jio”. Di masa Dinasti Ming (1368-1644), Islam disebut “Tian Jio Fang” atau “Hui Hui Jao”. Kemudian umat muslim dari berbagai etnis umumnya kemudian disebut Hui Hui sebagaimana Laksamana Chengho.

Pada akhir Dinasti Ming dan awal Dinasti Qing (1616-1911), Islam disebut “Qingzhen Jiao”. Pada Periode Republik (1912-1949) disebut “Hui Jiao”. Setelah China Baru didirikan pada 1949, Islam disebut Islam dan dilarang menyebut istilah “Hui Jio”. Sejak saat itulah nama Islam sering digunakan di daratan China.

Di antara 56 kelompok etnis China, ada 10 etnis yang menjadikan Islam sebagai agama nasional mereka, yaitu etnis Hui, Uighur, Kazak, Dongxiang, Khalkha, Sala, Tajik, Uzbek, Ba’oan dan Tatar.

Dengan membaca buku ini juga, pembaca bisa mendapatkan informasi ringkas terkait pengaruh besar Islam pada kehidupan sosial China, terutama pada pembangunan sosial dan tradisi dan tradisi 10 etnis minoritas. Pengaruh mereka di China masuk pada perkembangan politik, ekonomi dan budaya.

Buku ini cocok dibaca bagi yang ingin mengetahui secara ringkas sejarah Islam dan kontibusinya di China. Namun, sisi kekurangannya adalah sejarah Islam di China yang berabad-abad itu hanya dibahas sepanjang 154 halaman, tentunya perlu penelitian dan penyajian yang lebih detail agar umat Islam lebih tahu tentang ihwal saudara-saudara muslim di sana. Selamat Membaca!

 

Judul Buku                : Islam in China: Mengenal Islam di Negeri Leluhur

Peresensi                  : Mahmud Budi Setiawan

Kategori                   : Sejarah, Agama

Pengarang               : Mi Shoujiang & You Jia

Penerbit                   : LKiS

Alamat Penerbit       : Jl. Parangtritis Km. 44 Yogyakarta

Edisi Cetakan           : Cetakan Pertama

Bulan/Tahun Terbit : Maret 2017

Tebal Buku              : 154 Halaman

Harga Buku             : 50.000

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHuiIslam di ChinauighurUyghurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: 2019 Jadikan Tahun Kepedulian Sosial, Bantu Korban Bencana
Tulisan selanjutnya Pergolakan Muslim Uighur di Xinjiang dan Kebijakan Pemerintah China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

YLBH Hidayatullah Soroti Dugaan Kewajiban Lepas Hijab bagi Calon Kadet Putri Unhan

Berita
25 Agustus 2026 18:01
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan

Terbaru

  • Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
  • Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
  • Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
  • Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
  • Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
  • Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
  • Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
  • 600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
  • Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
  • STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelPustaka

Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

5 April 2026 17:01
Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?