Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Isra Mi’raj dan Pemurnian Ekonomi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juni 2012 08:21 8:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juni 2012 08:21
Bagikan
Bagikan

Oleh: Safri Haliding

TANGGAL 17 Juni 2012 lalu, di seluruh penjuruh dunia memperingati Isra Mi’raj, peringatan Isra Mi’raj 1433 H. Kita kembali diingatkan kepada sebuah peristiwa yang sangat penting dan besar dalam sejarah umat Islam. Sebuah sejarah hidup Rasulullah SAW sebagai peristiwa penting untuk ummah Islam yaitu peristiwa diperjalankannya Rasulullah (isra) dari Masjid Al Haram di Makkah menuju Masjid Al Aqsa di Jerusalem, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan mi’raj (secara vertika-keluar dari bumi) dari Qubbah As Sakhah menuju ke Sidrat Al Muntaha (akhir penggapaian-langit ke tujuh).

Peristiwa ini terjadi sebelum Rasulullah melakukan perjalanan Hijarah ke Madina atau pada masa itu dikenal dengan nama Yatsrib.

Peristiwa Isra dan Mi’raj yang berlangsung lailan (pada sepotong, bukan sepanjang malam) adalah salah satu hal yang luar biasa. Peristiwa ini secara nalar manusia mungkin sulit dipercaya namun dengan keyakinan akan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT maka peristiwa Isra Mi’raj bukan perkara mustahil. Sebagaimana dalam firman Allah SWT:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS al-Isra’ [17]: 1).

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Dari perjalanan singkat yang penuh hikmah inilah kemudian Rasulullah menerima amanah untuk melaksanakan dan mengajarkan perintah shalat lima waktu kepada ummat Muslim.

Ibadah shalat yang wajib bagi Muslim merupakan ibadah tertinggi seorang Muslim dan sebagai simbol penyerahan sepenuhnya kepada Allah SWT, melalui ritual shalat mampu menjadi bentuk ketaatan tertinggi dengan selalu menyandarkan setiap aktivitasnya dengan nilai-nilai yang terkadang dalam tujuan hidupnya.

Momentum Pemurnian Ekonomi

Dalam konteks kekinian, peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad dapat kita jadikan sebagai tonggak untuk kembali menggunakan dan memurnikan nilai-nilai Islam dengan memadukan prinsip ketuhanan dan kemananusian secara bersamaan dalam kehidupan kita. Sebagaimana Isra Mi’raj menjadi tonggak awal lahirnya dan kebangkitan peradaban Islam. Salah satu nilai-nilai Islam yang dapat kembali kita gunakan dalam kehidupan kita adalah nilai-nilai ekonomi Islam/syariah. Sebagaimana Rasulullah mencontohkan dalam melakukan transaksi bisnis/ekonomi yang penuh dengan nilai keadilan, kejujuran dan keseimbangan antara dunia dan akhirat tanpa mendatangkan keburukan bagi masyarakat dan kerusakan terhadap lingkungan.

Selama ini sumber pengetahuan dan metode ekonomi/bisnis yang sering digunakan menggunakan nilai-nilai atau paradigma barat (Western-worldview). Pada dasarnya tidak dilarang menggunakan Western-worldview asalkan tidak mendatangkan kerugian bagi orang lain dalam muslim/masyarakat dan kerusakan terhadap lingkungan. Sebagi seorang muslim kita tidak boleh sepenuh menggunakan pola-pola paradigma barat dalam kehidupan. Western-worldview yang menggunakan prinsip sekularisme yang memisahkan kehidupan agama dan manusia cacat dalam implementasi dan gagal menjadi solusi dalam kehidupan bermasyarakat terbukti dengan hilangnya nilai-nilai moral dalam praktek ekonomi kapitalis yang mengutakaman kepentingan pemilik modal semata fully profit oriented tanpa memperhatikan dampak negatif dalam sosial dan lingkungan.

Begitu berbahayanya Western-worldview yang diterapkan dalam kehidupan ekonomi yang menghalalkan riba dalam transaksi, melegalkan spekulasi yang bersifat menipu, perjudian dan persaingan yang merugikan pihak lain. Apabila hal tersebut digunakan dalam transaksi ekonomi, keuntungan sudah pasti ditangan bagi pemilik modal yang mengontrol perekonomian.

Dalam pandangan ekonomi Islam yang berlandaskan nilai-nilai agama dan etika dalam berbisnis aksi ekonomi seperti riba, spekulatif dan free competition tidak dikehendaki karena dampak dari aksi ekonomi tersebut yang menguntungkan segelintir pemilik modal merugikan orang banyak yang dampaknya dapat mendatangkan kekacuan dalam masyarakat, merusak lingkungan, merugikan negara bahkan menghancurkan peradaban akibat dari sistem kapitalisme karena negara tergadaikan dalam pusaran fully profit oriented.

Sebagai contoh krisis yang terjadi dalam ekonomi yang memporak-porandakan tatanan sosial yang mengakibatkan penganguran dan PHK hingga mengakibatkan kerawanan tingkat kriminalitas yang tinggi merupakan sebuah rekayasa dari para pemilik modal. Penulis pernah mengambil subjek mata kuliah Money, Banking and Capital Markets dalam mata kuliah tersebut salah satu yang Professor sampaikan di kelas adalah bagaimana mengkreasi uang dari bunga yang diputar di bank dari Rp 0,. hingga menjadi nilai yg tak terhingga atau umumnya disebut teori money creation.

Salah satu inti dari teori tersebut adalah spekulatif tingkat tinggi/penipuan, perjudian dan kontrol sistem moneter (basis uang kertas) dengan menciptkan game krisis dan mengatur nilai inflasi mata uang agar mendapatkan keuntungan tanpa memikirkan efek dari krisis tersebut bagi negara dan masyarakat banyak. Indonesia pernah berada fase krisis hingga mendapat warning menjadi negara gagal karena tangan-tangan kapitalis pada 1998 dan yang sekarang terancam dengan kondisi negara gagal dalam ekonomi adalah Yunani, apabila proses pemulihan ekonomi Yunani gagal maka efek dari sistem riba melalui sistem perbankan dan moneternya maka bukan hanya negara yang akan hilang seperti Uni Soviet tetapi peradaban manusia, budaya, dan sosial hancur karena sebuah krisis ekonomi.

Oleh karena itu, mengapa agama Islam sangat mengharam riba, spekulatif, perjudian (masyir) dan gharar (ketidakpastian sumber kejelasan transaksi) dalam ekonomi karena efeknya bukan hanya orang yang terlibat dengan bisnis tersebut yang rugi tetapi negara dan peradaban manusia bisa hancur dan hilang karena sistem riba dan spekulatif yang menipu dengan model judi. Di sisi lain bukan hanya Islam yang melarang riba namun agama Kristen (lihat: Lukas-6(34-35), Lukman-6(35), Eksodus-22(25), levitikus-25(35-37), dan Ulangan-23(19-20) dan agama Yahudi (Lihat: Kitab Exodus, Kitab Deuteronomy, Kitab Kevicitus) nyata-nyata melarang riba.

Semangat Isra Mi’raj

Sudah sepatutnya semangat Isra Mi’raj membawa aura positif agar menyadarkan kita akan bahaya dari prinsip ekonomi kapitalis yang mengejar kebahagian dunia semata yang penuh dengan kerapuhan, ketidakadilan, mendorong untuk melakukan korupsi, kemunafikan dan perusakan lingkungan yang mengakibatkan perekonomian dan kekayaan alam Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir pemilik modal dan penguasa.

Dalam konteks perekonomian, fitrah Islam dalam Isra Mi’jah dapat dijadikan sebagai semangat untuk kembali melakukan transaksi dan kegiatan ekonomi berdasarkan nilai-nilai dan etika Islam dalam berbisnis dengan artian hikmah peringatan Isra Mi’raj sebagai motivasi membuka lembaran baru bagi umat Islam dan masyarakat untuk mewujudkan sistem ekonomi yang mendatangkan kebaikan jangka panjang (maslahah) dan memaksimalkan kesejahteraan manusia secara universal (falah) yaitu ekonomi Islam sebagai sistem keuangan yang lebih adil yang bebas dari prinsip riba/bunga seperti bank Islam/Syariah, Baitul Maal Wattamwil (BMT), Asuransi Syariah (Takaful), Reksadana Syariah, Pasar Modal Syariah, Pegadaian syariah, Lembaga Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Waqaf.*

Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Chapter Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggito Abimanyu Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah
Tulisan selanjutnya Menghidupkan Kembali Warisan Kenabian!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?