Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

KH. Hasyim Asy’ari dan Pendidikan Adab (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Maret 2015 08:54 8:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Maret 2015 08:54
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Ilham Kadir

DALAM pandangan KH. Hasyim Asy’ari, pembentukan adab merupakan suatu keniscayaan dalam dunia pendidikan, karena dengan adab peserta dapat menuntut ilmu dengan baik. Asy’ari lalu mengutif sebuah kisah bahwa ketika Imam Syafi’i pernah ditanya seseorang, “Sejauh manakah perhatianmu terhadap adab?” beliau lalu menjawab, “Setiap kali telingaku menyimak suatu pengajaran budi pekerti meski hanya satu huruf maka seluruh organ tubuhku akan ikut merasakan [mendengarkan] seolah-olah setiap orang memiliki alat pendengaran [telinga]. Demikian perumpamaan hasrat kecintaanku terhadap pengajaran budi pekerti.”

Beliau lantas ditanya lagi, “Lalu bagaimanakah usaha-usaha dalam mencari adab itu?” beliau menjawab, “Aku akan senantiasa mencarinya laksana usaha seorang ibu yang mencari anak satu-satunya yang hilang.”

Maka dalam bukunya itu, Hasyim Asy’ari menuliskan kesimpulan kaitannya dengan masalah adab ini bahwa sebagian ulama menjelaskan konsekwensi dari pernyataan tauhid yang telah diikrarkan seseorang adalah mengharuskan beriman kepada Allah (dengan membenarkan dan meyakini Allah tanpa sedikit pun keraguan).

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Karena apabila ia tidak memiliki keimanan itu, tauhidnya dianggap tidak sah. Demikian pula keimanan jika keimanan tidak dibarengi dengan pengamalan syariat (hukum-hukum Islam) dengan baik maka sesungguhnya ia belum memiliki keimanan dan tauhid yang benar.

Begitu pula dengan pengamalan syariat, apabila ia mengamalkannya tanpa dilandasi adab maka pada hakikatnya ia belum mengamalkan syariat dan belum dianggap beriman serta bertauhid kepada Allah. Berdasarkan beberapa hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam dan keterangan para ulama di atas, kiranya tidak perlu kita ragukan lagi betapa luhurnya kedudukan adab di dalam ajaran agama Islam.

Karena tanpa adab dan prilaku yang terpuji maka apa pun amal ibadah yang dilakukan seseorang tidak akan diterima di sisi Allah Subhanahu Wata’ala sebagai satu amal kebaikan, baik menyangkut amal qalbiyah (hati), badaniyah (badan), qauliyah (ucapan), maupun fi’liyah (perbuatan). Dengan demikian, dapat kita maklumi bahwa salah satu indikator amal ibadah seseorang diterima atau tidak di sisi Allah adalah melalui sejauhmana aspek adab disertakan dalam setiap amal perbuatan yang dilakukan.

Melihat gagasan-gagasan yang ditawarkan di atas, nampak jelas nuansa kesufian dalam diri Hasyim Asy’ari. Hal ini tidaklah mengherankan sebab dalam prilaku kehidupannya ia memang lebih cenderung pada kehidupan sufi. Dengan ilmu tasawuf dan hadis yang dikuasainya, sangat mewarnai gagasan pemikiran keagamaan dan juga dalam bidang pendidikan. Beliau adalah sufi yang tidak hanya sibuk dengan zikir dan fikir, tapi masuk berbaur dengan masyarakat untuk membebaskan umat dari belenggu kebodohan.

Ada beberapa catatan menarik dari gagasan-gagasan Asy’ari terkait dengan integritas seorang guru, seperti seorang guru haruslah membiasakan diri menulis, mengarang, dan meringkas.

Hasyiam Asy’ari memandang bahwa perlu adanya tulisan dan karangan, sebab media tulisan itulah ilmu yang dimiliki seseorang akan terabadikan dan akan benyak memberi manfaat pada orang yang datang setelahnya, atau pada genrasi mendatang, di samping dirinya akan dikenang sepanjang masa. Sayang tradisi ini belum begitu membudaya di pondok pesantren.

Tapi harus diakui bahwa gagasan  Hasyim Asy’ari di atas tidak terlepas dari praktik pendidikan yang telah dialaminya selama hidupnya, yang telah mengabadikan dirinya dalam dunia pendidikan. Inilah yang menjadi kekuatan tersendiri dalam mengeluarkan gagasan-gagasan. Sampai-sampai hal-hal yang sepele seperti cara menegur dan menyikapi anak yang terlambat masuk kelas juga diangkatnya. Jelas, hal ini hanya wujud dari para praktisi pendidikan yang paham betul dunia pendidikan, yang sangat sulit disentuh oleh para penggagas dan pengamat pendidikan yang hanya duduk di kursi kantor. Belum lagi pada penampilan, baik fisik maupun sikap, semua disajikan secara detail.

Dengan mengaplikasikan pemikiran pendidikan KH. Hasyim Asy’ari di atas, dengan haqqul yaqin, pendidikan karakter yang minus teladan akan terealisasi dengan sendirinya. Wallahu A’lam!

Penulis pemerhati pendidikan Islam dan anggota Majelis Intelektual-Ulama Muda Indoesia (MIUMI

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukum Menikah dengan Perempuan Yang Berzina
Tulisan selanjutnya Aktivis Palestina Memutus Jalan yang Menghubungkan “Ma’aleh Adumim” dengan Al Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?