Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Syeikh Wahbah al-Zuhaili dan Syi’ah [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2015 10:55 10:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Agustus 2015 10:55
Bagikan
Dr. Wahbah Az Zuhaili
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

DALAM wacana-wacana kontemporer, seperti dalam masalah politik dan HAM, karya-karyanya adalah: al-Islam Din al-Jihad La al-‘Udwan, al-Istinsakh Jadal al-‘Ilm wa al-Din wa al-Akhlaq, Huquq al-Insan fi al-Islam, al-Qanun al-Duali al-Insani fi al-Islam (bersama penulis yang lain), al-‘Alam al-Islami fi Muwajahat al-Tahaddiyyat al-Gharbiyyah, al-Islam wa al-I’aqah, Musykilat fi Thariq al-Nuhudh, al-‘Ilaqat al-Dawliyyah fi al-Islam: Muqaranat bi al-Qanun al-Dauli al-Hadits, Haqq al-Hurriyyah fi al-‘Alam, dan Nizham al-Islam.

Maka, dapat dikatakan bahwa Syeikh Wahbah adalah seorang ulama yang benar kaya karya. Karena beliau tercatat sebagai salah seorang penulis yang amat produktif. Maka sangat wajar beliau mendapat gelar “Imam al-Suyuthi Abad Ini”. Akhirnya, beliau wafat pada hari Sabtu, tanggal 23 Syawwal 1436 H/8 Agustus 2015 M dengan meninggalkan warisan Nabi itu: ilmu. Sehingga Syeikh ‘Aidh al-Qarni memberi doa dan pujian, “Semoga Allah mengampuni beliau. Saya telah banyak bertemu dengannya di berbagai muktamar dan diskusi ilmiah. Sungguh, beliau adalah seorang alim, muhaqqiq, berwibawa, cinta kebaikan bagi umat Islam dan tidak pernah menyakiti siapapun.” Sementara Syeikh Dr. Salman al-‘Audah menyatakan pula, “Saya mengenalnya sebagai seorang penulis. Saya pun ikut majelisnya dan menyertainya dalam berbagai acara (program). Sungguh, beliau adalah seorang yang “ensiklopedik”, tenang, sangat pencemburu terhadap umat ini. Ya Allah, angkatlah derajatnya di surga.”

Syeikh Wahbah dan Syi’ah

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Jika Syeikh Wahbah adalah seorang ulama Sunni yang dikenal luas ilmunya, lantas apakah beliau punya sikap tegas terhadap Syi’ah? Jawabannya adalah: Ya. Sikapnya sangat tegas.

Pertama, kritiknya yang begitu pedas terhadap pemerintahan diktator di Suriah. Sementara Syi’ah memang dikuasai oleh Syiah.

Kedua, kritiknya terhadap Syi’ah beliau lancarkan di Muktamar Doha yang mengulasa tentang ‘Dialog antara Mazhab Islam’ pada tahun 2007, di Qatar. Beliau ketika itu mengkritik selah seorang dewan penasehat kebudayaan Iran di Damascus. Beliau meminta supaya Iran berhenti untuk menyebarkan “tasyayyu’ (paham Syi’ah) di negara-negara Sunni” (muthaliban bi dharurat tawaqquf Iran ‘an nasyr “tasyayyu’ fi al-bilad al-sunniyyah”.

Beliau menguatkan pandangannya dengan peristiwa penting yang terjadi di kota Tel Abidh, sebelah utara al-Raqqah. Ketika itu terjadi perselisihan penduduknya dengan kaum Sunni dengan sebagian penganut Syi’ah. Ketika itu kaum Syi’ah meminta Hasan Nasrallah untuk ikut campur dalam masalah tersebut. (http://www.enabbaladi.org/archives/40887, Rabu, 12/08/2015). Bahkan, etua aliansi nasional Suriah, Khalid Khaujah juga menyatakan bahwa Syeikh Wahbah memiliki sikap tegas dalam menghadang gerakan Iran-Syi’ah di Suriah. (https://www.zamanalwsl.net/news/63230.html, Rabu, 12/08/2015).

Beliau juga mengkritik bahwa Iran telah “merayu” penduduk di sana untuk masuk ke dalam Syi’ah. Buktinya, ratusan orang Suriah di Dir al-Zur, al-Ruqqah, Dar’a, daerah al-Ghutah, dekat Damascus, telah terjebak dalam “iming-iming” Syi’ah dan masuk ke dalam Syi’ah. Ini dapat dibuktikan dengan laporan jurnalis pada 31 Oktober 2006 di London.

Karena kritik “pedas” yang dilancarkannya kepada aktivitas Iran-Syi’ah di Suriah, Syeikh Wahbah sampai dipanggil dua kali melalui intelijen Suriah: Pertama, pertama ke kantor intelijen militer dan kedua, dipanggil ke kantor Kemananan Politik (al-Aman al-Siyasi). Kemudian beliau diperingatkan dengan keras (tahdzir) oleh pemerintah Suriah. (http://www.islamist-movements.com/30764, Rabu, 12/08/2015).

Dari sana kemudian dapat dipahami bahwa kesunnian Syeikh Wahbah tak dapat diragukan. Kritiknya terhadap pemerintah Suriah membuktikan bahwa beliau adalah seorang ulama sejati. Karena menjaga jarak dengan pemerintah adalah salah satu sifat ulama rabbani. Sementara kritiknya terhadap Syi’ah menjadi kebenaran ‘aqidah beliau sebagai Sunni. Dimana ‘aqidah Sunni mustahil dipertemukan dengan Syi’ah. Wallahu a’lam bi al-shawab.*

Penulis adalah staf pengajar di PP. Ar-Raudhatul Hasanah, Medan-Sumatera Utara

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahiranSyeikh Wahbhah Az ZuhailisyiahulamaWahbah Zuhaili
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 6 Hari Perang Yarmuk (2)
Tulisan selanjutnya Ahmad Zainuddin: Pemberian Visa Kepada Atlet Israel Melukai Hati Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?