Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ramai Fenomena Passport Bros, AILA: Karena Muslim Asia Masih Punya Sifat Keibuan

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Februari 2023 17:54 5:54 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Februari 2023 16:08
Bagikan
Passport Bros
Pria Amerika bernama Richard Hosack ini menjadi mualaf setelah jatuh cinta dan menikahi muslimah asal cilacap, Lusiatun
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa hari ini pengguna media sosial dikejutkan dengan maraknya fenomena Passport Bros. Passport Bros adalah fenomena pria asing, khususnya Amerika Serikat yang lebih memilih pindah luar negeri untuk mencari wanita idaman di negara lain, khususnya Asia.

Daftar isi
  • Feminisme dan wanita Muslim Asia
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Ada kekuatan saat menggunakan paspor Anda. Ini adalah paspor bro (brother) berusia 50-an dengan calon istrinya berusia pertengahan 20-an. Dia dari Asia Tenggara,” tulis akun @InterPassport20 dengan menyertakan seorang pria berkulit hitam duduk bersanding wanita muda dari Asia, yang sekilat nampak tersenyum bahagia.

Tren pria Passport Bros untuk menarget dan menikahi wanita Asia atau wanita berkulit hitam di luar Amerika lantaran banyak pria merasa ‘terjajah’ sementara mereka menemukan fakta banyak wanita di Asia lebih penurut, dan tidak terlalu banyak menuntut dan bukan gold digger atau hanya melihat hartanya saja.

Di sisi lain, saat ini mulai banyak pria Amerika Serikat melihat para wanita di negaranya cenderung arogan dan tidak menghormati mereka. Sebuah kanal Tribe of Men, yang berbasis di San Francisco Bay Area pernah mengangkat beberapa wanita Asia yang mau menikahi pria asal Amerika berkisah.

Kisah-kisah mereka mendapat sambutan antusias penonton yang pernah mengalami hal serupa. Salah satunya pria Amerika yang menikah dan tinggal di Filipina, dan kinia dia hidup bahagia dengan anak-anaknya.

Baca Juga

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

“23 tahun di Asia. Tinggal di berbagai negara selama beberapa tahun pertama dan memutuskan untuk tinggal di Filipina. Bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan hidup sederhana, apartemen kecil, sepeda motor untuk transportasi, tidak pernah ada uang tunai,” ujar @joehillis.

“Bertemu dengan seorang wanita yang baik, hidup bersama selama beberapa tahun untuk melihat di mana pikiran dan hatinya berada. Menikahinya, punya anak, dan dia sangat bahagia dan bangga. Menjual beberapa aset, membeli rumah yang bagus, hotel kecil, dan mengejutkannya. Bagian terbaiknya adalah dia masih seorang ibu yang hebat, istri yang hebat dan merawat kita semua dengan baik,” tambahnya.

Feminisme dan wanita Muslim Asia

Ketua Bidang Kajian Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Dr Dinar Dewi Kania, tidak terlalu kaget dengan fenomena Passport Bros. Sebelum ramai, beberapa teman Muslim nya di Amerika Serikat telah mengadu hal sama.

Menurutnya, fenomena ini juga dipicu oleh gerakan feminisme. “Ini juga di antara dampak pengaruh Ini pengaruh feminisme,” kata Dinar.

Dinar mengutip psikolog Kanada, Jordan Peterson jika di Amerika tren perempuan masuk penjara semakin tinggi karena kasus kriminal. Meskipun demikian, laki laki tetap mendominasi kriminalitas, katanya.

Menurutnya, perempuan itu jika marah tidak agresif secara fisik dari laki-laki. Namun kaum perempuan agresifitasnya lebih ke verbal, ujarnya mengutip Jordan Peterson yang telah membuktikan secara riset psikologis.

“Jadi (perempuan) kalo marah, menyerangnya secara verbal dan memberikan tekanan psikologis. Inilah mengapa feminisme itu “berisik” banget. Mungkin itu makanya ada gerakan Passport Bros,” tambahnya.

Kata Dinar, kemungkian menariknya beberapa pria Amerika yang mencari wanita Asia itu karena perempuan Asia masih punya sifat keibuan. “Kalau yang non-Muslim mungkin motivasinya karena perempuan Asia masih punya sifat keibuan dan menghargai peran sebagai istri dan ibu,” kata Dinar.

“Sementara kalau pria muslim (convert), motivasinya juga karena masalah keimanan, mereka mencari perempuan di negara Asia yang muslimah, yang masih berpegang sama nilai-nilai Islam,” tambahnya.

Dinar mengatakan, beberapa teman dia yang menikah beda negara mengatakan, Muslimah Indonesia dan Malaysia paling banyak disukai pria Muslim Amerika.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aliansi Cinta KeluargafeminismeHeadlinePassport Bros
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelaku Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Mengenakan Seragam Polisi
Tulisan selanjutnya Waspada Virus Halus Bernama Riya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

Berita
28 September 2026 07:00
Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’
LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Terbaru

  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

27 September 2026 10:23
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?