Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Semakin Otoriter Pemerintah Bangladesh Tutup Satu-satunya Koran Partai Oposisi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Februari 2023 21:38 9:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Februari 2023 21:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Satu-satunya koran partai oposisi utama Bangladesh berhenti terbit setelah keputusan pemberhentiannya oleh pemerintah dikuatkan oleh pengadilan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan nasib demokrasi Bangladesh di bawah pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang semakin otoriter.

Dainik Dinkal, koran berbahasa Bengali, telah menjadi saluran suara bagi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) selama lebih dari tiga dekade. Koran itu mempekerjakan ratusan jurnalis dan pekerja media cetak dan meliput berita-berita yang jarang diliput oleh media arus utama, yang kebanyakan dikuasai oleh pengusaha-pengusaha pro-pemerintah. Laporan yang jarang diliput media arus utama antara lain penangkapan yang sering dilakukan terhadap aktivis-aktivis BNP dan ribuan kasus pidana palsu yang sengaja dibuat untuk menjerat para pendukungnya.

Koran itu mengatakan otoritas distrik Dhaka memerintahkan penutupan pada 26 Desember 2022, tetapi pihaknya terus melanjutkan kerja jurnalistik setelah mengajukan keberatan ke dewas pers yang dipimpin oleh seorang hakim pengadilan tinggi terkemuka.

“Dewan menolak permohonan kami kemarin (hari Ahad 19 Februari), mengukuhkan keputusan pengadilan magistrat yang memerintahkan penghentian penerbitan kami,” kata Rahman Shimul Biswas, redaktur pelaksana surat kabar tersebut, kepada AFP Senin (20/2/2023).

Keputusan pengadilan magistrat itu yang diperoleh AFP salinannya, mengatakan bahwa izin cetak koran tersebut dicabut karena pengelola sudah melanggar undang-undang perihal percetakan dan penerbitan Bangladesh. Dewan juga mengatakan bahwa penerbit koran tersebut, Tarique Rahman – yang merupakan ketua sementara BNP – merupakan seorang terpidana dan tinggal di luar negeri tanpa menyerahkan tugasnya ke orang lain.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Biswas mengatakan bahwa Rahman, yang sekarang tinggal di London, sebenarnya sudah menyerahkan surat pengunduran diri dan menunjuk penerbit baru, tetapi pihak otoritas menolak perubahan tersebut.

“Penutupan ini semua adalah bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap suara-suara yang berbeda dengannya dan mengusik kebebasan berbicara,” kata Biswas.

Dua serikat jurnalis yang berbasis di Dhaka mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa keputusan itu merupakan “cerminan dari represi terhadap suara-suara oposisi”.

Serikat-serikat pekerja dan jurnalis hari Senin menggelar protes jalanan kecil.

Pihak-pihak peduli demokrasi dan pemerintah-pemerintah negara asing, termasuk Amerika Serikat, sejak lama mengutarakan kekhawatiran mereka perihal upaya-upaya oleh PM Sheikh Hasina untuk membungkam kritik dan sikap pemerintah yang semakin otoriter.

Bulan lalu, PM Hasina memerintahkan penutupan 191 website yang dituduhnya mempublikasikan “berita-berita anti-pemerintah”, dengan alasan berdasarkan laporan intelijen.

Pemerintah Bangladesh sebelumnya sudah beberapa kali memblokir situs web, yang paling kentara pada Desember menjelang pemilu nasional.

Undang-Undang Keamanan Digital Bangladesh sudah memakan banyak korban, di mana ratusan orang telah ditangkap sejak 2018.

Reporters Without Borders dalam laporan 2022 World Press Freedom Index menempatkan Bangladesh pada peringkat 162, lebih buruk dari Russia (155) and Afghanistan (156).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshBNPoposisipartai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kesaksian Zhazira Asen, Wanita yg Disekap di Kamp Cuci Otak China
Tulisan selanjutnya Akan Gabung PAN, Pengamat Nilai Wiranto Dibutuhkan untuk Dekati Pemilih Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?