Hidayatullah.com—Wacana childfree yang banyak dibahas akhir-akhirnya telah mengundang kalangan akademisi ikut membahasnya. Psikolog dan CEO Rumah Konseling PT Namary Insan Solusi, Dr Mohammad Iqbal mengatakan childfree untuk menyebut orang-orang yang memilih untuk tidak memiliki anak adalah perilaku yang melawan fitrah.
“Keputusan tidak memiliki anak adalah sebuah bentuk perilaku melawan fitrah manusia dan bentuk perilaku yang kurang bersyukur,” ujar dosen psikologi di Universitas Mercubuana kepada hidayatullah.com, Selasa (21/2/2023).
Menurut Mohammad Iqbal, hakikat manusia berkembang dan melakukan regenerasi melalui pasangan yang dianugerahkan Tuhan. “Manusia pada hakikatnya adalah berkembang dan melahirkan generasi yang berkualias, ada banyak banyak pasangan yang menginginkan anak,namun belum di beri oleh Allah, “ tambahnya.
Meski demikian, ia memahami jika ada seseorang yang memiliki trauma hingga menyebabkan dirinya beralasan dan memutuskan untuk tidak memiliki anak.
Hanya saja, yang keliru, kata Iqbal, jika seseorang memiliki trauma, tidak seharusnya pengalaman traumatisnya dikampanyekan, dengan cara mengajak orang lain berbuat salah. Misalnya dengan mengajak orang lain menjadi pengikut childfree.
“Permasalahan kecemasan dan traumatis dalam keluarga (keluarga tidak harmonis) terkadang membuat seseorang menjadi cemas dan takut memiliki anak, sebaiknya orang yang menjadi pengikut pemahaman “childree” bisa berdialog dengan ahli agama atau konselor untuk mengurangi kecemasan dalam dirinya,” demikian ujarnya.
“Jadi bila secara individu memiliki masalah dengan kecemasan psikologis, sebaiknya datang ke profesional, bukan malah mengkampanyekan,” tambah dia lagi.
Childfree adalah keputusan yang dilakukan pasangan suami isteri untuk tidak memiliki anak selama masa pernikahannya, yang akhir-akhir ini dikampanyekan oleh seorang influencer dan youtuber Indonesia.
Sebelumnyam Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2022-2027 Prof. Dr Abdul Mu’ti menanggapi konsep childfree. Menurut Abdul Mu’ti, fenomena/gagasan childfree tidak sesuai konsep keluarga dalam ajaran Islam.
“Tujuan awal perkawinan adalah regenerasi, Childfree memandang perkawinan hanya sebagai rekreasi,” ujar Abul Mu’ti dalam kajian “NGULIAH: Fenomena Childfree di Era Digital” yang diselenggarakan Aisyiah Pakistan hari Kamis, 16 Februari 2023.*