Hidayatullah.com — Ribuan tenda penampungan sementara pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh pada Ahad kemarin terbakar hebat.
Kebakaran tersebut terjadi di Camp 11 di Cox’s Bazar, sebuah distrik perbatasan yang menampung lebih dari satu juta pengungsi Muslim Rohingya yang menyelamatkan diri dari serangan militer di Myanmar pada 2017.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa, sementara penyebab kebakaran juga belum diketahui. Namun, kemungkinan karena tabung gas yang digunakan untuk memasak. Api menyebar dengan cepat karena sebagian besar rumah terbuat dari bambu dan terpal.
Batalyon Polisi Bersenjata, pasukan yang bertugas menjaga hukum dan ketertiban di kamp-kamp pengungsi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hampir 2.000 tenda habis dilalap api dan 12.000 pengungsi Rohingya kehilangan tempat tinggal.
“Rohingya akan dipindahkan ke berbagai kamp berbasis pusat pembelajaran dan tempat penampungan lainnya di bawah pengawasan kantor Komisi Bantuan dan Repatriasi Pengungsi, dan lembaga donor termasuk UNHCR dan Program Pangan Dunia akan memberi mereka makanan dan dukungan lainnya,” kata pernyataan itu, dilansir Anadolu (05/03/2023).
Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan bahwa relawan Rohingya terlatih pemadaman kebakaran dan dinas pemadam kebakaran Bangladesh berhasil mengendalikan api.
Kebakaran serupa terjadi di kamp pada Januari 2022 dan Maret 2021. Sementara kebakaran tahun lalu hanya merusak rumah, kebakaran pada 2021 menewaskan 15 anggota masyarakat dan menghancurkan lebih dari 10.000 permukiman.*