Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Akibat Tidak Paham Agama, Pembawa Acara TV Himbau Warga Mesir Makan Daging Keledai

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 13 Maret 2023 16:49 4:49 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 13 Maret 2023 17:30
Bagikan
Keledai mengangkut air.
Bagikan

Hidayatullah.com — Seorang pembawa acara talk show Mesir memicu kecaman setelah menghimbau warga Mesir yang kekurangan uang untuk makan daging kuda dan keledai, yang diklaimnya “sangat sehat”.

Daftar isi
  • Warga Berhenti Beli Daging
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Mengapa kita tidak makan daging keledai dan kuda? Mereka dijual dan dimakan di banyak negara,” kata Tamer Amin, pembawa acara Akher al-Nahar (bahasa Arab untuk sore hari) di saluran televisi lokal al-Nahar pada 8 Maret.

“Daging kuda sangat sehat dan aman, dan saya percaya itu tidak dilarang secara agama,” tambahnya, sehari sebelum badan statistik Mesir mengumumkan bahwa inflasi konsumen perkotaan telah melonjak ke level tertinggi dalam lima setengah tahun, mencapai 31,9 persen.

Dilansir MEE pada Jumat (10/03/2023), himbauan pembawa acara tersebut lantas dikritik para ulama, yang menegaskan bahwa daging keledai dan kuda adalah haram menurut Islam.

Harga makanan dan komoditas pokok, yang sebagian besar diimpor, naik lebih dari dua kali lipat sejak pound Mesir mengalami devaluasi pada awal tahun ini.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Ini terjadi setelah Dana Moneter Internasional menyetujui bailout dengan Kairo pada bulan Desember, kesepakatan ketiga sejak Presiden Abdel Fattah el-Sisi berkuasa dalam kudeta militer 2013.

Nilai pound Mesir terhadap dolar AS turun dari tujuh EGP pada 2013 menjadi sedikit di atas 30 EGP pada saat tulisan ini diterbitkan.

Sebelum kesepakatan dan devaluasi, Mesir telah terhuyung-huyung akibat dampak ganda perang Rusia-Ukraina dan pandemi Covid-19 pada ekonomi yang bergantung pada impor.

Tetapi langkah-langkah fiskal memiliki efek langsung pada mayoritas 104 juta penduduk Mesir, dengan perkiraan 60 juta orang hidup di bawah atau tepat di atas garis kemiskinan ($3,20 per hari) sebelum krisis saat ini.

Pemerintah pekan lalu juga menaikkan harga bensin sekitar 10 persen untuk memenuhi persyaratan kesepakatan IMF selanjutnya agar harga bahan bakar sejalan dengan perubahan harga minyak dunia.

Baca juga: Harga Bahan Pangan Naik, Pemerintah Mesir Suruh Warganya Makan Ceker Ayam

Warga Berhenti Beli Daging

Himbauan ini mengingatkan pada himbauan Lembaga Gizi Nasional pada awal tahun 2022 yang meminta masyarakat beralih mengonsumsi ceker ayam, sebagai sumber protein murah daripada ayam sisa. Saran tersebut telah memicu reaksi dan ejekan, karena ceker ayam tidak populer dalam masakan Mesir. Mereka biasanya dibuang atau dijual ke pabrik yang mengolah produk ayam.

Harga daging naik mencapai di titik dramatis, menjadikannya mewah tidak hanya untuk orang miskin Mesir, tetapi juga sebagian besar anggota kelas menengah. Mesir mengimpor hampir setengah dari 900.000 ton daging yang dikonsumsinya setiap tahun.

Harga rata-rata daging naik di pasar lokal dari 180 pound Mesir (sekitar $6) per kilo menjadi 330 pound (sekitar $11) per kilo dalam hitungan beberapa bulan, karena mata uang Mesir kehilangan setengah nilainya sejak Maret tahun lalu.

Harga unggas juga melonjak, meninggalkan orang miskin dan kelas menengah Mesir dengan pilihan protein hewani yang terbatas.

“Saya sudah lama berhenti membeli daging karena harga yang tinggi ini,” kata guru sekolah Rahma Saeed, yang merupakan ibu dari tiga anak, kepada MEE.

“Apakah sudah sampai seperti ini?” tanya Mamdouh Mohamed, seorang penjahit berusia pertengahan lima puluhan.

“Saya tidak pernah bisa makan daging keledai atau kuda,” katanya kepada MEE.

Namun demikian, banyak konsumen mungkin sudah makan daging keledai tanpa menyadarinya, hal tersebut lantaran banyaknya kios menjual daging tersebut di jalan-jalan Kairo dan kota-kota Mesir lainnya.

Kios yang menjual jeroan dan potongan daging hewan seperti lidah, babat dan buntut sangat populer di kalangan orang Mesir.

Namun, pemilik kios yang menyajikan daging organ mengejutkan negara beberapa hari yang lalu usai dia mengklaim bahwa sebagian besar kios jeroan menyajikan daging keledai kepada pelanggan mereka.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:haramInflasi MesirkeledaiMesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Imbalan yang Diminta Arab Saudi karena Normalisasi dengan Israel
Tulisan selanjutnya UIKA Bogor Siapkan Beasiswa untuk Hafidz Quran Tanpa Batasan Quota

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?