Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Tiga Imbalan yang Diminta Arab Saudi karena Normalisasi dengan Israel

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 13 Maret 2023 14:51 2:51 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 13 Maret 2023 14:51
Bagikan
Bagikan

New York Times mengungkap bahwa Arab Saudi pada tahun lalu menyampaikan kepada AS beberapa syarat jika ingin kerajaan menormalisasi hubungan dengan Israel

Hidayatullah.com — Arab Saudi menginginkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh Amerika Serikat (AS) sebagai imbalas atas normalisasi hubungannya dengan entitas Zionis Israel, ungkap sebuah laporan.

Dalam laporan New York Times (NYT), disebutkan Arab Saudi telah mengatakan bahwa mereka berpotensi menormalkan hubungan dengan Israel jika AS memberi jaminan keamanan, bantuan program nuklir sipilnya, dan pencabutan batasan penjualan senjata ke kerajaan.

Syarat tersebut, menurut laporan itu, disampaikan ke pemerintah Washington oleh para pejabat tinggi Saudi pada tahun lalu, ketika mereka berbicara dengan anggota Washington Institute for Near East Policy – sebuah wadah pemikir pro Israel – yang mengunjungi Riyadh pada Oktober 2022.

Robert Satloff, direktur eksekutif institut tersebut dan anggota delegasi yang berkunjung, kemudian menulis dalam sebuah laporan bahwa para pemimpin tinggi Saudi pada saat itu “mencatat dengan pahit apa yang mereka yakini sebagai ketidakpedulian AS terhadap masalah keamanan Saudi.”

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

NYT mengutip dua sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut, yang mengatakan bahwa negosiasi Amerika dipimpin oleh koordinator Dewan Keamanan Nasional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Brett McGurk, serta pembantu utama Presiden Joe Biden untuk masalah energi global, Amos Hochstein.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman dilaporkan awalnya memainkan peran langsung dalam negosiasi, tetapi baru-baru ini negosiasi tersebut diambil alih oleh duta besar Saudi di Washington, Putri Reema binti Bandar Al Saud.

Baik AS maupun Arab Saudi belum mengomentari laporan NYT, tetapi analis telah mencatat bahwa jika Biden dan pemerintahannya bersedia memenuhi tuntutan tersebut, Kongres AS kemungkinan akan menjadi batu sandungan utama karena fakta bahwa banyak anggota – terutama Demokrat – telah menyatakan menentang hubungan khusus dengan kerajaan dan telah mendorong untuk menurunkan hubungan tersebut.

Senator Christopher S. Murphy, seorang Demokrat Connecticut dan anggota Komite Hubungan Luar Negeri, dikutip mengatakan bahwa “Hubungan kami dengan Arab Saudi harus menjadi hubungan bilateral langsung. Itu tidak boleh dilakukan melalui Israel”.

Bersikeras bahwa Saudi “secara konsisten berperilaku buruk, berulang kali”, dia menegaskan bahwa “Jika kita akan menjalin hubungan dengan Saudi di mana kita melakukan penjualan senjata yang lebih signifikan, itu harus ditukar dengan perilaku yang lebih baik terhadap Amerika Serikat, bukan hanya perilaku yang lebih baik terhadap Israel”.

Hambatan lain yang mencolok terhadap kesepakatan semacam itu adalah meningkatnya kekerasan oleh pemukim Yahudi Israel di wilayah Palestina yang diduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang telah menyebabkan bentrokan antara pemukim – yang dilindungi oleh militer Israel – dan Palestina. Bersamaan dengan itu, pasukan Israel telah meningkatkan serangan mereka di kota-kota dan kamp-kamp di Tepi Barat, dengan seringkali membunuh puluhan warga Palestina.

Meningkatnya kekerasan mengakibatkan semakin banyaknya kecaman Saudi terhadap Israel, dan kerajaan terus mendukung sikapnya bahwa itu hanya akan menormalkan hubungan setelah negara Palestina didirikan. Meskipun NYT melaporkan bahwa sumber-sumber yang mengetahui diskusi tersebut percaya bahwa Riyadh bersedia untuk berkompromi atas permintaan itu dan kecamannya, hal itu masih tetap menjadi kendala potensial.

Martin Indyk, mantan duta besar AS untuk Israel selama pemerintahan mantan presiden Bill Clinton, dikutip oleh NYT mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “sangat menginginkannya [Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords], dan dia hanya bisa mendapatkannya dengan bantuan Biden.” Indyk menambahkan bahwa itu “menciptakan situasi di mana Biden memiliki pengaruh atas Netanyahu untuk membujuknya bahwa tidak ada hal baik yang dapat terjadi dengan Arab Saudi jika dia membiarkan situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur meledak.”

Hanya beberapa jam setelah laporan NYT dirilis, Arab Saudi setuju untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Iran, tampaknya memberikan hambatan lain untuk hubungan Saudi-Israel karena Tel Aviv bertaruh pada persaingan Riyadh dengan Teheran sebagai motivasi utama untuk bergabung dengan Abraham Accords. Seorang pejabat Israel, bagaimanapun, telah meyakinkan bahwa hubungan Saudi yang diperbarui dengan Iran tidak akan merusak tawaran normalisasi Netanyahu untuk kerajaan tersebut.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abraham AccordsAmerika Serikatarab saudiisraelkesepakatan abrahamNormalisasi Hubungan dengan Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya muhyiddin malaysia Suap Pencucian Uang Bekas PM Muhyiddin Dijerat Tujuh dakwaan
Tulisan selanjutnya Akibat Tidak Paham Agama, Pembawa Acara TV Himbau Warga Mesir Makan Daging Keledai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?