Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bocah 8 Tahun Kelahiran Amerika Jadi Pemimpin Spiritual Tertinggi Ketiga Buddhisme Tibet

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 April 2023 14:48 2:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 April 2023 14:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang bocah keturunan Mongol yang dilahirkan di Amerika Serikat dinyatakan oleh Dalai Lama sebagai reinkarnasi dari pemimpin spiritual tertinggi ketiga dalam ajaran Buddhisme Tibet.

Menurut berbagai laporan media, bocah lelaki berusia 8 tahun itu berkewarganegaraan ganda dan memiliki seorang saudara kembar. Dia dikabarkan putra dari seorang profesor universitas dan cucu dari seorang mantan anggota parlemen Mongolia.

“Sekarang ada bersama kita reinkarnasi dari Khalkha Jetsun Dhampa Rinpoche asal Mongolia,” kata Dalai Lama, pemimpin spiritual tertinggi Buddhisme Tibet, kepada sekitar 600 pengikut pada acara pengumumannya di Dharamsala, kota yang terletak di bagian utara pegunungan Himalaya India.

Khalkha Jetsun Dhampa IX (kesembilan) meninggal dunia pada tahun 2012 di Ulaanbaatar, Mongolia, dan sejak itu umat Buddhis Tibet menunggu orang yang ditunjuk sebagai reinkarnasinya.

Para analis mengatakan tindakan Dalai Lama yang menunjuk bocah itu sebagai reinkarnasi salah satu tokoh spiritual Buddhisme di Mongolia tampaknya akan mengundang kemarahan China.

Baca Juga

Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara

China, yang menganggap Tibet sebagai bagian dari wilayahnya, bersikeras hanya akan mengakui pemimpin Buddhis yang disetujui oleh pemerintahan khusus bentukan Beijing di Tibet.

“Dengan langkah ini, Dalai Lama telah menipu China,” kata Jayadeva Ranade, presiden Centre for China Analysis and Strategy kepada RFI.

“Pengakuan itu dilakukan secara diam-diam dan tanpa diketahui oleh pihak China. Tindakan itu menegaskan kembali hak prerogatif Dalai Lama untuk mengakui, atau mengotentikasi biksu yang bereinkarnasi. Hak ini yang coba dirampas oleh pemerintah China,” kata Ranade seperti dikutip RFI Sabtu (1/4/2023).

Srikanth Kondapalli, profesor studi China di Universitas Jawaharlal Nehru di Delhi, mengatakan bahwa Khalkha Jetsun Dhampa dalam kepercayaan Buddhisme Tibet dianggap sebagai sosok penting yang dapat mempengaruhi penunjukan seorang untuk didapuk sebagai Dalai Lama di masa mendatang dan dalam isu-isu penting keagamaan.

“Sementara Partai Komunis China ingin mengontrol dan memutuskan tentang suksesi Dalai Lama ke-15, dengan menerapkan praktik seperti di era dinasti Qing abad ke-17, langkah di atas tidak hanya membatasi pilihan China tetapi juga memperbarui cengkeraman Dalai Lama saat ini atas agama Buddha pan-Tibet di seluruh dunia,” kata Kondapalli kepada RFI.

Reinkarnasi merupakan bagian penting dari kepercayaan Buddhisme.

Pada tahun 1995, ketika Dalai Lama menunjuk seorang Panchen Lama yang baru, bocah yang dinyatakan sebagai reinkarnasi pemimpin spiritual tertinggi kedua Buddhisme Tibet itu langsung ditangkap oleh aparat China dan diganti oleh kandidat yang dipilih sendiri oleh Beijing.

Sekarang, Panchen Lama yang diangkat Beijing itu menjabat sebagai wakil presiden Buddhist Association of China dan membawahi biara-biara Buddhis di seluruh Tibet, menyebarkan pesan-pesan pro-China.

Alka Acharya, direktur kehormatan Institute of Chinese Studies, berpendapat bahwa identifikasi penerus dalam jajaran pemimpin tertinggi keagamaan Buddhisme itu telah menjadi elemen intrinsik dalam politik dan dinamika kontestasi kekuasaan utama antara China dan Dalai Lama, dan tentunya Tibet.

Beijing tidak ingin Dalai Lama berperan dalam mengidentifikasi reinkarnasi para Lama (pemimpin tertinggi keagamaan) Buddhisme Tibet, termasuk siapa yang akan menjadi Dalai Lama di masa mendatang.

Apabila Dalai Lama sekarang ini – yang sudah berusia 87 tahun – meninggal dunia tanpa menyebutkan siapa penggantinya, peran dan pendapat Khalkha Jetsun Dhampa yang baru ditunjuk tersebut akan sangat krusial. Pasalnya, kebanyakan pengikut Buddhisme Tibet tidak mengakui Panchen Lama yang ditunjuk Beijing.

Dalai Lama yang sekarang – Dalai Lama ke-14 bernama asli Tenzin Gyatzo – melarikan diri ke India pada awal tahun 1959 dari ibu kota Tibet Lhasa, setelah gagal memimpin unjuk rasa menentang kekuasaan China. Sejak itu dia berkeliling dunia mencari dukungan untuk otonomi linguistik dan budaya tanah airnya. Meskipun ajaran Buddhisme menekankan hidup dalam kesederhanaan dan jauh dari materi duniawi, Dalai Lama menikmati fasilitas mewah yang diberikan kepadanya. Ketika tampil di publik dia kerap terlihat mengenakan jam mewah seperti Rolex dan Patek Philippe, serta mengenakan sepatu kulit mengkilat buatan Italia. Sejak diangkat sebagai Dalai Lama di usia muda dia memiliki hobi utak-atik dan mengoleksi jam mewah – yang menurut pengakuannya kebanyakan adalah hadiah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatBuddhisme TibetchinaDalai Lama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Madinah Menyediakan 200 Shuttle Bus Masjid Nabawi – Masjid Quba  
Tulisan selanjutnya AFC Kecam Keras Serangan Israel terhadap Pemain dan Penonton Sepakbola Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

Iptekes
3 Juli 2026 20:54
Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
  • Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
  • UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian

4 Juli 2026 15:15
Berita

Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan

4 Juli 2026 14:42
Berita

Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah

4 Juli 2026 13:44
Berita

Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan

4 Juli 2026 11:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?