Hidayatullah.com— Pusat Astronomi Internasional (ICA) mengatakan, Idul Fitri yang menandai akhir bulan suci Ramadhan kemungkinan bisa jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.
Kepastian tanggal Idul Fitri baru bisa dikonfirmasi berdasarkan penampakan bulan, dimana negara-negara Muslim di seluruh dunia akan memantai bulan sabit untuk menentukan 1 Syawal pada hari Kamis, 20 April.
Dalam sebuah unggahan di akun Twitter yang dikutip laman Gulfnews, Pusat Astronomi Internasional mengatakan penampakan bulan sabit pada hari Kamis hampir tidak mungkin dengan mata telanjang atau teleskop di sebagian besar negara Arab dan Islam, kecuali hanya di sebagian wilayah Afrika Barat.
“Melihat bulan sabit pada hari Kamis tidak mungkin dilakukan dengan teleskop di sebagian besar negara Arab, dengan pengecualian sebagian Afrika Barat mulai dari Libya, dan oleh karena itu hari Sabtu kemungkinan besar akan menjadi hari pertama Idul Fitri,” katanya dalam pernyataan tersebut.
IAC menyatakan bahwa karena kemungkinan melihat bulan sabit dengan teleskop dari beberapa bagian dunia Islam pada hari Kamis, dan karena terjadinya konjugasi sebelum matahari terbenam, dan terbenamnya bulan setelah matahari terbenam di semua wilayah dunia Islam, diperkirakan mayoritas negara dunia Islam akan mengumumkan awal bulan Syawal pada hari Jumat.
Adapun negara-negara yang membutuhkan pengamatan dengan mata telanjang saja, mereka diharapkan untuk tetap menjalankan puasa selama 30 hari, dan karenanya Idul Fitri akan jatuh hari Sabtu bagi mereka, tambah lembaga tersebut.
IAC juga mengklarifikasi bahwa prediksi ini didasarkan pada “informasi astronomi” dan bahwa kriteria awal bulan bervariasi di seluruh dunia Islam.
Libur Idul Fitri
Mahkamah Agung Arab Saudi telah meminta umat Islam untuk melihat bulan sabit Syawal pada Kamis malam, 20 April, dan melaporkan setiap penampakan ke pengadilan atau pusat kontak terdekat. Umat Islam yang mampu melakukannya didorong untuk bergabung dengan panitia yang dibentuk untuk tujuan ini dan berpartisipasi dalam proses melihat bulan sabit.
Idul Fitri dapat diumumkan pada hari yang berbeda tergantung di mana Anda tinggal, menurut IAC. Di UEA, misalnya, Idul Fitri bisa dimulai pada hari Jumat atau Sabtu, namun, tanggalnya tidak akan dikonfirmasi sampai selesai pertemuan pihak komite yang membahas penampakan bulan pada hari Kamis.
Sementara itu, negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC), termasuk UEA, Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Kuwait, telah mengumumkan libur Idul Fitri untuk sektor publik dan swasta. UEA dan Arab Saudi telah mengumumkan libur Lebaran empat hari, sementara Qatar telah menyatakan libur Idul Fitri lebih lama yakni 11 hari.
Sedangkan Oman dan Kuwait akan melaksanakan libur Hari Raya Idul Fitri lima hari.*