Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Berencana Serang Masjid dan Yahudi Empat Pria Neo-Nazi Diadili di Paris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Juni 2023 22:44 10:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Juni 2023 22:44
Bagikan
Dalam file foto 8 Februari 2010 ini, penduduk Muslim berjalan melewati penghinaan rasial yang dilukis di dinding sebuah masjid di kota Saint-Etienne, Prancis tengah. Graffiti berbunyi "Muslims".
Bagikan

Hidayatullah.com– Empat pria duduk di kursi terdakwa di pengadilan Paris dengan tuduhan bersama kelompok neo-Nazi berencana melakukan serangan terhadap masjid-masjid dan target berkaitan dengan Yahudi di Prancis antara 2017 dan 2018.

Investigasi mulai dilakukan pada 2018 setelah Alexandre Gilet, seorang anggota relawan polisi gendarmeri berusia 22 tahun di Grenoble, diduga memesan produk yang dapat digunakan untuk membuat alat peledak. Manajer toko tempat barang itu dipesan menaruh curiga dan kemudian melapor ke pihak kepolisian.

Petugas yang dikerahkan untuk melakukan penggeledahan di rumah Gilet menemukan sejumlah senjata “yang sering dipakai”, termasuk dua senapan serbu Kalashnikov, serta perlengkapan laboratorium, lapor The Guardian hari Senin (19/6/2023).

Seorang terdakwa masih berusia remaja ketika para tersangka ditangkap pada 2018 dan 2019. Artinya, kemungkinan persidangan akan digelar secara tertutup, berdasarkan UU yang berlaku di Prancis.

Akan tetapi, hakim Christophe Petiteau hari Senin mengatakan bahwa mengingat keseriusan dari perkara ini, pengadilan akan mempertimbangkan untuk mencabut batasan tersebut dan membukanya untuk umum.

Baca Juga

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Pihak jaksa penuntut mengatakan Gilet dan tiga terdakwa lain merupakan bagian dari “Operation WaffenKraft”, sebuah kelompok diskusi online kalangan ultra-kanan, neo-Nazi, di mana “diskusi dengan cepat berubah menjadi persiapan proyek-proyek teroris”. Waffen-SS merupakan sayap militer dari pasukan elit Nazi korps SS, yang didirikan oleh Adolf Hitler.

Media Prancis melaporkan bahwa pihak penyidik menemukan foto-foto keempat terdakwa – yang salah satunya berusia 17 tahun ketika itu – yang diambil ketika mereka bertemu tatap muka langsung untuk pertama kalinya di musim panas 2018 untuk berlatih menembak di sebuah hutan dekat Tours. Penyelidik juga menemukan draf dokumen yang mereka tafsirkan sebagai manifesto yang digunakan untuk membenarkan pembunuhan massal oleh kalangan ultra-kanan.

Salah satu terdakwa – yang menggambarkan Gilet sebagai seorang radikal dan bertekad keras – mengatakan bahwa Gilet ingin “menciptakan pembantaian yang lebih buruk daripada Bataclan”. Maksudnya lebih parah dari serangan kelompok ISIS atas tempat konser Bataclan di Paris pada November 2015 ketika band Eagles of Death Metal manggung, yang menewaskan 90 orang dan melukai banyak orang lainnya.

Topik diskusi online mereka termasuk kebencian terhadap Muslim dan orang komunis, serta komentar bernada anti-semit alias anti-Yahudi dan anti-homoseksual.

Target yang mereka bicarakan beragam termasuk perkampungan multi-etnis, masjid, tempat pertemuan kalangan Yahudi, pangkalan udara, kantor asosiasi anti-rasisme Licra, tempat kampanye Jean-Luc Mélenchon, pimpinan partai politik beraliran kiri La France Insoumise.

Salah satu terdakwa bekerja sebagai buruh tani. Satu orang merupakan mahasiswa jurusan teknik yang merupakan anak dari seorang tentara berpangkat kolonel.

Pengacara para terdakwa diperkirakan akan melancarkan argumen pembelaan bahwa mereka belum benar-benar melakukan serangan apapun atau mereka tidak pernah membuat manifesto.

Sejak 2017, pihak keamanan di Prancis berhasil menggagalkan sembilan rencana serangan oleh kelompok-kelompok ultra-kanan, kata Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin belum lama ini, dan menegaskan bahwa pohak berwenang menanggapi serius ancaman serangan dari kalangan ultra-kanan dan neo-Nazi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinemasjidMuslimNeo-NaziPrancisUltra-kanan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dorong Ekosistem Halal, UMM Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal Nasional
Tulisan selanjutnya Militan Sudan Menjarah Rumah Dubes Tunisia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals

Berita
6 September 2026 14:34
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Uni Eropa Bendera
Berita

Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

5 September 2026 10:14
Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?