Hidayatullah.com—Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menyambut baik langkah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang mengumumkan lebih awal kuota haji 1445 Hijriah (2024). Tahun depan kuota haji Indonesia sebanyak 221.000.
“Hal ini akan memberikan banyak ruang untuk penentuan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH),” kata Fadlul Imansyah dalam keterangan, Rabu (5/7/2023).
Sehingga, dikatakan dia, akan membawa banyak waktu untuk persiapan penyelenggaraan haji. Seperti di antaranya perkiraan biaya akomodasi, transportasi, dan katering.
Dari aspek pengelolaan keuangan haji, lanjut dia, pengumuman kuota lebih awal merupakan kesempatan untuk mempersiapkan layanan lebih cepat. Sehingga, pemerintah bisa mendapatkan harga terbaik.
“Pemesanan seluruh fasilitas pelayanan haji dapat dilakukan lebih dini,” ungkapnya. “Ini memberi harapan jamaah haji Indonesia mendapatkan fasilitas terbaik mengingat ketersediaan dana kelolaan haji yang cukup mumpuni secara jumlah dan nilai,” imbuhnya.
Ditambahkan dia, penetapan kuota lebih awal memberikan kesempatan pemerintah Indonesia untuk melakukan kontrak sewa fasilitas penyelenggaraan haji, melalui pembayaran uang muka. Langkah ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran awal sebelum melakukan kontrak sewa jangka menengah atau jangka panjang.
“Pada gilirannya, hal ini dapat menjaga stabilitas harga atas pembiayaan jamaah haji Indonesia, sehingga terhindar dari fluktuasi harga akibat perubahan kurs atau tingkat inflasi,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah telah mengumumkan kuota haji 1445 H/ 2024 M. Pengumuman disampaikan sehari sebelum berakhirnya fase Mabit di Mina, 30 Juni 2023, kemarin. Indonesia tahun depan (2024) kembali mendapat 221.000 kuota.*