Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI: Wasathiyah Kunci Terjaganya Persatuan dan Kesatuan Umat

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Juli 2023 19:31 7:31 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Juli 2023 19:25
Bagikan
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin saat membuka acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUai) di Grand Hotel Sahid, Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Komisi Dakwah MUI KH Ahmad Zubaidi menilai paham Islam Wasathiyah sangat penting dalam mengukukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Hal ini disampaikan Kiai Zubaidi dalam Halaqah Islam Wasathiyah yang digelar oleh MUI Kabupaten Garut, di Pendopo Kabupaten Garut, Ahad (9/7/2023).

Kiai Zubaidi mengatakan, bangsa Indonesia perlu bersyukur karena masih tegaknya NKRI di tengah masih bergolaknya beberapa negara Islam saat ini. “Kekuatan kita sebagai bangsa yang plural, dan mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam koridor NKRI adalah karena bangsa Indonesia memiliki sikap yang wasathiyah,” ujarnya dikutip MUIDigital.

Kiai Zubaidi menerangkan, sikap wasathiyah merupakan sikap yang moderat dan selalu mencari titik temu (kalimatun sawa’) dalam penyelesaian masalah. Hal ini, telah dipraktikkan para pendiri bangsa dalam merumuskan bentuk dan dasar negara ini, yakni NKRI dengan dasar Pancasila.

Apalagi, akhir-akhir ini kembali mencuat gerakan-gerakan yang dapat merongrong NKRI dan Pancasila. Oleh karenanya, dia mendorong agar bangsa Indonesia khususnya umat Islam sebagai mayoritas penduduk, dapat mengaplikasikan paham Islam Wasathiyah.

“Islam Wasathiyah harus dipahami secara detail oleh umat Islam agar cara memandang bangsa ini dapat dilakukan secara integral, sehingga tidak terjebak pada pada pemahaman kalau negara ini belum negara Islam belum sempurna,” ungkapnya.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Menurutnya, Islam tidak mewajibkan satu bentuk pemerintahan, tetapi umat Islam diberikan kelonggaran untuk membentuk organisasi negaranya berdasarkan kemaslahatan di wilyahnya masing-masing, juga atas keputusan bersama.

Adapun ciri-ciri dari Islam Waasathiyah sebagaimana dalam Taujihat Islam wasathiyah, memiliki 10 karakteristik, yaitu: tawasut (pertengahan/jalan tengan), tawazun (seimbang), adalah (adil, lurus), syura (musyawarah), musawah (persamaan dearajat kemanusiaan), tasamuh (toleransi), aulawiyah (prioritas), islahiyah (memperbaiki), tathowwur wa ibtikar (dinamis dan inovatif), tahadur (berkeadaban).

Hadir dalam kegiatan tersebut KH Cholil Nafis, Ketua Umum MUI Kabupaten Garut KH Sirojul Munir, Kabag Kesra Pemprov Kab Garut, perwakilan Densus 88 dan Forkopinda Kab garut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineIslam WasathiyahMUIpersatuan umat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Forum Maiyah Sampaikan Terima Kasih pada Buya Yahya, Habib Rizieq Shihab dan Anies Baswedan atas Doa kepada Cak Nun
Tulisan selanjutnya Kabinet Zionis Mendesak Otoritas Palestina Menghentikan Gerakan Anti-Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

15 Oktober 2026 16:32
Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?