Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pendeta Armenia Razmik Kastoryani Masuk Islam setelah ‘Dicekik Kalung Salib”

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juli 2023 12:57 12:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juli 2023 13:30
Bagikan
Pendeta Armenia Razmik Kastoryani berganti nama Ramadan. Ia semua mempelajari Islam dan lehernya tercekik kalung salib (lesturcs.com)
Bagikan

Hidayatullah.com—Pendeta Armenia Razmik Kastoryani menjadi berita utama media setelah dikabarkan telah masuk Islam. Masuknya Razmin Kastoryani yang tidak diduga terduga ini telah membangkitkan minat dan keingintahuan banyak media di seluruh dunia.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Kastoryani membuka rahasia tentang alasannya pindah agama. Menrutnya, saat itu Ia mengaku sedang meneliti dan mempelajari berbagai agama dunia dan tertarik pada sosok Nabi Muhammad ﷺ.

Namun di tengah kajiannya meneliti tentang Islam, ia dikejutkan dengan kejadian aneh, dimana salib yang sedang dikenakannya seolah mencekik lehernya.

“Sepertinya dia mencekikku,” katanya dikutip lesturcs.com, seolah merasakan ini sebagai tanda ilahi untuk berpindah kepada Islam.

Kastoryani juga menjelaskan setelah mempelajari agama tauhid ini, ia menyadari bahwa Islam lebih sejalan dengan visi spiritualnya. “Islam memberi saya kebebasan untuk percaya pada satu Tuhan tanpa perantara seorang imam atau ikon,” katanya.

Baca Juga

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

“Saya percaya bahwa agama adalah masalah pribadi, dan saya senang telah menemukan jalan saya dalam Islam,” tambah dia.

Perpindahan Kastoryani dari agama lama kepada Isla menarik reaksi beragam masyarakat. Beberapa orang memuji keputusannya sebagai perwujudan kebebasan beragama.

Ssementara yang lain mengkritiknya karena meninggalkan iman Kristen-nya. Namun, Kastoryyani mengatakan dia menghormati pendapat semua orang dan berharap keputusannya dapat mendorong dialog antaragama yang konstruktif.

Keputusan Kastoryani untuk masuk Islam merupakan contoh keragaman agama yang ada di dunia. Meskipun beberapa orang mungkin mengkritik keputusannya, penting untuk diingat bahwa setiap orang bebas memilih jalan spiritualnya sendiri.

Setelah memilih Islam, Kastoryani kemudian memilih memilih nama baru “Ramadhan” dan langsung beribadah di Tanah Suci Makkah untuk berdoa dan bertaubat di depan Ka’bah.

Menurut Kastoryani, toleransi dan saling menghormati adalah elemen kunci dalam menjaga lingkungan hidup berdampingan secara damai antara umat beragama yang berbeda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinekalung salibkristenPendeta ArmeniaRazmik Kastoryani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Sederat Bahaya Mengkonsumsi Kopi Instan
Tulisan selanjutnya Cegah Perilaku Menyimpang dan Maksiat, Kabupaten Garut Terbitkan Peraturan Anti-LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

20 Juli 2026 12:51
Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

20 Juli 2026 11:05
Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

20 Juli 2026 05:00
Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?