Hidayatullah.com– VanMoof, pabrikan sepeda listrik canggih di Belanda, dinyatakan bangkrut setelah dua abang-beradik pendirinya tidak dapat menyelamatkan perusahaan mereka, yang sempat berjaya di masa pandemi Covid-19.
VanMoof, yang mengklaim memiliki 190.000 pelanggan di seluruh dunia, hari Selasa (18/7/2023) dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Distrik Amsterdam.
Perusahaan menerima lonjakan permintaan sepeda listrik selama pandemi Covid-19 dan mendulang jutaan dolar untuk dipakai memperluas bisnisnya.
Namun, bisnis tidak selamanya mulus. Satu persatu tokonya tutup dan pemesanan lewat online pun dihentikan.
Pihak administrator sedang mengkaji apakah VanMoof dapat diselamatkan dengan cara menjual aset atau merestrukturisasi utang-utangnya.
VanMoof didirikan tahun 2009 oleh dua bersaudara Taco dan Ties Carlier yang berambisi membuat “the perfect city bike”, jenis sepeda paling banyak digunakan warga kota Amsterdam.
Sepeda VanMoof, yang dijual mulai harga sekitar £2,000, dikenal akan tampilannya yang modern, desain ramping dengan rangkaian baterai terpasang di dalam bingkai sepeda.
Selama pandemi Covid-19, penjualan sepeda naik tajam dan merk VanMoof semakin dikenal.
Perusahaan mendulang $128 juta dari para investor untuk ekspansi bisnis, yang kala itu dijuluki sebagai perusahaan sepeda listrik yang paling banyak mendapatkan pendanaan di dunia.
Akan tetapi, menurut berbagai laporan terjadi masalah dengan model sepeda terbaru yang dikeluarkan VanMoof dan pihak perusahaan kewalahan menanggung biaya perbaikannya.
Banyak pula laporan yang menyebutkan bahwa pembeli menunggu pengiriman barang terlalu lama dan suku cadang kurang tersedia.
Dalam email yang ditujukan kepada para karyawan, yang dipublikasikan oleh The Verge, Taco dan Ties Carlier mengatakan bahwa mereka sudah berusaha untuk menyelamatkan masa depan VanMoof, tetapi usaha mereka tidak berhasil dan perusahaan terpaksa mengajukan pailit.
VanMoof, yang mempekerjakan sekitar 700 karyawan, kebanyakan menjual sepeda secara online, meskipun mereka memiliki toko di 20 kota dunia dan 50 bengkel servis di 50 kota dunia.
Kepailitan VanMoof saat ini hanya berdampak pada bisnis perusahaan di Belanda, belum merambah ke anak perusahaan internasionalnya.
VanMoof mengaku masih belum mengetahui bagaimana nasib toko-tokonya di luar Belanda, tetapi berharap toko masih bisa beroperasi seperti biasa.
Berdasarkan informasi di website VanMoof, toko mereka di London dan Paris sudah ditutup, lapor BBC.
Website VanMoof juga mengatakan bahwa pengiriman sepeda dan suku cadangnya sudah dihentikan. Bengkel servis di Belanda sudah ditutup, tetapi pelanggan masih dapat mengambil sepeda mereka yang dititipkan untuk diperbaiki. Prosedur pengembalian uang yang sudah terlanjur dibayar pelanggan sedang disusun.
VanMoof meminta pemilik sepeda tidak perlu khawatir karena sepeda canggih mereka masih terus dapat dipergunakan. Pihak perusahaan bertekad akan terus menghidupkan aplikasi dan server online pendukung yang terkoneksi dengan perangkat di sepeda.
Pengguna diminta mengunduh kunci digital unik untuk sepeda mereka, berjaga-jaga server layanan online mati.*




