Hidayatullah.com – Kelompok teror Daesh (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom yang mengguncang pertemuan partai politik di Pakistan. Akibat ledakan tersebut korban tewas bertambah hingga 54 orang, termasuk anak-anak.
Pengeboman ISIS terjadi di tengah situasi politik Pakistan yang tak menentu usai penggulingan Imran Khan sebagai Perdana Menteri pada April tahun lalu. Dua pekan ke depan, Parlemen Pakistan kemungkinan akan dibubarkan setelah menyelesaikan masa jabatan. Sementara pemilu nasional kemungkinan akan digelar pada pertengahan November.
Diketahui, sebuah bom meledak saat ratusan anggota partai Jamiat-e-Ulama-Islam (JUI) berkumpul di distrik suku Bajau, dekat perbatasan Afghanistan pada pukul 17.00 (30/07/2023).
Melalui media propagandanya, Amaq, kelompok ISIS merilis pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut.
“Seorang penyerang bom bunuh diri dari Islamic State … meledakkan jaket peledaknya di tengah kerumunan,” bunyi pernyataan Amaq.