Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Ali Mukhtar: Mereka Bilang, Jika Dua Tersangka GIDI Dibebaskan, Shalat Idul Adha Aman

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 September 2015 13:56 1:56 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 September 2015 08:51
Bagikan
Imam Masjid Baitul Muttaqin Karubaga Tolikara, H. Ali Muchtar
Bagikan

Hidayatullah.com- Belum lama ini, Tokoh Muslim yang juga Imam Masjid Tolikara, Ustadz Ali Mukhtar bersama beberapa tokoh Tolikara, seperti Bupati Usman Wanimbo, Pengurus Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), Dandim Jayawijaya dan lainnya diundang oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan ke Jakarta untuk melakukan pertemuan tertutup.

“Mereka minta GIDI yang tutup oleh umat Islam di Solo, itu dibuka kembali,” ujar Ali Mukhtar.

“Mereka bilang kalau dua tersangka itu dibebaskan, pelaksanaan shalat Idul Adha dijamin aman, “ ujarnya lagi.

Berikut hasil wawancara selengkapnya.*

Bagaimana awal mulanya anda bisa bertemu dengan Menkopolhukam?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Sebetulnya, saya mendapat 2 undangan, pertama dari Dandim Jayawijaya Muhammad Aidi lebih dahulu, baru kedua undangan dari Menkopolhukam Luhut Bainsar Pandjaitan melalui Short Message Service (SMS) langsung ke hape saya. Itu mungkin beliau tahu nomer saya tanya dari Dandim, sebab redaksinya SMS itu sama antara Dandim dan Menkopolhukam, kurang lebih seperti ini, “Diharap kehadirannya untuk rapat koordinasi pelaksanaan Idul Adha di Tolikara.”

Siapa saja tokoh dari Tolikara yang ikut pertemuan itu?

Tokoh dari Muslim itu saya sendiri, kemudian ada Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, dua Pendeta Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yaitu Emanuel dan Lenis Kogoya, anggota dewan DRPD Kabupaten Tolikara, Damdim Jayawijaya, Kabintal Kodam Venky Lumingkiyas, Ketua Tim Pemulihan Pasca Bencana Sosial Edy Range Tasak, serta Kabag Hukum Kabupaten Tolikara.

Apa saja yang dibahas?

Sebetulnya kita itu ada 2 kali pertemuan, tanggal 4 September kita ketemu hanya dengan Sesko Menkopolhukam. Pak Luhut saat pertemuan tanggal 4 itu tidak bisa datang karena masih ada pertemuan di Medan. Jadi, kita ketemu Sesko Menkopolhukam beserta jajaran lainnya. Baru tanggal 5 September kita bertemu dengan Pak Menkopolhukam.

Pertemuan tanggal 4 itu, intinya Pak Sesko meminta bagaimana caranya bisa tercipta situasi yang aman dan kondusif di Tolikara, terus tindakan preventif juga harus dilaksanakan, dan jangan sampai terulang kembali peristiwa di Tolikara.

Pada pertemuan itu, kita diminta berbicara semua untuk memberikan keterangan, kemudian kesimpulannya ada beberapa poin yang disampaikan GIDI, seperti pertama; pemulihan nama baik GIDI yang dianggap intoleransi terhadap umat beragama, sampai-sampai GIDI dianggap separatis. Mereka minta GIDI yang tutup oleh umat Islam di Solo, itu dibuka kembali.

Kedua, 2 pemuda GIDI yang ditahan Polda ini harus dibebaskan. Mereka bilang kalau dua tersangka itu dibebaskan, pelaksanaan shalat Idul Adha dijamin aman, kalau belum maka tidak dijamin keamanannya. Ketiga proses hukum positif juga harus dihentikan kemudian diganti dengan hukum adat yang sudah biasa dilakukan di Tolikara.

Jika andaikata hukum adat dilaksanakan, itu seperti gimana ketentuannya?

Yah, negara harus bayar karena kalau kita jelas nggak bisa bayar tuntutan mereka atas korban dari pihak mereka yang meninggal. Mereka pasti minta ganti rugi atas meninggalnya pemuda GIDI yang terkena tembak itu. Saya kurang tahu persis berapa, tapi harus menyediakan uang, babi, dan ayam begitu. Kalau kita jelas nggak mampu, kita juga korban dan harta tinggal baju yang dibadan, dan jelas itu negara yang mampu bayar.

Lalu, gimana tanggapan anda maupun korban Muslim lainnya terhadap permintaan hukum adat itu?

Kalau saya dan saudara Muslim kita di sana (Tolikara) sesuai dengan apa yang disampaikan Pak Menkopolhukam, kita mintanya hukum positif jalan dan kita serahkan masalah hukum ini kepada negara. Nanti bagaimana itu hasilnya kita ikuti semua. Intinya bagaimana kita semua bisa aman di sana. Jangan sampai masalah ini terus berlarut-larut, karena saya dan saudara-saudara di sana yang akan menanggung akibatnya. Maka, negara harus bisa segera mengambil kebijakan bagaimana kita bisa aman di sana.

Jika, andai hukum adat (perdamaian,red) juga mau dilaksanakan, maka kita minta ada semacam kesepakatan tertulis dan harus disaksikan oleh semua stakeholder yang ada di Tolikara, kemudian ditandatangani secara resmi. Jadi, keduanya itu harus berjalan. Saat pertemua itu disampaikan Pak Menkopolhukam dan mereka (GIDI) menerima, buktinya tidak menolak atau keberatan.

Polda Papua pernah menyatakan, semua keputusan diserahkan kepada pihak korban, bagaimana menurut Anda?

Kalau saya tidak bisa memutuskannya sendiri, saya harus berbicara dahulu dengan saudara-saudara Muslim di Tolikara. Sementara keinginan saudara Muslim kita di Tolikara, semua orang yang ada di Jakarta (semua pihak petinggi negara yang punya otoritas terkait peristiwa Tolikara) harus ke Tolikara, untuk mendengar semua keluhanan saudara Muslim di Tolikara.*(Bersambung)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali MukhtarGereja Injili di IndonesiaGIDIidul adhaImam Masjid TolikaraLuhut Binsar PanjaitanMenkopolhukam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Crane Diberi Santunan Milyaran dan Jadi Tamu Haji Raja Saudi Tahun Depan
Tulisan selanjutnya Adu Hebat Dokter Arab Vs Dokter Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?