Hidayatullah.com – Peristiwa penindasan brutal terhadap kelompok minoritas Muslim dan Kristen di India telah menjadi atensi masyarakat internasional, termasuk Indonesia. Menanggapi hal tersebut Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP Ikadi) mendesak pemerintah untuk memanggil Dubes India.
“Mendesak Pemerintah untuk segera memanggil Dubes India di Jakarta untuk
menyampaikan sikap keprihatinan dan tuntutan agar pemerintah India segera menghentikan
tindak kekerasan, pembunuhan dan diskrimimasi agama di seluruh wilayah India,” ujar Ikadi dalam rilis resminya yang diterima Hidayatullah.com (08/08/2023).
Organisasi yang diketuai oleh Dr. H. Ahmad Kusyairi Husail itu juga mendesak negara Muslim Dunia turut mengutuk pelanggaran HAM berat India.
“Mendesak Negara-negara Muslim dunia melalui OKI untuk mengutuk pelanggaran
HAM berat dan SARA yang terjadi di India dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah
India terhadap aksi kejahatan sekolompok rakyatnya,” lanjutnya.
Ikadi lantas mengajak seluruh umat Islam dunia agar mendoakan keselamatan dan kedamaian umat Islam India serta dilindungi oleh Allah SWT dari seluruh tindakan kriminal, diskriminasi dan kezaliman.
Seorang imam terbunuh seusai gerombolan Hindu membakar sebuah masjid di kota Gurugram, yang berada dekat New Delhi, India. Insiden tersebut terjadi sehari setelah kekerasan komunal melanda distrik Nuh di negara bagian Haryana utara, menurut kantor berita lokal.
Termasuk sang imam, korban tewas akibat kekerasan kini mencapai lima orang.
Tidak hanya membakar masjid, gerombolan Hindu juga membakar toko-toko milik muslim. Pejabat dari pemerintah daerah Nuh mengatakan mereka sedang menyelidiki penyebab meluasnya kekerasan tersebut.*




