Hidayatullah.com – Seorang imam terbunuh seusai gerombolan Hindu membakar sebuah masjid di kota Gurugram, yang berada dekat New Delhi, India. Insiden tersebut terjadi sehari setelah kekerasan komunal melanda distrik Nuh di negara bagian Haryana utara, menurut kantor berita lokal.
Termasuk sang imam, korban tewas akibat kekerasan kini mencapai lima orang.
Polisi telah mengidentifikasi Imam tersebut sebagai Maulana Saad, 19, yang memimpin sholat di masjid Jama Anjuman yang terletak di Sektor 57 di Gurugram, sebuah kota berpenduduk 1,2 juta jiwa.
Kekerasan meletus pada Senin setelah arak-arakan prosesi keagamaan Hindu melewati distrik Nuh yang didominasi Muslim, kata para pejabat. Menjelang sore, kekerasan telah meluas ke daerah Gurugram yang dekat dengan distrik Nuh.
Tidak hanya membakar masjid, gerombolan Hindu juga membakar toko-toko milik muslim. Pejabat dari pemerintah daerah Nuh mengatakan mereka sedang menyelidiki penyebab meluasnya kekerasan tersebut.
Seperti yang diungkapkan akun Twitter Md Asif Khan. “Tokonya dibakar oleh gerombolan (Hindu) di Gurgaon Sector-66. Gerombolan Hindutva menarget banyak toko Muslim di Gurgaon, di mana polisi dan pemerintah?”
Pejabat pemerintah daerah dari Nuh dan Gurugram bertemu dengan perwakilan komunitas Hindu dan Muslim pada hari Selasa untuk meredakan ketegangan.
Korban luka capai 60 orang
“Arak-arakan itu dimaksudkan untuk berpindah dari satu kuil ke kuil lain tetapi bentrokan pecah antara dua kelompok di jalan, yang mengakibatkan kematian empat orang,” kata juru bicara kepolisian Nuh Krishan Kumar.
Dia mengatakan dua dari korban tewas adalah anggota penjaga rumah, pasukan sukarela yang membantu polisi mengendalikan kerusuhan sipil.
60 orang lainnya, termasuk 10 personel polisi, terluka dalam bentrokan itu, kata pejabat pemerintah setempat.
Larangan keluar rumah telah dikeluarkan untuk Gurugram setelah beberapa mobil dibakar pada Senin malam, dan sekolah serta perguruan tinggi telah diarahkan untuk tetap tutup pada hari Selasa.
“Para penyerang (yang membakar masjid) telah diidentifikasi dan beberapa dari mereka telah ditangkap,” kata Polisi Gurugram dalam sebuah pernyataan pada Selasa, menambahkan bahwa keamanan di sekitar tempat ibadah juga diperketat.
Ketua Menteri Haryana Manohar Lal Khattar, dalam sebuah posting di platform perpesanan X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, juga mengutuk insiden di Nuh, di mana perintah jam malam diberlakukan, internet dimatikan, dan pasukan keamanan tambahan dikerahkan.*