Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bank Sentral Libya Umumkan Reunifikasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2023 08:37 8:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Agustus 2023 08:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bank sentral Libya hari Ahad (20/8/2023) mengumumkan reunifikasi setelah terpecah selama hampir satu dekade disebabkan perang sipil berkepanjangan di negara itu yang melahirkan dua pemerintahan, di barat dan di timur.

Bank itu dalam pernyataan singkat mengatakan bahwa mereka telah menjadi “institusi berdaulat yang bersatu” setelah pertemuan di ibukota, Tripoli, antara Gubernur Bank Sentral Sadiq al-Kabir dan wakilnya di timur Marai Rahil.

Pernyataan tersebut mengatakan pertemuan itu, yang diupayakan oleh banyak pihak di Libya, menandai reunifikasi bank sentral.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa Al-Kabir dan Rahil mengatakan mereka akan melanjutkan upaya untuk mengatasi dampak dari perpecahan selama bertahun-tahun. Mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang hal itu.

Bank sentral Libya adalah penampung miliaran dolar setiap tahun hasil pendapatan minyak serta cadangan devisa. Pada tahun 2014, bank terpecah mengikuti garis patahan politik. Markas besar bank yang diakui secara internasional tetap berada di Tripoli, sementara cabang timur di kota Benghazi bersekutu dengan pasukan militer yang kuat pimpinan Jenderal Khalifa Hifter.

Baca Juga

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Libya terjerumus ke dalam perang sipil dan kekacauan setelah aksi unjuk rasa dan pemberontakan yang disokong NATO menggulingkan pemerintahan Muammar Qaddafi pada 2011. Negara kaya minyak yang sebelumnya paling makmur di Afrika itu kemudian terpecah menjadi dua, satu pemerintahan berpusat di kota Tripoli di bagian barat yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa dan satu pemerintahan berpusat di Sirte di bagian timur. Masing-masing kubu memiliki pendukung kelompok-kelompok bersenjata dan sokongan dari sejumlah pemerintah asing.

Pengumuman hari Ahad tersebut, yang disambut baik oleh kubu-kubu pemerintahan yang saling bersaing di Libya, muncul 19 bulan setelah bank sentral mulai mengupayakan proses reunifikasi, meminta firma akuntansi yang berbasis di London, Deloitte, untuk memantau proses tersebut, lapor Associated Press.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bank sentralLibyaMuammar Qaddafi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 108 Ribu Orang Jadi Mualaf di Tangan Pria Tua ini
Tulisan selanjutnya Tangkapan layar video Youtube Sunnah Nabi Persis Minta Polisi Selidiki Penistaan Agama Akun Youtube Sunnah Nabi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?