Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Krisis Kelahiran, Lansia Jepang Jemput Bola, Mencari Jodoh untuk Anaknya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 September 2023 14:55 2:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 September 2023 16:45
Bagikan
Populasi lansia meningkat tiga kali lipat di Portugal
Bagikan

Hidayatullah.com—Dalam upaya mengatasi krisis kependudukan di Jepang, sekelompok lansia di negara tersebut dikabarkan berkumpul dalam sesi “Omiai” atau perjodohan untuk anaknya masing-masing.

Acara yang diadakan di ruang konferensi di gedung Sakai Trade Federation, Osaka ini menampilkan total 60 warga lanjut usia yang bertemu dalam upaya mencari pasangan yang cocok untuk anak-anak mereka.

Kelompok lansia ini bertukar informasi tentang hobi anak-anaknya, film, dan restoran favorit, termasuk informasi tentang dirinya.  Direktur perusahaan Noriko Miyagoshi, yang telah menyelenggarakan acara perjodohan selama hampir dua dekade, mengatakan gagasan orang tua membantu anak menemukan jodoh kini semakin meluas.

“Dulu mungkin masyarakat merasa malu untuk datang ke acara tersebut, namun zaman sudah berubah,” ujarnya kepada CNN.

Pada acara Omiai, seorang perempuan berusia 60-an yang hadir di sana dengan bangga bercerita tentang putranya yang berusia 34 tahun, seorang guru sekolah dasar negeri. Sementara seorang pria berusia 80-an bercerita tentang putranya yang berusia 49 tahun, yang bekerja sebagai penjaga keamanan di sebuah perusahaan listrik.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Diketahui bahwa setiap orang tua telah membayar sekitar Rp 1.500.000 untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh agen dukungan perjodohan Jepang.  Jepang dikenal sebagai negara yang terkenal dengan masyarakatnya yang cenderung bekerja dan tidak menjadikan pencarian jodoh sebagai fokus utama.

Dengan meningkatnya biaya hidup, prospek ekonomi yang buruk, dan budaya kerja yang menuntut, jumlah orang Jepang yang memilih untuk menikah dan memiliki anak semakin berkurang. Di Jepang, jumlah pernikahan, kelahiran dan jumlah penduduk yang tercatat semakin sedikit.

Jepang dipusingkan oleh tingkat kelahiran yang rendah dan populasi penduduknya yang terus menua. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pernah mengingatkan risiko ini.

Angka kelahiran Jepang menurun di banyak negara maju, tetapi di Jepang masalah ini sangat akut karena memiliki proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas tertinggi kedua di dunia, setelah negara kecil Monaco, menurut data Bank Dunia.

Populasi Jepang telah lama menunjukkan tren penurunan dan pada bulan Januari tahun ini, menurut data pemerintah, telah menyusut antara 800.523 dan 125,4 juta jiwa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:angka kelahiranHeadlinelansia JepangOmiaiperjodohanpopulalsi jepang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wali Kota Bobby Nasution Serahkan Izin Ibadah, Jemaat Gereja Kristus Bersukacita
Tulisan selanjutnya Kerusuhan akibat pembakaran Al-Quran di Malmo, wilayah mayoritas Muslim Pembakaran Al-Quran Sebabkan Kerusuhan di Wilayah Swedia Mayoritas Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?