Hidayatullah.com– Pengadilan Australia menggelar persidangan Adam Britton terdakwa kasus pencabulan terhadap puluhan anjing dan kepemilikan materi pornografi anak.
Pakar zoologi ternama itu, yang pernah bekerja untuk BBC dan National Geographic, memfilmkan dirinya sedang menyiksa puluhan anjing hingga hampir semuanya mati. Dia kemudian mengunggah rekaman video perilaku biadabnya itu ke internet, di mana dia juga mengakses materi-materi pornografi anak.
Dalam persidangan hari Senin (25/9/2023) yang digelar di Northern Territory (NT) Supreme Court, jaksa penuntut membeberkan 60 tuduhan terhadap pakar kehewanan itu berkaitan dengan bestiality dan pornografi anak. Kebanyakan paparan kejahatan yang dilakukan oleh Britton terlalu “keji dan menjijikkan” untuk dipublikasikan sehingga hakim Michael Grant menyuruh pengunjung untuk keluar dari ruang sidang.
Britton memiliki “ketertarikan seksual yang sadis” terhadap hewan setidaknya sejak tahun 2014, kata jaksa penuntut di persidangan. Selain mengeksploitasi hewan peliharaannya sendiri, dia juga memperdayai pemilik anjing lain untuk memberikan hewan peliharaan mereka kepadanya.
Dia akan menggunakan platform pasar online Gumtree untuk menemukan orang-orang yang terpaksa memberikan hewan peliharaan yang harus ditinggal karena bepergian atau ada keperluan pekerjaan, membangun “hubungan baik” dengan mereka untuk bernegosiasi penyerahan hewan-hewan peliharaan tersebut. Apabila mereka menghubungi Britton untuk mendapatkan informasi terbaru perihal hewan peliharaan lama mereka, dia akan memberi cerita palsu dan membagikan foto-foto lawas, lapor BBC Selasa (26/9/2023).
Padahal pada kenyataannya, dia menganiaya hewan-hewan tersebut di dalam sebuah kontainer di halaman rumahnya yang telah dilengkapi dengan peralatan perekam – yang menurut pengadilan Britton menyebutnya sebagai “ruang penyiksaan” – sebelum membagikan hasil rekamannya secara online dengan menggunakan nama samaran.
Salah satu videonya kemudian sampai ke tangan aparat kepolisian di Northern Territory, Australia, yang kemudian meringkus Britton pada April 2022.
Dari 42 hewan yang disiksanya secara seksual dalam kurun 18 bulan, 39 di antaranya mati.
Britton telah ditahan sejak penangkapannya dan akan kembali ke pengadilan untuk sidang hukuman pada bulan Desember. Dia mengakui semua 60 dakwaan yang diajukan jaksa berkaitan dengan bestiality dan materi pornografi anak.
Dilahirkan di West Yorkshire, Britton dibesarkan di Inggris sebelum pindah ke Australia lebih dari 20 tahun yang lalu untuk bekerja menangani hewan khususnya buaya.
Dengan gelar akademik PhD di bidang zoologi, pria berusia 51 tahun itu berhasil meraih popularitas internasional dengan keahliannya, memiliki posisi akademik di Charles Darwin University, bahkan mendampingi David Attenborough sebagai pembawa acara ketika penyiar veteran flora-fauna Inggris itu merekam seri dokumenter Life in Cold Blood di lingkungan propertinya.*
Yuk bergabung dengan dakwa media melalui BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH)