Hidayatullah.com – Seorang jurnalis Yahudi ultra-Ortodoks terkenal “Israel” harus bersembunyi setelah rumahnya diserang oleh sekelompok ekstremis “Israel” sayap kanan. Serangan itu lantaran sang jurnalis menyampaikan solidaritas terhadap warga Palestina yang sedang dibombardir di Gaza.
Gerombolan ekstremis sayap kanan “Israel” mengepung rumah jurnalis bernama Israel Frey pada Sabtu malam, menembakkan suar ke udara dan mengancam akan membunuhnya.
Frey, yang merupakan kontributor Middle East Eye, secara terbuka mengkritik kebijakan “Israel” di Jalur Gaza, di mana lebih dari 2.750 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan udara dalam 10 hari, dan bahkan membacakan doa pelayat Yahudi Kaddish untuk para wanita dan anak-anak Gaza.
Lebih dari 724 dari mereka yang terbunuh adalah anak-anak dan lebih dari 458 wanita.
Kerumunan massa meneriakkan “pengkhianat” beberapa kali dan mengatakan kepada para tetangga di pinggiran kota Tel Aviv yang ultra-Ortodoks, Bnei Brak, bahwa mereka tidak boleh menerima seorang “pembunuh” di gedung mereka seperti halnya mereka tidak akan menerima orang sekuler.
Setelah Frey berhasil mengevakuasi anak-anaknya tanpa bantuan polisi, para petugas akhirnya datang ke rumahnya untuk mengawalnya sekitar pukul 2:30 dini hari.
Menurut Haaretz, Frey mengatakan bahwa seorang petugas polisi dengan sengaja meludahinya ketika mereka menuju ke lantai bawah, dan ia dituduh mendukung Hamas ketika diantar ke mobilnya. Polisi “Israel” kemudian membantah klaim ini kepada surat kabar tersebut.
Menginformasikan kepada beberapa rekannya secara real time, Frey menuduh bahwa para pengunjuk rasa mengikuti mobilnya ketika ia berkendara ke Rumah Sakit Ichilov di Tel Aviv.
Menurutnya, para pengunjuk rasa adalah para pengikut ultra-Ortodoks dari rabi sayap kanan Meir Kahane. Kahane adalah pendiri kelompok ultranasionalis Kahane Chai, yang telah dihapus dari daftar “organisasi teroris asing” Amerika Serikat tahun lalu.
Frey juga dihadang oleh para pengunjuk rasa di rumah sakit, dan kemudian melarikan diri dari tempat kejadian dengan bantuan seorang teman. Middle East Eye memahami bahwa dia sekarang bersembunyi.
Serangan terhadap rumah Frey terjadi ketika Zionis “Israel” mempertimbangkan untuk menekan suara-suara yang mengkritik kebijakan dan tindakannya dalam perang di Gaza, dan organisasi-organisasi media yang kritis serta warga Yahudi yang anti Zionis menghadapi ancaman yang semakin meningkat.
Pertempuran dimulai pada tanggal 7 Oktober, ketika ratusan pejuang Palestina melancarkan serangan mendadak ke Israel dari Gaza, yang didukung oleh ribuan roket. Sekitar 1.400 Yahudi “Israel” tewas dalam serangan yang dipimpin Hamas tersebut, dan “Israel” mengatakan bahwa 199 warga lainnya dibawa ke Gaza sebagai sandera.
Sejak saat itu, Zionis telah membom Gaza tanpa henti, dan memutus pasokan makanan, air, listrik, dan internet ke daerah kantong tersebut.
Frey sebelumnya pernah mendapat masalah karena pandangannya tentang konflik Israel-Palestina. Pada bulan Desember, ia ditangkap karena memuji seorang warga Palestina yang diduga merencanakan serangan terhadap pasukan Zionis di Jaffa.