Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

“Kami Sudah Tak Memiliki Apa-apa Lagi, Tapi Kami Tak Mau Menyerah”

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2023 22:10 10:10 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Oktober 2023 22:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lusinan warga Palestina berbaris di depan kamar mandi dan sebagian besar dari mereka tidak dapat membersihkan diri selama berhari-hari setelah penjajah ‘Israel’ memutus pasokan air, listrik, dan pasokan makanan.

Salah satunya adalah Ahmed Hamid, 43, yang terpaksa harus mengungsi ke Rafah di Jalur Gaza selatan bersama istri dan tujuh anaknya setelah ‘Israel’ memerintahkan warga di utara untuk mengungsi demi alasan keamanan.

“Kami sudah beberapa hari tidak mandi. Kalau ke toilet pun harus antri lama,” kata Ahmed dikutip AFP.

Menurutnya, semua kebutuhan pokok habis dan kalau ada, harganya meroket. Sementara makanan yang ada tinga tuna kaleng, ikan, dan keju.

“Saya merasa tidak berguna karena tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Ahmed.

Baca Juga

Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’

Penjajah juga memutus pasokan air, listrik dan makanan di daerah padat penduduk, namun melanjutkan pasokan air hanya di Jalur Gaza selatan. Warga lainnya, Mona Abdel Hamid, 55, mengatakan dia meninggalkan rumahnya di Kota Gaza dan menuju ke rumah saudara laki-lakinya di Rafah.

Namun, dia harus tinggal di rumah orang tak dikenal.  “Saya merasa sangat malu dan terhina. Saya mencari tempat berteduh. Pakaian kami tidak banyak dan sebagian besar kotor karena tidak ada air untuk mencuci,” ujarnya.

Sementara itu, di sebuah rumah di kota Khan Yunis, dekat sekolah yang dikelola oleh badan pengungsi Palestina untuk PBB, seorang warga setempat bernama Esam mengatakan ia menerima tamu tunawisma dari Kota Gaza seperti lingkungan Al-Rimal dan Tal al Hawa.

“Tapi air itu masalah besar. Setiap hari kami harus memikirkan bagaimana mendapatkan persediaan air. Kalau mandi, kami tidak bisa minum,” ujarnya tanpa menyebut nama lengkap.

Meski sudah mengeluarkan perintah evakuasi, tentara ‘Israel’ terus melancarkan serangan udara di selatan Gaza, termasuk Rafah. “Saya melihat kehancuran di sekitar saya dan bertanya ‘tidak ada aktivitas teroris di sini’. Di manakah kemanusiaan yang mereka nyanyikan?” kata seorang warga Rafah, Alaa al-Hams.

Samira Kassab, berdiri di depan reruntuhan rumahnya, berkata: “Ke mana kami harus pergi? Ke mana negara-negara Arab? Kami hidup sebagai pengungsi, rumah kami semua hancur. Kami harus tidur di jalanan dan tidak ada yang tersisa.”

Samira menambahkan, putrinya menderita kanker, namun tidak bisa membawanya ke rumah sakit. “Saya tidak akan pergi dari sini apa pun yang terjadi, bahkan jika saya mati. Kami harus meminta roti kepada tetangga, tapi kami tidak mau menyerah,” ujarnya.

Gaza mengalami krisis kemanusiaan yang parah tanpa listrik sementara persediaan air, makanan, bahan bakar dan obat-obatan semakin menipis ketika warga sipil mengungsi ke selatan menyusul peringatan ‘Israel’ untuk mengungsi dari utara.

Genosida yang dilakukan penjajah ‘Israel’ dimulai ketika pejuang kemerdekaan Palestina dan Al-Qassam hari Sabtu, 7 Oktober 2023 memulai “Operasi Taufan Al-Aqsha” (Operasi Badai Al-Aqsha”, serangan mendadak yang dilakukan berbagai kelompok termasuk serangan roket dan infiltrasi ke ‘Israel’ melalui darat, laut, dan udara.

Kelompok pejuang kemerdekaan Palestina mengatakan infiltrasi ke wilayah Palestina yang dicaplok ‘Israel’ merupakan pembalasan atas berbagai penodaan terhadap Masjid Al-Aqsha dan meningkatnya kekerasan pemukim haram terhadap warga Palestina.

Militer ‘Israel’ kemudian melancarkan operasi pembalasan terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza. Lebih dari 1.400 pihak ‘Israel’ tewas, dan 200 orang ditawan milisi pejuang kemerdekaan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHeadlineisraelOperasi Taufan Al-Aqshapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hampir 3.000 Warga Palestina Gugur di Gaza akibat Serangan Zionis ‘Israel’
Tulisan selanjutnya PBB Selalu Lumpuh Melawan Kekejaman ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Berita
3 September 2026 14:11
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Terbaru

  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
  • Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • ‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

7 September 2026 13:22
Berita

‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah

7 September 2026 13:10
Berita

Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals

6 September 2026 14:34
Berita

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

5 September 2026 17:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?