Hidayatullah.com– Maqashid Syariah memiliki tujuan yang sama dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dituju oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), demikian disampaikan Dr Murniati Mukhlisin, Ketua STEI Tazkia
Pernyataan ini disampaikan dalam acRoundtable Discussion dengan Tema : “Leveraging Innovative Financing for Development: Islamic Banking & Finance for SDGs” untuk berbagi pengalaman penerapan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia.
Murniati juga menjelaskan besarnya potensi keuangan syariah di dunia. Berbagai negara di Eropa seperti Prancis, Jerman, Luxembourg, UK terlebih lagi negara berpenduduk Muslim seperti; Iran, Malaysia, UAE, Arab Saudi dan Indonesia memiliki perhatian besar terhadap perkembangan keuangan syariah yang nampak dari pertumbuhan aset.
“Walaupun termasuk penyumbang tertinggi, perbankan syariah saat ini masih dalam posisi 5,7% dibandingkan market share perbankan konvensional,” ujar Murniati.
Meski demikian, inisiatif masyarakat terus muncul dalam memberikan kontribusi pada perkembengan keuangan syariah. Diantaranya kontribusi Tazkia untuk mendukung konversi tidak kurang dari 15 Bank Syariah di Indonesia, memberdayakan lebih dari 10.000 kepala keluarga di Jawa Barat dan NTB dengan konsep ZISWaf.
Acara turut dihadiri; Imam Teguh Saptono (Ketua BWI), Rifki Islmail (Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia), Abdullah Rahman Wibowo (Dirut BNI Syariah), Ibrahim Ali Shoukry (Resident Representative dari Islamic Development Bank) dan Ronald Yusuf Wijaya (Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia).
Para narasumber berbagi pengalaman penerapan keuangan syariah dalam ranah yang berbeda. Kombinasi ini menjadi masukan agar keuangan syariah di Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi.
“Dengan dukungan dari UNDP, regulator, perbankan syariah, FinTech, dunia pendidikan, dan lembaga sosial, diharapkan tujuan mulia ekonomi syariah yang juga senada dengan SDGs dapat tercapai dengan sebaik mungkin, “ ujar Murniati.*/Rizqi Zakiya