Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

“Cukup Sudah Cukup”:  Emir Qatar Kecam Pemimpin Dunia Memberi Izin ‘Israel’ Terus Membunuh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2023 08:47 8:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Oktober 2023 08:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar mengecam “pemboman biadab dan belum pernah terjadi sebelumnya” yang dilakukan penjajah ‘Israel’ di Gaza. Emir juga mengutuk negara-negara di seluruh dunia atas dukungan tanpa syarat mereka terhadap pembataian ‘Israel’ terhadap warga Palestina.

Qatar telah berada di garis depan dalam upaya deeskalasi sejak dimulainya agresi mematikan ‘Israel’ di Gaza.  “Kami mengatakan cukup sudah. Tidak dapat dipertahankan bagi ‘Israel’ untuk diberikan lampu hijau tanpa syarat dan izin bebas untuk membunuh, juga tidak dapat dipertahankan untuk terus mengabaikan realitas pendudukan, pengepungan dan pemukiman,” kata Sheikh Tamim kepada Dewan Syura di Doha pada hari Selasa (25/10/2023) dikutip media Qatar.

Pernyataan keras tersebut disampaikan pada sesi pengukuhan masa jabatan legislatif Dewan Syura dan membuat pemimpin Qatar mengalihkan perhatiannya dari fokus konvensional pada urusan dalam negeri dan malah menyoroti Palestina.

Sejak 7 Oktober, Gaza telah menjadi sasaran kampanye pemboman dan genosida zionis ‘Israel’ yang telah menyebabkan gugurnya Lebih dari 6.500 orang warga Gaza, lebih dari 20 jurnalis, lebih dari 1.700 anak-anak, meskipun lebih dari 1.000 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan.

Menyikapi kampanye brutal yang telah berlangsung selama berminggu-minggu ini, Syekh Tamim mengatakan warga Palestina di Gaza “hidup dalam kondisi sulit yang tidak dapat dibayangkan, dan tidak diperbolehkan untuk berdiam diri atas pemboman yang biadab dan belum pernah terjadi sebelumnya yang dialami warga sipil.”

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Para pejabat di Doha telah menjalin kontak dekat dengan mitra internasional utama—antara lain Amerika Serikat, Inggris, Iran, Turki, Mesir, Yordania, Arab Saudi—dalam upaya mengakhiri eskalasi ‘Israel’ di Gaza. Sejauh ini, Doha berhasil memediasi pembebasan empat tawanan Hamas.

Dalam menegaskan kembali pendirian Qatar sebagai pendukung perdamaian, pemimpin Qatar tersebut mengecam serangan ‘Israel’ terhadap “warga sipil yang tidak bersalah dari pihak manapun, apapun kewarganegaraan mereka.”

Namun, dia menekankan bahwa Qatar “tidak menerima standar ganda dan bertindak seolah-olah nyawa anak-anak Palestina tidak berarti, seolah-olah mereka tidak memiliki wajah dan nama.”

 “Apa yang terjadi sangat berbahaya, termasuk menginjak-injak semua nilai-nilai agama dan duniawi, adat istiadat dan hukum, bukan hanya hukum internasional dan deklarasi niat ilegal ‘Israel’ dan publik seperti pengungsian dan lain-lain,” kata Emir Tamim.

Syeikh Tamim juga membidik mereka yang mendukung ‘Israel’ ketika ‘Israel’ terus melancarkan kampanye pengeboman di Gaza, di mana separuh penduduknya berusia di bawah 15 tahun.

“Kami ingin bertanya kepada mereka yang mendukung perang, dan mereka yang bertindak untuk membungkam perbedaan pendapat: Apa yang akan terjadi setelah perang ini?” dia berkata.

Pemimpin Qatar tersebut menggarisbawahi keseriusan situasi di Gaza dan pelanggarannya terhadap semua “nilai-nilai agama dan duniawi, adat istiadat dan hukum” di samping kebijakan perluasan dan pemindahan pemukiman yang terus dilakukan ‘Israel’.

Pada tanggal 8 Oktober, Menteri Pertahanan ‘Israel’ Yoav Gallant mengumumkan pengepungan besar-besaran di Gaza, mencegah lebih dari 2 juta penduduknya mengakses kebutuhan dasar, seperti air dan listrik, dan menggambarkan penduduk setempat di sana sebagai “manusia binatang”.

Dalam pidatonya di Doha pada hari Selasa, Syekh Tamim mengecam tindakan tersebut. “Saat ini, tidak boleh dibiarkan menggunakan penghentian pasokan air dan pencegahan obat-obatan dan makanan sebagai senjata terhadap seluruh populasi. Kami menyerukan sikap regional dan internasional yang sungguh-sungguh terhadap eskalasi berbahaya yang kita saksikan ini,” tambah Sheikh Tamim.

“Rakyat Palestina akan tetap tinggal di sini, meskipun mereka masih menderita akibat pendudukan, pengepungan, penyitaan tanah, dan pemukiman. Perang tidak memberikan solusi apa pun. Yang akan terjadi selanjutnya adalah penderitaan yang semakin parah, peningkatan jumlah korban, dan rasa duka mendalam yang menimbulkan kemarahan,” ujarnya.

Pemimpin Qatar juga memperbarui dukungannya terhadap Palestina dan pembentukan negara merdeka di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur (Baitul Maqdis) sebagai ibu kotanya.

“Generasi anak-anak akan tumbuh di tengah pengalaman mengerikan ini, dan keheningan yang terjadi di komunitas internasional atas pembunuhan saudara-saudara mereka. Satu-satunya cara untuk menjamin keamanan dan stabilitas bagi kedua bangsa adalah melalui apa yang selama ini dikesampingkan, yaitu mencapai perdamaian yang adil dan abadi, dan menjamin akses rakyat Palestina terhadap semua hak sah mereka yang disetujui oleh organisasi internasional,” ujarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Emir QatargazaHeadlineisraelpalestinaQatarSheikh Tamim bin Hamad Al ThaniZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratu Rania Yordania Ratu Yordania Kecam Keras ‘Standar Ganda’ Barat
Tulisan selanjutnya lira dolar Erdogan: Hamas adalah Mujahidin yang Berjuang Melindungi Tanah dan Rakyatnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?